Dinilai Rawan Konflik, Acara HTI di Sidareja dibatalkan

0
1327

CILACAP,SERAYUNEWS.COM-Kegiatan organisasi Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Cilacap yang menurut rencana akan digelar di Kecamatan Sidareja akhirnya dibatalkan. Berdasrkan informasi yang dihimpun, HTI Cilacap sebelumnya akan menggelar Taaruf Panji Rasulullah pada Rabu (5/4/2017) ini. Agenda kegiatan yang rencanannya akan digelar pada pukul 13.00 WIB itu berupa Pawai Taaruf panji Rasulluloh SAW, Pemasangan banner, poster dan sebar brosur. Namun, karena mendapatkan penolakan sejumlah ormas di Cilacap. Acara tersebut dibatalkan.

Assalamualaikum
Saudaraku yang dirahmati allah, semoga dalam keadaan sehat dan keberkahan selalu menyertai keluarga panjenengan.
Untuk menjaga ketenangan dan sesuatu yang tidak kita inginkan maka kami dari HTI akan membatalkan acara taaruf panji rasulullah.pada hari Rabu 5 April 2017 Pkl 13.00 WIB di wil kecamatan Sidareja.

Pesan berantai juga menjadi viral melalui pesan instan dan media sosial.

Kapolsek Sidareja AKP Agung Suginarto membenarkan pembatalan acara yang akan digelar HTI Cilacap itu. Beberapa pertimbangan yang ada salah satunya penolakan terhadap agenda acara dari sejumlah ormas. Selain itu, keigatan HTI yang akan digelar dinilai akan menimbulkan kerawanan.

“Betul, dari pihak HTI membatalkan acara tersebut, karena untuk menghindari hal hal yang tidak diinginkan seperti pembubaran paksa saat acara berlangsung dari ormas lainnya,” jelasnya saat dihubungi serayunews.com, Rabu (5/4/2017) siang.

Dikatakannya, pada Rabu (5/4/2017) sore akan digelar Apel NKRI dari beberapa ormas salah satunya Banser. Agendanya menjaga keutuhan NKRI dan mengantisipasi bahaya radikalisme.

“Kita nanti akan kawal apel dan pawai tersebut. Situasi di Kecamatan Sidareja kondusif. Terkait dengan penurunan spanduk HTI oleh beberapa hari yang lalu juga berlangsung kondusif,” ungkapnya.

Sebelumnya, Barisan Ansor Serba Guna (Banser) NU Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah menurunkan sejumlah spanduk, baliho, banner dan poster yang dipasang HTI Cilacap di sejumlah titik pada Senin (3/4/2017) malam. Komandan Banser Cilacap, Jamaludin Albab mengatakan, penurunan secara paksa ini dilakukan sebagai bentuk protes Banser terhadap isi dan ajakan atribut tersebut karena dinilai memprovokasi perpecahan umat.

“Dalam beberapa spanduk, berisi ajakan untuk mendirikan negara khilafah dan penerapan syariat Islam. Hal itu merongrong ideologi bangsa yang menganut keberagaman. Selain itu, atiribut tersebut mengajak salah satu golongan untuk menguasai golongan lainnya,” jelasnya.

Menurutnya, provokasi yang terdapat di berbagai atribut tersebut berpotensi memecah belah kesatuan bangsa yang berlandaskan pada keberagaman. Dalam beberapa spanduk, kata Jamal, berisi ajakan untuk mendirikan negara khilafah dan penerapan syariat Islam.

“Bukan hanya HTI. Jika ada kelompok lain yang menolak NKRI, Undang Undang Dasar 45, Pancasila dan menghancurkan ke-Bhinekaan Indoensia, kami pasti akan bersikap,” ujarya.