Tak Pulang Makan Siang, Petani Cipari ditemukan Tak Bernyawa di Sawah

0
7505
Petani, Sawah, Jasad Petani, Cipari, Desa Mekarsari
Polisi dan warga mengevakuasi jasad petani yang tergeletak di pematang sawah, Desa Mekarsari Kecamatan Cipari

CILACAP,SERAYUNEWS.COM-Areal persawahan di Dusun Pitulasi Desa Mekarsari Kecamatan Cipari, Rabu (19/7/2017) kemarin tiba tiba ramai. Sejumlah warga berkumpul saat petugas mengevakuasi jasad berkaos jingga. Seorang petani berusia 60 tahun itu, ditemukan tak bernyawa diantara pematang sawah.

Petani, Sawah, Jasad Petani, Cipari, Desa Mekarsari
Polisi dan warga mengevakuasi jasad petani yang tergeletak di pematang sawah, Desa Mekarsari Kecamatan Cipari

Kapolres Cilacap AKBP Yudho Hermanto melalui Kapolsek Cipari mengatakan, jasad tersebut pertama kali ditemukan Ratimin, warga RT 02 RW 06 Dusun Pitulasi Desa Mekarsari. Ratimin yang saat itu berada di sawah, sempat melihat korban beraktivitas pada pagi hari. Saat Ratimin lewat di pematang sawah, posisi tertelungkup di atas pematang. Melihat hal itu, Ratimin mengira korban tertidur.

“Korban atas nama Supriyanto (60) warga RT 02 RW 06 Dusun Pitulasi Desa Mekarsari Kecamatan Cipari,” jelasnya.

Dikatakannya, warga berusaha membangunkan korban yang dalam keadaan telungkup itu. Namun, setelah dicek ternyata korban sudah tidak bernyawa. Mengetahui hal tersebut, Ratimin kemudian meminta pertolongan warga lain yang juga berada di sawah. Warga kemudian melaporkan kejadian tersebut ke perangkat desa kemudian dilanjutkan ke Polsek Cipari. Polisi bersama Tim Medis dari Puskesmas Cipari datang ke lokasi untuk melakukan olah TKP dan mengecek kondisi korban.

“Korban sempat di cari keluarganya, almarhum berangkat dari rumah jam sekitar pukul 08’30 WIB. Biasanya pulang untuk istirahat dan makan siang, tetapi sampai jam 2 siang belum pulang ke rumah,” ungkapnya.

Lebih lanjut dikatakan, polisi kemudian memeriksa 5 orang saksi termasuk keluarga korban. Dari hasil pemeriksaan, korban diduga mengidap penyakit epilepsi. Saat penyakit tersebut kambuh, kemungkinan tidak ada yang melihat sehingga tidak bisa tertolong. Dengan disaksikan perangkat desa setempat, jenazah korban langsung di serahkan kepada keluarga. Pasalnya, keluarga korban menolak untuk dilakukan otopsi

“Sampai saat ini penyidik tidak menemukan alat bukti yang nengarah adanya peristiwa pidana. Kami juga sudah meminta keterangan keluarga almarhum yang menjelaskan bahwa almarhum.mempunyai penyakit ayan atau sawan,” ujarnya