Lelaki Tanpa Identitas Tewas Tertabrak Kereta di Maos

0
3555
Perlintasan Kereta Api Cilacap
Ilustrasi : Polisi hentikan pengendara sepeda motor yang nekad menerobos perlintasan pintu Kereta Api di Jalan Ahmad Yani Kroya. Foto : Adi Kurniawan,

CILACAP,SERAYUNEWS.COM-Seorang pria tanpa identitas tertabrak Kereta Api pengangkut semen di Desa Klapagada Kecamatan Maos. Peristiwa itu terjadi pada Kamis (10/8/2017) siang. Korban tidak dapat diselamatkan karena luka yang cukup parah. Bahkan saat ditemukan, ada beberapa bagian tubuh korban yang terputus dan hancur.

Kapolres Cilacap AKBP Yudho Hermanto melalui Kapolsek Maos AKP Kiswoyo mengatakan, kejadian itu bermula ketika kereta dengan muatan semen Holcim melaju dari arah barat atau dari Stasiun Maos. Kereta tersebut bernomor Lokomotif 2061374 dengan Masinis, Suryono Sutrisno. Sesampainya di sebuah jembatan di Desa Klapagada Kecamatan Maos, tepatnya di KM 3917/8 Maos – Sikampuh tiba tiba ada warga yang melintas. Masinis saat itu sudah membunyikan klakson atau semboyan 35. Tetapi korban tidak menghiraukan.

“Kejadianya sekitar pukul 13.05 WIB. Korban tersambar kereta sehingga menderita sejumlah luka yang cukup parah hingga ada beberapa bagian tubuh yang putus,” jelasnya.

Akibat kejadian tersebut, Masinis kemudian melapor ke petugas KA terdekat kemudian diteruskan ke Kepolisian Sektor (Maos). Polisi, perangkat desa dan beberapa petugas KA kemudian mendatangi lokasi kejadian. Setelah dilakukan pemeriksaan, tidak ditemukan ada satupun identitas di sekitar TKP maupun pada tubuh korban. Dengan mempertimbangkan kondisi luka pada tubuh korban yang cukup parah, perangkat desa disaksikan tokoh masyarakat setempat kemudian menguburkan korban di pemakaman desa.

maos,kecelakaan kereta, kereta
Warga, Perangkat Desa Klapagada dan Anggota Polsek Maos menguburkan lelaki tanpa identitas yang tertabrak kereta semen pada Kamis (10/8/2017) siang.

Lebih lanjut dijelaskan, ciri ciri korban memakai baju kaos warna hitam, celana pendek warna hijau, ditangan kanan memakai karet gelang warna warni. Kemudian ada luka bengkak yang diduga karena infeksi pada jari tengah tangan kiri koban.

“Dari pemeriksaan para saksi dan warga sekitar, ada dugaan bahwa korban menderita gangguan jiwa. Umur korban diperkirakan antara 38 hingga 45 tahun. Korban langsung dikuburkan warga disaksikan perangkat desa dan anggota Polsek Maos,” ungkapnya