Fenomena Equinox Akan Terjadi Pada 21 Maret, Ini Penjelasan BMKG Cilacap

0
4373
Equinox, BMKG Cilacap, BMKG, Khatulistiwa,

CILACAP,SERAYUNEWS.COM-Pada 21 Maret dan 23 September 2017, Indonesia akan mengalami fenomena Equinox. Informasi yang beredar melalui pesan singkat maupun di media sosial menyebutkan fenomena itu akan menyebabkan suhu udara di Indonesia akan mencapai 40 derajat celsius. Meskipun di Cilacap dan sekitarnya suhu udara dalam beberapa hari terakhir juga terasa panas, namun tidak sampai ekstrim hingga 40 derajat celcius.

Kepala Teknisi Stasiun Meteorologi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Teguh Wardoyo menjelaskan, Equinox merupakan satu fenomena astronomi dimana Matahari melintasi garis khatulistiwa. Fenomena astronomi yang normal dan terus berulang, setiap tanggal 21 Maret dan 23 September.

“Secara periodik berlangsung dua kali dalam setahun, yaitu pada tanggal 21 Maret dan 23 September,” jelasnya, Rabu (15/3/2017).

Dikatakannya, untuk wilayah Indonesia, suhu rata-rata 32 sampai 35 atau 36 derajat celcius, terutama di Kota Pontianak Kalimantan Barat yang berada tepat di garis khatulistiwa bisa mencapai 35 derajat celcius. Meski demikan kondisi tersebut bukan dalam kategori ekstrim. Fenomena Equinox berlangsung di luar bagian bumi hampir relatif sama, termasuk wilayah yang berada di subtropis bagian utara dan selatan. Namun, Equinox tidak selalu mengakibatkan peningkatan suhu udara secara drastis.

“Khusus untuk wilayah Cilacap saat ini suhu udara maksimal 33 – 34 derajat celcius,” ungkapnya.

Selain itu, kata dia, Equinox juga sebagai pertanda peralihan musim dari musim hujan ke musim kemarau. Salah satunya ditandai pergeseran matahari dari utara ke selatan
Kenaikan suhu udara ini sebagai dampak dari fenomena Equinox yang akan mencapai puncaknya pada 21 Maret 2017.

“Ditambahkan, cuaca saat ini masih terjadi hujan dengan intensitas yang semakin berkurang,” ujarnya.(sn)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here