Home Blog Page 2

Generasi Muda Tak Paham Dinamika Bangsa

0
Generasi Muda

CILACAP,SERAYUNEWS.COM-Warga Indonesia yang didominasi usia muda, sebagian besar tidak memahami betul dinamika berbangsa dan bernegara. Hal itu disampaikan Wakil Ketua MPR Ri Hidayat Nur Wahid alam sosialisasi empat pilar MPR RI di Cilacap, Kamis (21/9/2017) sore.

Yayasan Khonsa Cilacap menggelar Sosialisasi Empat Pilar MPR RI ini dihadiri Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid dan 350 peserta dari anggota DPRD, kalangan pendidikan, organisasi wanita, ormas, dan lain-lain.

Hidayat mengatakan, pentingnya sosialisasi empat pilar MPR Ri dimaksudkan agar generasi muda memahami identitas dan ideologi bangsa Indonesia.

Keempat pilar itu adalah Pancasila sebagai dasar dan ideologi Negara, UUD Negara Republik Indonesia tahun 1945 sebagai konstitusi Negara serta ketetapan MPR, NKRI sebagai bentuk Negara, dan Bhinneka Tunggal Ika sebagai semboyan Negara.

“Ditambah perkembangan teknologi informasi melalui gadget yang begitu pesat, maka sosialisasi empat pilar menjadi hal yang sangat penting bagi generasi muda,” jelasnya.

Dijelaskannya, sosialisasi empat pilar MPR RI dilakukan melalui berbagai metode diantaranya dialog langsung, talkshow melalui media massa, debat untuk kalangan mahasiswa, outbond dan cerdas cermat untuk pelajar SLTA.

“Sosialisasi empat pilar menjadi program mendesak saat ini menyikapi perkembangan berbangsa dan bernegara,” katanya.

Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini juga mengusulkan ‘Tahfidz Konstitusi’ bagi warga yang mampu menguasai materi empat pilar MPR RI. Predikat tersebut diberikan sebagai bentuk penghargaan bagi warga yang menguasai empat pilar MPR RI. Menurutnya, istilah Tahfidz Konstitusi salah satunya dilatarbelakangi realita bahwa perubahan UUD 1945 sebagai hasil amandemen ternyata bisa dihafalkan oleh warga Indonesia. Amandemen UUD 1945 oleh MPR RI periode 1999 – 2002 menghasilkan banyak perubahan. Diantaranya dari 16 bab menjadi 21 bab, dari 37 pasal menjadi 73 pasal, dan  dari 49 ayat menjadi 140 ayat.

“Yang menarik, ternyata sejumlah siswa mampu menghafalkan secara utuh perubahan amandemen ini. Maka kalau sekarang ada tahfidz quran, atau tahfidz assunah, saya mengusulkan tahfidz konstitusi untuk yang menguasai empat pilar ini,” ungkapnya.

Kegiatan Sosialisi tersebut dihadiri Yayasan Khonsa Cilacap ini dihadiri 350 peserta dari anggota DPRD, kalangan pendidikan, organisasi wanita, ormas, dan lain-lain.

Pekan Depan, Kereta Wijaya Kusuma tujuan Cilacap Jogja Resmi diluncurkan

0
Kereta Cilacap Jogja, Kereta Wijaya Kusuma

CILACAP,SERAYUNEWS.COM-Setelah melalui berbagai kabar simpang siur, berita hoax dan rilis palsu yang menjadi viral, PT Kereta Api Indonesia (Persero) melalui Daop V Purwokerto akhirnya resmi merilis peluncuran kereta Cilacap Jogjakarta. Dengan nama Wijaya Kusuma, kereta tersebut akan diberangkatkan perdana dari Stasiun Cilacap pada Selasa 26 September mendatang. PT KAI secara resmi meluncurkan secara resmi dengan tarif mulai Rp 20 ribu.

Kereta Cilacap Jogja, Kereta Wijaya KusumaManager Humas PT. KAI Daop 5 Purwokerto Ixfan Hendriwintoko menjelaskan,peluncuran perdana perjalanan KA Wijaya Kusuma akan dilaksanakan pada Selasa, 26 September 2017, di Stasiun Cilacap pukul 14.10 WIB. Peluncuran tersebut menyambut HUT PT. KAI ke-72. Hal tersebut untuk dilakukan juga memberikan apresiasi kepada para pelanggan

“Dengan memantapkan bisnisnya dengan meluncurkan satu buah Kereta Api kelas Ekonomi Premium baru relasi Cilacap – Yogyakarta – Solo yang diberi nama KA Wijaya Kusuma,” jelasnya melalui rilis yang diterima serayunews.com, Rabu (20/9/2017).

Nama Wijaya Kusuma, kat dia, dinilai sudah tidak asing bagi warga Cilacap. Pemilihan nama tersebut diharapkan menambah keakraban bagi warga cilacap dan sekitarny, saat menggunakan Kereta Api sebagai transportasi utama jika akan bepergian.

“Perjalanan perdana KA Wijaya Kusuma dijadwalkan akan berhenti di stasiun Maos, Kroya, Tambak, Gombong, Kebumen, Prembun, Kutoarjo, Wates dan Yogyakarta,” ungkapnya.

Berikut kadwal keberangkatan KA Wijayakusuma

  • Wijayakusuma (KP/10590) relasi Cilacap – Jogja

    Berhenti di stasiun Maos, Kroya, Tambak, Gombong, Kebumen, Prembun, Kutoarjo, Wates dan Yogyakarta. Cilacap berangkat pukul 05.00  Jogja tiba pukul 08.20

  • Wijayakusuma (KP/10331) relasi Jogja – Cilacap
    Berhenti di Stasiun Wates, Kutoarjo, Kebumen, Karang anyar, Gombong, Tambak, Sumpiuh, Kemranjen, Kroya, Maos, Cilacap. Jogja berangkat pukul 09.30 Cilacap tiba pukul 13.30
  • Wijayakusuma (KP/10592) relasi Cilacap – Solo.
    Berhenti di Stasiun Maos, Kroya, Sumpiuh, Tambak, Karang anyar, Sruweng, Soka, Kebumen, Prembun, Butuh, Kutoarjo, Yogyakarta, Lempuyangan, Klaten, Purwosari, Solo Balapan. Cilacap berangkat pukul 14.10, Solo tiba pukul 19.13
  • Wijayakusuma (KP/10557) relasi Solo – Cilacap
    Berhenti di Stasiun Klaten, Lempuyangan, Yogyakarta, Kutoarjo, Kebumen, Karang Anyar, Gombong, Tambak, Sumpiuh, Kroya, Sikampuh, Maos, Cilacap. Solo berangkat pukul 19.45, Cilacap tiba pukul 01.00

     

Lebih lanjut dijelaskan, tarif Cilacap menuju Yogyakarta/Lempuyangan dibanderol 50 ribu rupiah. Sedangkan keberangkatan Cilacap menuju Solo dipasang tarif 70 ribu rupiah. Selain itu ada pula tarif spesial untuk rute jarak dekat. Untuk naik KA wijaya kusuma keberangkatan kutoarjo menuju yogyakarta atau lempuyangan (pp) dipasang tarif 25 ribu rupiah. Keberangkatan Kroya menuju Cilacap (pp) 20 ribu rupiah, sedangkan Yogyakarta menuju Solo (PP) 40 ribu rupiah.

“Terhitung mulai tanggal 26 september 2017 hingga 26 desember 2017 KA Wijaya Kusuma akan mendapat tarif promo,” katanya.

Ia menambahkan, reservasi tiket sudah dapat dilayani mulai tanggal 19/9 kemarin, sd 30/9 keberangkatan melalui loket stasiun online, aplikasi KAI Access maupun kanal resmi yang bekerjasama dengan PT KAI.

“Dengan rilis resmi tersebut, kami berharap bisa menjawab terkait berita yang sifatnya simpang siur dikalangan masyarakat beberapa hari yang lalu,” pungkasnya.

Tilep Uang Perusahaan Hingga Rp 1 Milliar, Duitnya Buat Karaokean

0

CILACAP,SERAYUNEWS.COM-Salah satu pimpinan proyek pelaksana pembangunan pelabuhan PLTU Karangkandri Cilacap, Totok (39) diringkus Unit Tindak Pidana Terpadu (Tipiter) Satuan Reserse Kriminal (Sareskrim) Polres Cilacap. Ia diduga menggelapkan uang perusahaan sebesar Rp 1 milliar lebih. Dari hasil pemeriksaan polisi, uang tersebut digunakan tersangka untuk berfoya foya. Salah satunya dihabiskan untuk berkaraoke hingga Rp 81 juta.

Kasus penggelapan uang pajak perusahaan itu, diduga juga melibatkan tiga pekerja asing PT Tianji sebagai salah satu pelaksana proyek Jeti atau pelabuhan khusus batu bara PLTU Karangkandri Cilacap.

Kanit Tipiter Ipda Adi Herlambang, Tersangka Kasus Penggelapan Totok (Tengah) dan Dirut PT BSB Lutfi Fauzi usai menjalani pemeriksaan di Polres Cilacap

Kapolres Cilacap AKBP Yudho Hermanto melalui Kanit Tipiter Ipda Adi Herlambang menjelaskan, kasus tersebut berawal pada bulan Januari hingga Mei 2017 saat salah satu pemodal perusahaan penyuplai batu bolder, mentranfser uang dengan total Rp 1.285.798.100 kepada tersangka. Uang tersebut seharusnya digunakan tersangka untuk membayar pajak PPN ke Kantor Pajak Cilacap. Tetapi ternyata digunakan tersangka untuk kepentingannya sendiri.

“Tersangka merupakan warga Desa Tegalwaton Kecamatan Tenggaran Kabupaten Semarang. Di Cilacap, dia menyewa tinggal di rumah kos Avior. Sejumlah barang barang bukti yang disita diantaranya beberapa struk tranfer, buku rekening serta dokumen laporan pajak,” jelasnya kepada wartawan, Kamis (14/9/2017) siang.

Modusnya, kata dia, tersangka memalsukan laporan berbagai dokumen pajak yang seharusnya dibayarkan. Perusahaan penyuplai bolder sendiri, dalam hal ini PT Bangkit Samudra Berlian mengecek ulang dokumen tersebut. Setelah dilakukan pengecekan, terungkap dokumen laporan pajak tersebut ternyata palsu.

“Dari laporan para korban, kami telah memeriksa para saksi dan menyita sejumlah barang bukti. Tersangka ditahan guna kepetingan penyidikan,” ungkapnya.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat dengan pasal 372 KUHP tentang penggelapan dengan ancaman hukuman empat tahun penjara. Sementara tiga WNA karyawan PT Tianji yang diduga ikut terlibat dalam kasus tersebut, sudah pulang ke negara asalnya di China.

“Kami belum sempat periksa ketiga WNA yang diduga ikut terlibat, mereka sudah kembali ke negara asal. Itu yang menjadi kendala penyidik,” pungkasnya.

Viral Selebaran KA Nusakambangan Ekspres Cilacap Jogja

0
PT KAI memastikan selebaran tersebut hoax

CILACAP,SERAYUNEWS.COM-Rencana PT Kereta Api Indonesia (Persero) yang akan mengoperasikan KA Premium Cilacap Jogja pada September mendatang, disambut dengan antusiasme warga di sekitar Cilacap dan Banyumas. Namun, hal itu justru memicu hoax yang baru baru ini tersebar. Sebuah selebaran berisi jadwal keberangkatan KA Nusakambangan Ekpres Cilacap Jogja, viral dalam grup percakapan instan, Whatsapp dan juga beberapa forum media sosial Facebook. Pada selebaran itu, tertulis jadwal KA Nusakambangan Ekpres Mulai 10 September 2017 dengan harga tiket Rp 74.000

PT KAI memastikan selebaran tersebut hoax

Menangapi beredarnya selebaran itu, Humas PT KAI Daerah Operasi 5 Purwokerto Ixfan Hendriwintoko menyatakan selebaran tersebut dipastikan hoax. Menurutnya, keputusan pengoperasian KA Premium Cilacap Jogja sampai saat ini masih menunggu keputusan dari pusat. Pada selebaran itu juga tidak tertera logo PT KAI.

“Selebaran tersebut hoax,” jelasnya saat dihubungi serayunews.com, Selasa (29/8/2017).

Ia menambahkan, rilis resmi dari PT KAI akan dibuat apabila keputusan KA Premium Jogja Cilacap akan mulai beroperasi. Sampai saat ini, baik dari nama kereta, harga serta jadwal tiket belum diputuskan dari pusat.

“Nannti ada rilis bila KA Premium mulai beroperasi. Kita masih menunggu keputusan pusat,” ungkapnya.

Sebelumnya, PT KAI berencana akan mengoperasikan KA Premium Relasi Cilacap Yogyakarta akan mulai beroperasi pada 1 September mendatang. Namun, karena bertepatan dengan Hari Raya Iduladha, rencana peluncurannya akan dijadwal ulang. Terkait dengan tarif dan nama kereta api, pihaknya masih menunggu telegram dari kantor pusat PT KAI (Persero) terkait dengan nama dan tarif KA Premium yang melayani rute Cilacap-Yogyakarta PP tersebut. Sejumlah nama yang diusulkan untuk KA Premium tersebut, antara lain Nusakambangan yang merupakan pulau di selatan kota Cilacap dan Pasir Luhur yang erat dengan sejarah Banyumas.

Pengacara Akan Lakukan Audit Independen Kasus Dugaan Korupsi 10 M

0
Bambang Pengacara
Bambang Sriwahono SH

CILACAP,SERAYUNEWS.COM-Sejumlah saksi memastikan bahwa tersangka dugaan kasus bolongnya kas daerah sebesar Rp 10,8 milliar, Probo Yulastoro tidak menikmati uang tersebut. Hal itu diungkapkan pengacara Probo, Bambang Sriwahono SH. Menurutnya, keterangan para saksi tersebut sesuai dengan pernyataan kliennya, bahwa yang bersangkutan tidak pernah menikmati uang tersebut.

Bambang Sriwahono SH

“Oleh karena itu kami ingin agar ada telaah hukum lebih detil atas materi hukum tersebut. Ini untuk memastikan kebenaran yang sebenarnya,” kata Bambang saat dihubungi wartawan, Selasa (29/8/2017).

Pihaknya, katadia, akan meminta aparat hukum dan semua pihak yang berkepentingan dengan kasus tersebut untuk melakukan telaah detail atas materi hukum kasus tersebut. Hal tersebut perlu dilakukan untuk memastikan kemana sebenarnya uang tersebut.

Pasalnya, proses kasus tersebut sudah masuk dalam tahap penahanan klien. Sehingga, apabila nanti terus bergulir, maka ketidakpastian di mana anggaran itu berada sertan penggunaannya, bisa memberi merugikan bagi klien.

“Ini keinginan kami. Semua pihak yang berkepentingan dengan kasus ini diharapkan melakukan telaah material secara detil atas kasus tersebut,” ungkapnya.

Lebih lanjut dijelaskan, selain langkah tersebut, pihak pengacara Probo Yulastoro juga mengatakan akan meminta dilakukan audit atas anggaran pada kasus itu kepada pihak auditor independen. Sebabnya, perbedaan angka hasil audit oleh BPK angka yang ada adalah Rp. 7,6 miliar. Sementara pihak kejaksaan menyatakan kerugian negara sebesar Rp. 10, 8 miliar.

“Audit oleh auditor independen akan kami tempuh untuk memastikan berapa sebenarnya angka anggaran yang dinilai bobol,” jelasnya.

Kepala Kejaksaan Negeri Cilacap, Berdiaman Simalango melalui Kepala Seksi Penindakan Khusus (Kasipidsus) Bobi Haryanto SH menjelaskan, pengajuan audit independen pada perkara tersebut merupakan hak tersangka.

“Boleh saja itu (Audit Ulang Independen). Kami juga menghargai itu, namanya kesaksian yang meringankan,” ungkapnya saat dihubungi serayunews.com, Selasa (29/8/2017).

Menurutnya, pada proses pencarian Kas Daerah sebesar Rp 10,8 milliar, tidak ada mekanisme Surat Perintah Membayar (SPM). Penyidik menemukan peran dari tersangka Probo yang ikut menandatanggani surat pencairan uang tersebut.

Sebelumnya diberitakan, setelah menjalani pemeriksaan selama hampir lima jam, Kejaksaan Negeri (Kejari) Cilacap akhirnya menahan mantan Bupati dan Sekda Cilacap Probo Yulastoro serta Sayidi pada Senin (28/8/2017) sekitar pukul 14.50 WIB. Dalam pemeriksaan itu, Sayidi didampingi pengacara Deni Indrawan SH. Sementara dua pengacara Probo, Bambang Sriwahono dan Guyub Bekti Basuki tidak hadir. (Baca Juga : Kasus Korupsi Rp 10 M, Kejari Cilacap Tahan Mantan Bupati dan Sekda)

 

Festival Dolanan Anak Antisipasi Globalisasi

0

BREBES,SERAYUNEWS.COM-Pesatnya perkembangan teknologi saat ini, menjadi penyebab punahnya permainan anak tradisional. Lewat Festival Dolanan Anak yang diadakan Minggu (26/8/2017), Bumiayu Creative City Forum (BCCF) ingin mengikis pesatnya dampak dari pesatnya globalisasi.

“Era globalisasi sedikit banyak memberikan dampak terhadap eksistensi permainan tradisional,”kata Panitia Kegiatan Puji Onjie.

Dia mengatakan, saat ini anak-anak sekarang lebih gemar bermain modern seperti Playstation atau game online. Sebab, kata dia, permainan modern akan berdampak terhadap pembentukan karakter anak yang lebih individual dan egois.

Padahal menurut Puji, permainan tradisional mengandung nilai-nilai yang luhur seperti interaksi sosial. Pada permainan tradisional terdapat unsur kebersamaan, kejujuran, sportivitas dengan memegang teguh aturan yang telah disepakati.

“Di dalam permainan tradisional juga terdapat pesan atau kearifan yang terkait dengan pola adaptasi masyarakat terhadap lingkungannya. Hal tersebut yang nampaknya sulit ditemukan dalam permainan modern bersifat individual dan terpisah dari lingkungan sosial maupun alam,”ujarnya.

Untuk itu, tujuan dari diadakan Festival Dolanan Anak adalah untuk mengangkat dan mengembangkan kembali permainan tradisional sebagai upaya pelestarian. Pasalnya, anak sebagai generasi penerus bangsa perlu dibentuk dengan karakter yang menjunjung tinggi nilai sportivitas, kejujuran dan memiliki beradaptasi dengan lingkungannya.

Sementara itu, festival permainan tradisional dilombakan mainan lawas seperti, egrang bathok, becak-becakan, bakyak, blethokan, egrang bambu, panggalan, yoyo, congklak, kelereng (neker), bola bekel, ketapel, dam-daman, menclengan, layangan, gopak sodor dan yeyean.

Festival sendiri dilaksanakan di halaman Pendopo II Bupati di Kecamatan Bumiayu, Kabupaten Brebes. Acara ini hasil kerjasama Bumiayu Creative City Forum (BCCF) dengan Ikatan Mahasiswa Brebes Selatan (IMBS)

Tarjo Terima Dana CSR Untuk Pembangunan Rumah

0
Wakil Bupati Brebes (ketiga dari kanan) memberikan Tarjo dan Istrinya dana CSR

BREBES,SERAYUNEWS-Tarjo (51) dan istrinya Rodiah (49) Warga Desa Jagapura Rt.3 rw.3 Kecamatan Kersana hari ini bisa tersenyum dan bahagia, pasalnya impianya untuk memiliki tempat tinggal yang layak akan segera terwujud. Pembangunan rumah impianya yang merupakan hasil CSR dari Bank Jateng senin (28/8/2017) pagi mulai di kerjakan.

Wakil Bupati Brebes (ketiga dari kanan) memberikan Tarjo dan Istrinya dana CSR

Tarjo dan Rodiah sendiri orang tua dari Anton Raihan, anak yang beberapa waktu lalu diberitakan berhenti sekolah karena malu badannya kerap mengeluarkan bau tak sedap lantaran tidak memiliki anus.

Penyerahan dana CSR sebesar 20 juta rupiah dan Peletakan Batu pertama sebagai awal dimulainya pembangunan dilakukan langsung oleh Wakil Bupati Brebes Narjo, SH yang didamping Kepala Dinas Perumahan dan pemukiman, Camat Kersana, Kepala Desa Jagapura serta perwakilan Bank Jateng Cabang Brebes.

Wakil Bupati Brebes Narjo, SH berpesan kepada keluarga Tarjo untuk menggunakan dana yang diperoleh tersebut semaksimal mungkin dipergunakan untuk pembangunan Rumahnya. Dia mengingatkan, dana tersebut agar jangan digunakan untuk hal hal lain diluar itu.

“Uangnya jangan buat beli Gelang, HP ataupun yang lainya, gunakan sepenuhnya untuk pembangunan biar rumahnya cepet jadi,”ujar Wabup.

Mewakili Pemerintah Kabupaten Brebes Narjo juga mengucapkan banyak terimakasih kepada Bank Jateng yang telah memberikan CSR nya untuk Masyarakat Kabupaten Brebes dan berharap langkah bank Jateng ini dapat di ikuti oleh semua Perusahaan yang ada di wilayah Kabupaten Brebes agar bisa memberikan kebahagiaan yang sama kepada Tarjo tarjo yang lain diluar sana yang juga membutuhkan bantuan kita bersama.

Raihan sendiri saat ini telah kembali bersekolah, setelah ditengok dan dibujuk oleh Bupati Brebes Hj Idza priyanti, SE beberapa waktu lalu. Sementara itu Tarjo didampingi sang istri mengucapkan Banyak terima kasih kepada, Pemerintah Kabupaten Brebes, Bank Jateng serta semua pihak yang telah membantu keluarganya untuk mewujudkan mimpinya selama ini.

“Saya Do’a kan mudah mudahan semuanya diberikan Pahala yang berlipat ganda Dan mendapatkan kesuksesan dalam segala tugas-tugasnya,”katanya.

 

Kasus Korupsi Rp 10 M, Kejari Cilacap Tahan Mantan Bupati dan Sekda

0

CILACAP,SERAYUNEWS.COM-Setelah menjalani pemeriksaan selama hampir lima jam, Kejaksaan Negeri (Kejari) Cilacap akhirnya menahan mantan Bupati dan Sekda Cilacap Probo Yulastoro serta Sayidi pada Senin (28/8/2017) sekitar pukul 14.50 WIB. Dalam pemeriksaan itu, Sayidi didampingi pengacara Deni Indrawan SH. Sementara dua pengacara Probo, Bambang Sriwahono dan Guyub Bekti Basuki tidak hadir.

Mantan Sekda Cilacap, Sayidi keluar dari Kejari Cilacap menuju mobil BMW yang akan mengantarnya ke Lapas Cilacap untuk menjalani penahanan

Begitu keluar dari kantor Kejari Cilacap, Sayidi yang mengenakan baju batik coklat, langsung masuk kedalam mobil BMW warna merah, disusul Probo yang mengenakan kemeja warna biru bercelana jeans. Keduanya diantar petugas Lapas dan Kejari Cilacap dan menggunakan mobil BMW bernomor polisi R 7882 LB milik Probo, menuju Lembaga Masyarakat (Lapas) Cilacap yang bersebelahan dengan kantor Kejari Cilacap.

Pada Mei 2017 lalu, Kejari Cilacap menetapkan Probo sebagai tersangka disusul  Sayidi pada Agustus 2017 terkait kasus dugaan penyelewengan pengelolaan keuangan daerah Cilacap yang menyebabkan kas daerah bolong sebesar Rp 10,8 miliar.

Kepala Kejari Cilacap, Berdiaman Simalango melalui Kepala Seksi Pidana Khusus Bobi Haryanto menjelaskan, penahanan keduanya dilakukan hingga hingga 20 hari mendatang, terhitung mulai 28 Agustus sampai dengan 16 September 2017. Pertimbangan penanahan tersebut dilakukan agar keduanya tidak menghilangkan barang bukti, melarikan diri dan mengulangi tindak pidana.

“Sebelum ditahan keduanya menjalani pemeriksaan kesehatan oleh dokter Kejari Cilacap. Keduanya dinyatakan sehat,” jelasnya.

Probo Yulastoro
Mantan Bupati Cilacap, Probo keluar dari mobil BMW di depan Lapas Cilacap untuk menjalani penahanan
Empat Kali Janjikan Pengembalian Uang Negara

Lebih lanjut dijelaskan, Kejari Cilacap sudah memberikan toleransi kepada Probo yang menunda pemeriksaan dan janji akan mengembalikan uang kerugian negara. Namun, hingga hari yang dijanjikan uang tersebut belum juga dikembalikan.

“Berapa kali kita berikan toleransi, empat kali janji mengembalikan uang kerugian negara. Tetapi yang bersangkutan ingkar janji sehingga kami bersikap tegas,” ungkapnya.

Atas kasus tersebut, kata dia kedua tersangka dijerat UU No. 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU No. 20 Tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi.

Pengacar Sayidi, Deni Indriawan SH saat dikonfirmasi serayunews.com, mengatakan, pihaknya akan menghormati proses hukum yang berjalan dan akan mengajukan beberapa bukti dan saksi yang akan meringankan kliennya, Sayidi.

“Saya dan klien kooperatif dengan pihak Kejaksaan Cilacap, apapun nanti prosesnha tetap kita hormati. Ada beberapa hal dan saksi yang akan kami siapkan nanti dipersidangan untuk meringankan,” katanya.

Sementara itu, Bambang dan Guyub selaku pengacara Probo hingga Senin (29/8/2017) belum bisa dikonfirmasi.

Beraksi di Kereta Purwojaya, Jimat Pencuri Ini Tidak Mempan

0
Jimat, Serayunews.com, Pencurian mobil
Uang kuno dipercaya pelaku pencurian sebagai Jimat keberuntungan dan pelindung. Foto : Adi Kurniawan, Serayunews.com

CILACAP,SERAYUNEWS.COM-Pernakah anda mendengar atau mengetahui ada saudara, teman, rekan kerja, tetangga atau sahabat yang kehilangan barang berharga saat berpergian menggunakan kereta?  Atau mereka yang membawa tas berisi laptopnya tiba tiba tertukar dengan tumpukan buku saat naik kereta api? Kasus tersebut terungkap di Stasiun Purwokerto pada Kamis (24/8/2017) pagi. Guna melancarkan aksinya mencuri, seorang pria paruh baya ini mengandalkan satu paket jimat. Benda berupa sisik penyu, bunga kantil dan mata uang kuno itu dipercaya pelaku bisa membuat para penumpang tertidur pulas. Namun, keampuhan benda keramat itu ternyata tidak terbukti saat dia beraksi di kereta. Buktinya, Polisi Khusus Kereta Api (Polsuska) berhasil meringkus pelaku yang beraksi di KA Purwojaya relasi Gambir-Purwokerto-Cilacap.

Polsuska, Pencuri Kereta
Pelaku Spesialis Pencurian diatas Kereta diamankan Posuska KA Purwojaya di Stasiun Purwokerto. Foto : Humas Daop V Purwokerto

Manajer Humas PT Kereta Api Indonesia Daerah Operasi 5 Purwokerto, Ixfan Hendriwintoko mengungkapkan, penangkapan pelaku bermula dari kecurigaan dua personel Polsuska yaitu Dika Rimba dan Gus Gigih. Saat kereta melaju, keduanya curiga dengan gerak gerik pelaku yang beberapa kali berlalu lalang di gerbong kereta Eksekutif 3 KA Purwojaya.

“Pelaku yang pura-pura baru keluar dari toilet segera berjalan kembali ke tempat duduknya di nomor 7B,” jelasnya, saat dihubungi serayunews.com Kamis (24/8/2017).

Kecurigaan dua Polsuska itu terbukti. Saat berjalan, pelaku ternyata mengambil tas yang berada di rak barang atas tempat duduk. Polsuska dan Kondektur langsung meringkus pelaku karena mengetahui tas tersebut bukan milik penumpang lain. Petugas kemudian menurunkan dan mengamankan pelaku di Stasiun Purwokerto.

“Pelaku diketahui bernama Sugeng Subagyo (61), warga Bojong Rangkong, Jakarta Timur. Dia mengakui perbuatannya,” ungkapnya.

Pada pemeriksaan di Stasiun Purwokerto, kata dia, ditemukan barang bukti berupa tiga buku ukuran folio. Petugas juga menemukan kartu tanda penduduk (KTP) atas nama Tjandra Washita yang diduga palsu karena foto pada KTP tersebut merupakan wajah pelaku. Satu lembar surat izin mengemudi (SIM) bukan atas nama pelaku, dua obeng, 10 “Micro SD” yang diduga dari telepon pintar curian karena isinya berbeda-beda. Selain itu, ditemukan juga satu buah `power bank`, satu unit telepon pintar merek Xiaomi, dan dua buah `buff` atau penutup wajah.

“Buku dari kertas folio itu biasa digunakan pelaku untuk dimasukkan ke dalam tas korban sebagai pengganti laptop yang dia curi. Dari barang bukti yang ada, diduga pelaku spesialis pencurian di Kereta Api,” ungkapnya.

Lebih lanjut dijelaskan, pelaku akan segera diserahkan ke polisi untuk proses hukum lebih lanjut. Rekaman kamera pengintai yang terpasang di KA Purwojaya juga akan diserahkan kepada polisi sebagai data pendukung. Barang bukti lainya yang dibawa pelaku yaitu jimat yang berisi sisik penyu, bunga kantil, dan mata uang kuno.

“Jimat itu diyakini pelaku sebagai pengasihan dan biar tidak diketahui kalau mencuri.  Jadi indikasinya pecobaan tindakan pencurian yang telah digagalkan dan pemalsuan identitas,” ujarnya.

 

Gotong Royong Lewat Dunia Maya

0

JAKARTA, SERAYUNEWS.COM-Gotong royong adalah karakter masyarakat Indonesia. Lewat gotong royong masyarakat bisa menyelesaikan masalahnya seperti membuat jalan agar akses lalu lintas warga lancar jaya, membersihkan gorong-gorong atau got untuk mengantisipasi banjir dan pemberantasan penyakit demam berdarah, hingga bersih-bersih untuk keindahan dan kelestarian lingkungan. Tapi itu cerita dulu. Nilai itu semakin luntur terutama di masyarakat perkotaan.

Untuk mengembalikan semangat gotong royong itu, sebuah aplikasi untuk telepon pintar hadir di Indonesia. Namanya Atmago. Atmago adalah aplikasi pada telepon pintar yang bisa menghubungkan antar warga dalam satu lokasi berdekatan. Atmago bisa dijadikan media komunikasi warga antar Kecamatan atau Kabupaten.

Nene Sumiyati, perempuan 35 tahun warga RT 04 RW 12 Kelurahan Penjaringan Kecamatan Penjaringan Jakarta Utara, adalah salah satu pengguna Atmago. Lewat aplikasi atmago, Sumiyati menggerakkan warga RT 04 untuk bergotong royong membersihkan gorong-gorong air. Kelancaran air di gorong-gorong sangat mempengaruhi kenyamanan hidup di warga RT 04 yang kondisi warganya super padat. Bayangkan saja dalam satu RT dihuni 175 kepala keluarga. Bandingkan dengan sebuah RT di Kelurahan Pondok Benda Kecamatan Pamulang Tangerang Selatan, dengan luas wilayah yang lebih besar satu RT dihuni 75 kepala keluarga. Terbayang kan padatnya RT 04 di Penjaringan tadi.

Karena kepadatannya itu memunculkan beragam masalah, salah satunya soal pembuangan air limbah rumah tangga. Got yang dipenuhi sampah menjadi penghambat kelancaran pembuangan. Menunggu petugas pemerintah untuk membersihkan got hanya memperpanjang masalah. Alasannya petugas pemerintah tidak siap sedia karena masalah seperti itu mayoritas dialami oleh warga di Jakarta.

Terjun untuk menyelesaikan permasalahan sendiri adalah pilihan yang tepat. Sumiyati bersama pengurus RT bersama-sama menggerakkan pemuda untuk bergerak membersihkan gorong-gorong. Kamis pagi bertepatan dengan 17 Agustus 2017, para pemuda RT 04 Kelurahan Penjaringan bergotong-royong menyedot air mampet, mengangkuti sampah-sampah. “Kami punya tenaga andal untuk menyelam di air got yang kotor itu,” kata Sumiyati kepada Serayunews.com. Dalam dua jam terkumpul belasan kantong berisi sampan dari gorong-gorong RT 04.

Acara kerja bakti itu dilanjutkan dengan perlombaan ala peringatan 17 Agustus seperti balap karung, menggambar, hingga lomba joget dangdut. Di tengah hiruk pikuk lomba itu, para penggiat Atmago seperti Sumiyati dan Unggul Cahyono Edi mengenalkan aplikasi mobile tersebut kepada warga RT 04.

“Atmago media warga yang bisa menjadi alternative komunikasi antar warga,” kata Unggul yang juga Sekretaris RT 04.

Alfan Rodhi, Direktur Atmago Indonesia, yang juga hadir dalam acara kerja bakti warga RT 04, mengapresiasi warga Penjaringan yang memanfaatkan aplikasi Atmago. Menurut Alfan Atmago bertujuan untuk menguatkan kembali hubungan antar warga. Hubungan yang kuat bisa menjadi kekuatan warga untuk menyelesaikan masalah yang selama ini belum ketemu jalan keluarnya. Budaya masyarakat Indonesia seperti gotong royong memudahkan aplikasi Atmago bisa dimanfaatkan warga.

Tidak sekadar urusan kerja bakti, Atmago juga bisa dimanfaatkan secara individu maupun komunitas. Ia menceritakan seorang tukang pijat di daerah Pluit Jakarta Utara aktif menggunakan Atmago untuk mendapatkan pelanggan di daerah sekitarnya. Pucuk dicinta ulam tiba. Pemijat itu mendapatkan pelanggannya.

Setali tiga uang dengan tukang pijat itu, pengurus Pondok Pesantren di Lamongan Jawa Timur kesulitan mendapatkan dukungan pendanaan. Lewat aplikasi Atmago para pengurus mengumumkan kebutahan dana pembangunan. Masyarakat dengan radius belasa kilometer dari pondok antusias mendukung pembangunan Pondok tersebut. Walhasil urusan kekurangan dana sedikit teratasi. Itulah sedikit manfaat Atmago yang bisa dirasakan oleh warga di beberapa tempat.

Alfan berharap Atmago bisa dimanfaatkan oleh warga di semua Kabupaten terutama warga yang tergolong kelas ekonomi menengah ke bawah. “Rata-rata pengguna Atmago berpenghasilan rendah,” ujarnya. Saat ini Atmago baru dimanfaatkan oleh warga di Jakarta Bekasi, Tangerang, Subang, Yogyakarta, Lamongan, dan Malang. Alfan sangat terbuka untuk menambah daya rambah Atmago ke daerah lain. Tidak menutup kemungkinan di Kabupaten Cilacap, Banyumas, dan Kebuman di Jawa Tengah.

Alfan mengatakan setiap daerah memiliki karakter masing-masing dalam menggunakan Atmago. Ada daerah yang senang menggunakan Atmago dengan menginformasikan tentang pelayanan publik. Ini didominasi oleh warga di perkotaan seperti Jakarta, Tangerang, dan Bekasi. Adapun di Subang Jawa Barat, warga pengguna Atmago cenderung menginformasikan hal-hal yang bersifat seni dan budaya. “Warna Atmago sangat dipengaruhi oleh penggunanya,” kata Caprit pegiat Atmago Subang.

Dengan karakter seperti itu, Alfan menambahkan, warga Cilacap yang ingin memanfaatkan Atmago bisa menentukan sendiri warna dari Atmago. Misalnya saja menggunakan aplikasi Atmago untuk pelaporan layanan publik, kondisi jalanan yang rusak, hingga pelayanan kesehatan.

Aan, pedagang batagor sekaligus pengelola Komunitas Desa Widarapayung Cilacap, mengatakan aplikasi yang menghubungkan warga akan sangat membantu warga itu sendiri. Penilaian Aan itu mengacu pengalamannya yang mengelola Group Facebook Widarayapung. Dari group itu antar warga berbagi informasi peristiwa, kejadian, acara yang ada di seputar Widarapayung. Namun selama ini aktivitas group hanya sebatas memberikan informasi.

Aan berharap groupnya bisa menggerakkan warga untuk menggelar acara atau program yang bermanfaat untuk lingkungan. “Kalau bisa membantu warga yang kurang mampu,” katanya. Mengetahui Atmago yang bisa menggerakkan warga, Aan tertarik untuk mencoba aplikasi tersebut. “Asalkan aplikasinya gratis, itu perlu dicoba di Cilacap,” katanya.