Festival Dolanan Anak Antisipasi Globalisasi

0
226

BREBES,SERAYUNEWS.COM-Pesatnya perkembangan teknologi saat ini, menjadi penyebab punahnya permainan anak tradisional. Lewat Festival Dolanan Anak yang diadakan Minggu (26/8/2017), Bumiayu Creative City Forum (BCCF) ingin mengikis pesatnya dampak dari pesatnya globalisasi.

“Era globalisasi sedikit banyak memberikan dampak terhadap eksistensi permainan tradisional,”kata Panitia Kegiatan Puji Onjie.

Dia mengatakan, saat ini anak-anak sekarang lebih gemar bermain modern seperti Playstation atau game online. Sebab, kata dia, permainan modern akan berdampak terhadap pembentukan karakter anak yang lebih individual dan egois.

Padahal menurut Puji, permainan tradisional mengandung nilai-nilai yang luhur seperti interaksi sosial. Pada permainan tradisional terdapat unsur kebersamaan, kejujuran, sportivitas dengan memegang teguh aturan yang telah disepakati.

“Di dalam permainan tradisional juga terdapat pesan atau kearifan yang terkait dengan pola adaptasi masyarakat terhadap lingkungannya. Hal tersebut yang nampaknya sulit ditemukan dalam permainan modern bersifat individual dan terpisah dari lingkungan sosial maupun alam,”ujarnya.

Untuk itu, tujuan dari diadakan Festival Dolanan Anak adalah untuk mengangkat dan mengembangkan kembali permainan tradisional sebagai upaya pelestarian. Pasalnya, anak sebagai generasi penerus bangsa perlu dibentuk dengan karakter yang menjunjung tinggi nilai sportivitas, kejujuran dan memiliki beradaptasi dengan lingkungannya.

Sementara itu, festival permainan tradisional dilombakan mainan lawas seperti, egrang bathok, becak-becakan, bakyak, blethokan, egrang bambu, panggalan, yoyo, congklak, kelereng (neker), bola bekel, ketapel, dam-daman, menclengan, layangan, gopak sodor dan yeyean.

Festival sendiri dilaksanakan di halaman Pendopo II Bupati di Kecamatan Bumiayu, Kabupaten Brebes. Acara ini hasil kerjasama Bumiayu Creative City Forum (BCCF) dengan Ikatan Mahasiswa Brebes Selatan (IMBS)