Di Cilacap, Tiap Tahun Diperkirakan 2000 Penderita Katarak Baru

Tolak Angin Sido Muncul dan Perdami Yogya Gelar Operasi Katarak Gratis di Cilacap

0
305

CILACAP,SERAYUNEWS.COM-Indonesia menjadi negara dengan penderita katarak tertinggi di Asia Tenggara. Saat ini, jumlah penderita katarak di Indonesia sebanyak 1,5 persen per dua juta penduduk. Setiap tahun, sedikitnya 240.000 orang terancam mengalami kebutaan. Di Cilacap, setiap tahunya diperkirakan terdapat 2000 penderita katarak baru. Hal itu disampaikan spesialis dokter mata, Prof dr Suhardjo pada kegiatan Operasi Katarak Gratis yang diselenggarakan PT Sido Muncul di Balai Pengobatan Mudita, Jalan Penyu Cilacap pada Minggu (13/8/2017).

 Prof dr Suhardjo, Dokter Spesialis Mata
Spesialis dokter mata, Prof. dr. Suhardjo yang juga menjadi pengurus Persatuan Dokter Mata Indonesia (Perdami) Cabang Yogyakarta

“Setiap tahun jumlah penderita katarak bertambah sebanyak 0,1 persen. Jadi apabila penduduk Cilacap sekitar sembilan juta, maka ada 2000 penderita baru setiap tahunnya,” kata Suhardjo yang juga menjadi pengurus Persatuan Dokter Mata Indonesia (Perdami) DIY ini.

Dikatakannya, dari sejumlah penderita tersebut, tidak semuanya beruntung sehingga bisa membiayai pengobatan katarak. Pengobatan katarak tidak murah. Dia mencontohkan untuk pengobatan katarak di Jogja sekitar Rp 12 juta. Selain masalah biaya, sebagian masyarakat belum tahu bahwa katarak bisa disembuhkan dengan operasi. Akibatnya jumlah penderita katarak terus bertambah. Saat ini Operasi katarak sudah menggunakan laser dan satu jahitan. Tidak seperti pada jaman dahulu yang harus dijahit sebanyak 7 jahitan.

“Oleh karena itu, Perdami juga menyampaikan terima kasih kepada PT Sido Muncul yang membiayai operasi Katarak yang digelar hari ini,” ungkapnya.

Operasi Katarak Gratis, Sidomuncul
Tolak Angin Sido Muncul bersama PERDAMI Yogya Gelar Operasi Katarak Gratis di Cilacap, Minggu (13/8/2017).

Terpisah, Direktur PT Sido Muncul Tbk, Irwan Hidayat menjelaskan, tingginya biaya pengobatan bagi penderita katarak yang kurang mampu, menjadi alasan PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul untuk melakukan program operasi katarak gratis. Pencanangan Program ini diresmikan Wakil Presiden RI Budiono pada 15 Januari 2011. Pelaksanaan bakti sosial operasi Katarak, merupakan kelanjutan dari Penandatanganan antara Tolak Angin Sido Muncul dengan Perdami Cabang Yogyakarta.

“Program kerjasama itu ditargetkan pada 2017 sebanyak 350 mata. Untuk penderita katarak yang sudah terdaftar dan mengikuti Operasi Katarak di Cilacap pada kegiatan ini sebanyak 56 orang,” jelasnya.

Dengan adanya program tersebut, kata dia, diharapkan dapat mengurangi angka penderita katarak. Masyarakat dihimbau bisa menghilangkan persepsi bahwa operasi katarak seseatu yang menakutkan.

Dokter Spesialis mata melakukan operasi katarak di ruang operasi Balai Pengobatan Mudita Jalan Penyu Cilacap. Minggu 13 Agustus 2017

Operasi Katarak Gratis Tolak Angin Sido Muncul, telah dilaksanakan sejak 2011 di 27 Provinsi, 211 Kabupaten dan Kota serta 235 Rumah Sakit atau Klinik Mata di seluruh Indonesia. Total kersama sama dengan Perdami hingga 2017, sebanyak 50.608 mata. Pada awal program tersebut berjalan, pihaknya sempat mengalami beberapa kendala untuk mendapatkan pasien yang mau dioperasi. Dimana target pencapaian sebayak 5000 pasien. Sementara yang terjaring pada saat itu hanya 3500 pasien.

“Selain kendala tersebut, hanya ada sedikit Rumah Sakit yang mau diajak kerjasama. Saat itu belum ada program BPJS dari Pemerintah,” ujarnya.

Sido Muncul merupakan perusahan yang didirikan pada 1951 oleh Rahmat Sulistio dan menjadi perusahaan terbuka pada 18 Desember 2013. Perusahaan yang bergerak pada bidang obat herbal ini, dikelola oleh generasi ketiga yaitu Irwan Hidayat, Sofyan Hidayat, Sigit Hartoyo dan David Hidayat. Sebagai perusahan terbua, Sido Muncul juga dikelola beberapa profesional dan seorang komisaris independen.