Nekad Melaut, Dua Nelayan Jetis diterjang Gelombang Tinggi

Dua Nelayan Tenggelam, Satu Dalam Pencarian

0
3058
Nelayan Cilacap, Gelombang Tinggi, Nelayan
Ilustrasi : Nelayan nekad melaut meski BMKG mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi di perairan selatan Cilacap.
Nelayan Cilacap, Gelombang Tinggi, Nelayan
Ilustrasi : Nelayan nekad melaut meski BMKG mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi di perairan selatan Cilacap. Foto : Irvan Ahmed, Dream Production

CILACAP,SERAYUNEWS.COM-Gelombang tinggi diperairan selatan jawa yang terjadi sepekan terkakhir kembali memakan korban. Di sekitar perairan Jetis, Nusawungu, sebuah perahu nelayan terbalik diterjang gelombang tinggi pada Senin (31/7/2017) pagi. Dua nelayan warga Desa Jetis Kecamatan Nusawungu yang berada di perahu tersebut tenggelam akibat perahu terbalik. Satu orang berhasil menyelamatkan diri, sementara satu lainnya dilaporkan hilang.

Kepala Pos Basarnas SAR Cilacap, Mulwahyono menjelaskan, peristiwa itu terjadi saat Kasiman (45) dan Suwarno (35) berangkat melaut sekitar pukul 07.00 WIB. Sekitar pukul 05.00 WIB, mereka berangkat melalui kali bodo menggunakan perahu Andika Jaya. Keduanya merupakan warga RT 01 RW 03 Desa Jetis Kecamatan Nusawungu, Cilacap. Sesampainya di muara sungai yang memisahkan Kabupaten Cilacap dan Kebumen, perahu tersebut diterjang gelombang tinggi.

“Saat di muara sungai atau Bedahan Plawangan Jetis, perahu yang ditumpangi mereka terbalik karena terhempas gelombang tinggi. Suwarno bisa menyelamatkan diri, sementara Kasiman hilang terseret gelombang,” jelasnya, Senin (31/7/2017).

Basarnas Cilacap, kata dia, menerima informasi dari anggota SAR Jetis sekitar pukul 07.00 WIB. Setelah mendapatkan laporan, satu regu Basarnas diberangkatkan menuju lokasi kejadian untuk menggelar operasi SAR. Sejumlah potensi SAR yang ada di wilayah tersebut juga turut dalam pencarian.

“Operasi SAR guna mencari dan menolong korban langsung digelar begitu mendapat laporan masuk. Dalam operasi itu juga melibatkan SAR Jetis, sejumlah kelompok nelayan, Polri dan TNI serta potensi SAR lainya,” katanya.

Gelombang tinggi yang terjadi di perairan selatan jawa, dinilai membahayakan bagi keselamatan nelayan berperahu kecil. Berdasarkan peringatan dini gelombang tinggi yang dikeluarkan Stasiun Meteorologi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Cilacap, tinggi gelombang maksimum di wilayah pantai selatan Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta maupun Samudra Hindia selatan Jateng dan DIY pada Senin (31/7) berpeluang mencapai 4 meter.