Gagasan Khilafah Muncul Sejak Indonesia Berdiri

0
264
Akademisi dari Unsoed Purwokerto, Ir. H. Sisno Sudjana, M.S.I saat menyampaikan Dialog kebangsaan bertemakan Menjaga Keutuhan Bangsa, NKRI serta Menolak Faham Khilafah dan Intoleran, di Gedung Korpri Banyumas, Kamis (22/6).
Akademisi dari Unsoed Purwokerto, Ir. H. Sisno Sudjana, M.S.I saat menyampaikan Dialog kebangsaan bertemakan Menjaga Keutuhan Bangsa, NKRI serta Menolak Faham Khilafah dan Intoleran, di Gedung Korpri Banyumas, Kamis (22/6).

BANYUMAS,SERAYUNEWS.COM-Gagasan membentuk pemerintahan di Indonesia dengan pemerintahan menurut syariat Islam atau Khilafah, telah muncul sejak awal negeri ini berdiri. Meski demikian, sebanyak 1.243 suku sepakat Indonesia adalah merah putih dan pancasila adalah lambang semangat Bangsa Indonesia.

Hal itu disampaikan Akademisi Universitas Jenderal Soedirman Ir H Sisno Sudjana menyampaikan materi dialog kebangsaan bertemakan Menjaga Keutuhan NKRI serta Menolak Faham Khilafah dan Intoleran, di gedung Korpri, Banyumas, Kamis (22/6).

Menurutnya, setelah merdeka para penggagas ideologi tersebut terus memberontak dan sampai saat ini masih merongrong Indonesia. Termasuk juga komunis juga demikian, tapi Indonesia membuktikan bahwa ideologi yang bisa memecah belah persatuan dan kesatuan tidak mampu tumbuh menjadi besar.

“Suku suku di nusantara yang ada 864 bahasa memiliki juang sama yang namananya Indonesia. Mereka mampu menyatukan diri dan sampai detik ini masih eksis dalam menjadi Bangsa Indonesia,” ungkapnya.

Ia mengaku bangga terhadap Ansor Banser Banyumas yang mengukuhkan semangat kebangsaan NKRI dan menolak dengan tegas adanya Khilafah. Pasalnya mereka bukan merupakan bagian dari negara ini tapi menganggu NKRI.

“NKRI adalah bangsa yang besar, karena secara geografis memiliki banyak pulau, suku ras dan bahasa, tapi mereka bersedia bersatu menjadi Negara Indonesia,” ujarnya.

Pengurus Cabang GP Ansor Kabupaten Banyumas menggelar dialog kebangsaan bertemakan Menjaga Keutuhan Bangsa, NKRI serta Menolak Faham Khilafah dan Intoleran, di Gedung Korpri Banyumas, Kamis (22/6). Ketua PCNU Banyumas KH. Maulana Hasam juga hadir dalam kegiatan tersebut.