Home Blog Page 3

Empat Perwira di Polres Cilacap dimutasi

0
Kepala Kepolisian Resor Cilacap Ajun Komisaris Besar Polisi Yudo Hermanto SIK mempimpin pelaksanaan upacara serah terima jabatan Kabagsumda, Kapolsek Adipala, Kapolsek Binangun dan Kapolsek Dayeuhluhur di halaman apel Polres Cilacap, Rabu pagi (23/8/2017)

CILACAP-Sejumlah Perwira yang menduduki jabatann sebagai Kepala Satuan dan Kepala Polisi Sektor di wilayah hukum Polres Cilacap dirotasi. Serah terima jabatan dipimpin Kapolres Cilacap AKBP Yudo Hermanto pada Rabu (23/8/2017)

Polres Cilacap
Kabagsumda dan Tiga Kapolsek diambil sumpah saat upacara serah terima jabatan di Mapolres Cilacap, Rabu (23/8/2017)

Dalam sambutanya, Kapolres mengatakan, mutasi meruapakan suatu hal yang wajar dilaksanakan secara dinamis dalam organisasi Polri. Hal itu bertujuan untuk kepentingan organisasi dan penyegaran dalam rangka pembinaan karier Polri.

“Mutasi dan rotasi di lingkungan Polri adalah hal yang biasa dalam rangka penyegaran dan berjalannya organisasi serta memberikan kesempatan untuk berkarier yang lebih baik,” jelasnya.

Para Perwira Polres yang dirotasi diantaranya, Kepala Bagian Sumber daya (Kabagsumda) kini dijabat Kompol Sukirwan SH yang sebelumnya menjabat sebagai Kabagsumda Polres Banjarnegara. Sementara pejabat Kabagsumda sebelumnya, Kompol Endang Haryati SH Kompol Endang Haryati SH kini menjabat diperintahkan untuk mengemban jabatan barunya sebagai Kasubbag Instruktur Gadik di Sekolah Polisi Negara (SPN) Purwokerto.

Dalam lingkup Polsek jajaran Polres Cilacap juga terjadi pergeseran kepemimpinan diantaranya Kapolsek Adipala, Kapolsek Binangun dan Kapolsek Dayeuhluhur.

Hal itu dikarenakan pejabat yang sebelumnya telah memasuki masa purna tugas. Kapolsek Adipala resmi diserah tugaskan kepada AKP Gatot Sumbono dan Kapolsek Binangun kini resmi dijabat AKP Ponijan yang sebelumnya merupakan Kapolsek Dayeuhluhur. Iptu Gatot Udi yang sebelumnya Wakapolsek Adipala mendapat promosi jabatan menjadi Kapolsek Dayeuhluhur.

Untuk pejabat baru, lanjut dia, tantangan tugas kedepan tidak akan mudah, oleh karena itu setelah mengemban jabatan yang baru harus segera bergegas menyesuaikan diri. Para pejabat baru dilingkungan Polres maupun Polsek harus mengenali adat istiadat maupun karakteristik masyarakat.

“Saya mengucapkan terimakasih atas kinerja, dedikasi serta loyalitas yang telah diberikan oleh Kompol Endang Haryati selama bertugas sebagai Kabagsumda dan selamat atas jabatan barunya.

Alih pimpinan jabatan merupakan sirkulasi atau suatu dinamika dalam organisasi sebagai bentuk penyegaran atau pembinaan karir,” ungkapnya.

Kepala Kepolisian Resor Cilacap Ajun Komisaris Besar Polisi Yudo Hermanto SIK mempimpin pelaksanaan upacara serah terima jabatan Kabagsumda, Kapolsek Adipala, Kapolsek Binangun dan Kapolsek Dayeuhluhur di halaman apel Polres Cilacap, Rabu pagi (23/8/2017)

Ia menambahkan, para pejabat dilingkungan Polres Cilacap harus segera melaksanakan lima hal. Diantaranya, meningkatkan kinerja seluruh jajaran kepolisian serta menjadikannya sebagai suatu tindakan yang konsisten, melaksanakan tugas sesuai perundangandan peraturan yang berlaku, mengembangkan kesadaran masyarakat bahwa kamtibmas menjadi suatu hal yang tetap penting dan relevan, selalu memerangi kejahatan serta menekan angka kriminalitas dan tindak pidana korupsi dan terus meningkatkan perlindungan, pengayoman dan pelayanan kepada masyarakat.

Ditemukan di Hutan Pinus, Warga Binangun diduga Jadi Korban Pembunuhan

0

CILACAP,SERAYUNEWS.COM-Jasad warga Desa Kepudang Kecamatan Binangun yang ditemukan di hutan pinus diduga korban pembunuhan. Penemuan jasad yang mengegerkan warga di sekitar Hutan Pinus Desa Winduaji Kecamatan Paguyangan Kabupaten Brebes terjadi pada Minggu (20/8/2017) dini hari sekitar pukul 01.00 WIB. Polres Brebes kini terus menyelidiki kasus tersebut.

Kapolres Brebes AKBP Sugiarto, SH SIK MSI melalui Kasat Reskrim AKP Arwansa mengungkapkan, berdasarkan pemeriksaan saksi Karso bin Warto (30) warga Dukuh Benda RT 07 RW 05 Desa Winduaji, Kecamatan Paguyangan, Brebes. Ia mengaku pada Sabtu 19 Agustus 2017 pukul 18.30 WIB, melihat ada mobil kijang warna gelap pada saat melintas di lokasi penemuan mayat. Berselang 30 menit kemudian, Warso melihat mobil sudah tidak ada. Namun dia mendapati mayat tergeletak di lokasi mobil tersebut.

“Saat itu Warto mengira benda tersebut boneka besar bekas karnaval tujuh belasan yang dibuang,” jelasnya seperti dikutip Tribratanews.

Pada hari berikutnya, kata dia, Yanto (25) dan Sulam Sasmita (59) warga Desa Winduaji Kecamatan Paguyangan melihat ada mayat di lokasi yang sama. Keduanya kemudian melapor polisi.

“Saat ditemukan mayat perempuan memakai celana jens panjang warna biru, baju kaos tanktop warna ping dan memakai jaket jean warna biru, BH warna merah, dan celana dalam crem motif bibir. Jasad korban kemudian dibawa ke RSUD Brebes,” ungkapnya.

Berdasarkan hasil identifikasi, korban bernama Desti Pratika (27) warga jalan Salam RT 05 RW 03, Desa Kepudang, Kecamatan Binangun, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah. Korban saat ini diautopsi di RSUD Brebes. Tanda-tanda lain yang menguatkan bahwa wanita tersebut adalah korban pembunuhan, yaitu ditemukan luka bekas kekerasan. Di antaranya luka memar di ketiak kanan, perut, paha dan luka lecet. Polisi hingga kini masih melakukan penyelidikan kasus ini

korban pembunuhan desa kepudang binangun
Jenazah Korban tiba d irumah duka Desa Kepudang Kecamatan Binangun, Senin (21/8/2017)

Kapolres Cilacap AKBP Yudho Hermanto melalui Kepala Unit Reskrim Polsek Binangun, Ipda Suharno membenarkan saat dikonfirmasi terkait dugaan kasus pembunuhanan pada persitiwa itu. Saat ini jasad korban sudah sampai ke rumah duka di Desa Kepudang Kecamatan Binangun. Menurutnya, anggota Polres Cilacap dan Polsek Binangun kini membantu penyelidikan kasus tersebut bersama Polres Brebes.

“Ada dugaan pembunuhan. Kami masih melakukan penyelidikan bersama Polres Brebes. Jasadnya sudah dirumah duka dan malam ini langsung dimakamkan,” jelasnya saat dihubungi serayunews.com, Senin (21/8/2017).

STNK Mati Pajak Bisa ditilang

0
Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Cilacap, AKP Ahmad Ghifar Al Ahfaqsyi dan Kepala Badan Pengelolaan Pendapatan Daerah (BPPD) Jateng, Ihwan Sudrajat usai menggelar sosialiasi Pembebasan Denda dan Bea Balik Nama (BBN2) di Pendopo Kecamatan Kroya, Senin (21/8/2017).

CILACAP,SERAYUNEWS.COM-Persoalan mengenai kendaraan yang ditilang karena Surat Tanda Nomor kendaraan (STNK) yang telat membayar pajak, kerap menjadi perdebatan. Baik di forum media sosial maupun perbincangan dikalangan masyarakat pada umumnya. Hal itu juga menjadi bahan pertanyaan salah satu warga Kroya yang mengikuti Sosialisasi Pembebasan Denda dan Bea Balik Nama (BBN2) di Pendopo Kecamatan Kroya.

“Apakah STNK yang belum membayar pajak bisa ditilang,” kata salah satu peserta Sosialisasi Pergub Jateng No 44 Tahun 2017 pada Senin (21/8/2017).

Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Cilacap, AKP Ahmad Ghifar Al Ahfaqsyi mengatakan, pengendara harus bisa menunjukan STNK yang sah ketika berkendara. Polisi Lalu Lintas (Polantas) akan melakukan penindakan atau memberikan bukti pelanggaran (tilang) kepada pengendara yang telat membayar pajak dan STNK-nya tidak disahkan. Dalam hal ini, pengesahan yang dimaksud adalah ketika membayar pajak setiap satu tahun sekali.

“Dalam satu tahun sekali, STNK harus disahkan oleh Polri. Silakan lihat di STNK masing-masing, ada 4 (empat) kotak yang harus distempel setiap tahun,” jelasnya.

Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Cilacap, AKP Ahmad Ghifar Al Ahfaqsyi, Kepala BPPD Jateng, Ihwan Sudrajat dan warga berfoto usai menggelar sosialiasi Pembebasan Denda dan Bea Balik Nama (BBN2) di Pendopo Kecamatan Kroya, Senin (21/8/2017).

Dijelaskannya, Undang Undang Negara Republik Indonesia No 22 Tahun 2009, di antaranya pada Pasal 288 ayat (1) berbunyi, “Setiap orang yang mengemudikan Kendaraan Bermotor di Jalan yang tidak dilengkapi dengan Surat Tanda Nomor Kendaraan Bermotor atau Surat Tanda Coba Kendaraan Bermotor yang ditetapkan oleh Kepolisian Negara Republik Indonesia sebagaimana dimaksud dalam Pasal 106 ayat (5) huruf a dipidana dengan pidana kurungan paling lama 2 (dua) bulan atau denda paling banyak Rp. 500.000,00 (Lima Ratus Ribu Rupiah).”

Sedangkan menurut Peraturan Kapolri Nomor 5 Tahun 2012 tentang Registrasi dan Identifikasi Kendaraan Bermotor. Pasal 37 ayat (2) yang berbunyi, “STNK berfungsi sebagai bukti legitimasi pengoperasian kendaraan bermotor.”
Dan ayat (3) yang berbunyi, “STNK berlaku selama 5 (lima) tahun sejak tanggal diterbitkan pertama kali, perpanjangan atau pendaftaran mutasi dari luar wilayah regident dan harus dimintakan pengesahan setiap tahun.”

Mengacu pada aturan tersebut, kata dia, STNK dinyatakan belum sah jika pajaknya belum dibayarkan dan Petugas Polri dapat melakukan penindakan.

“Saran saya, sebagai Warga yang baik, patuhi peraturan lalu lintas dan taat membayar pajak,” ungkapnya.

Tunggakan Pajak Ranmor Jateng Capai 2 Triliun Lebih

0

CILACAP,SERAYUNEWS.COM-Tunggakan pajak kendaraan bermotor di Provinsi Jawa Tengah pada 2017 ini ternyata mencapai Rp 2,2 triliun. Sementara, target dari Pajak Kendaraan Bermotor mencapai Rp 3,6 Triliun. Hal itu diungkapkan Kepala Badan Pengelolaan Pendapatan Daerah (BPPD) Jateng, Ihwan Sudrajat usai menggelar sosialiasi Pembebasan Denda dan Bea Balik Nama (BBN2) di Pendopo Kecamatan Kroya, Senin (21/8/2017).

Kepala BPPD Jateng, Samsat Jateng, Samsat Cilacap
Kepala Badan Pengelolaan Pendapatan Daerah (BPPD) Jateng, Ihwan Sudrajat usai menggelar sosialiasi Pembebasan Denda dan Bea Balik Nama (BBN2) di Pendopo Kecamatan Kroya, Senin (21/8/2017).

Menurutnya, rendahnya tingkat kepatuhan dari para pemilik kendaraan bermotor baik roda dua dan empat di Jawa Tengah sebesar 70 persen. Sebagian besar para penunggak pajak kendaraan bermotor itu, didominasi pajak kendaraan roda dua yang jumlahnya mencapai 10 juta unit kendaraan. Dari target dan tunggakan tersebut, dinilai masih jauh dari kebutuhan untuk pembangunan infrastuktur jalan yang nilainya mencapai Rp 6 Trilliun.

“Tingkat kepatuhan masyarakat yang membayar pajak kendaraan bermotor di Jawa Tengah masih rendah. Yang paling banyak itu dari kendaraan roda dua. Dari angka 10 juta wajib pajak kendaraan roda dua itu, hanya ada kurang dari 50 persen yang sudah membayar pajak,” jelasnya.

Menurutnya, kendaraan bermotor baik roda dua dan empat berplat nomor Provinsi lain yang beroperasi di Provinsi Jawa Tengah, sebaiknya memanfaatkan program ini. Di wilayah Semarang sendiri, ada sebanyak 15 persen kendaraan berplat luar daerah yang beroperasi di wilayah Semarang. Hal itu sangat disayangkan, mengingat pajak kendaran bermotor yang diterima Provinsi Jateng digunakan untuk pembangunan infrastruktur jalan. Untuk itu, pihaknya berencana akan mengajukan usulan kepada Direktorat Lalu Lintas Polri untuk bisa menindak atau menilang kendaraan berplat luar daerah yang beroperasi di Provinsi Jawa Tengah.

“Jadi mereka yang berplat nomor luar daerah, pajaknya juga masuk ke daerah lain. Sementara operasional kendaraanya menggunakan jalan di Provinsi Jateng, itu sangat disayangkan. Dengan adanya program ini sebaiknya dimanfaatkan,” ujarnya.

Mobil Samsat Keliling di Kantor Kecamatan Kroya melayani para pembayar pajak kendaraan bermotor baik roda dua dan empat.

Ihwan mengatakan, program pembebasan denda dan Bea Balik Nama (BBN 2) berdasarkan Peraturan Gubernur Nomor 44 Tahun 2017. Kebijakan tersebut merupakan insentif dari Pemerintah Provinsi Jateng bagi para penunggak pajak kendaraan bermotor. Untuk itu, masyarakat diharapkan bisa memanfaatkan kesempatan tersebut. Pasalnya, program tersebut hanya tidak akan berulang lagi pada tahun berikutnya. Dengan adanya program tersebut, diharapkan target pajak kendaraan bermotor pada 2017 bisa tercapai.

“Ditujukan bagi para penunggak pajak kendaraan bermotor. Kebijakan ini merupakan tahun terakhir, tahun depan tidak diterbitkan lagi. Hal ini bertujuan untuk mendidik masyarakat agar taat membayar pajak,” ungkapnya.

Baca Juga : Mulai Senin, Gratis Denda dan Biaya Balik Nama

Tenggak Miras Oplosan, Warga Gumilir Tewas

0
Miras Cilacap, Miras Oplosan
Ilustrasi : Ratusan botol minuman keras dimusnahkan di halaman Mapolres Cilacap

CILACAP,SERAYUNEWS.COM-Minuman keras oplosan kembali menelan korban. Seorang pemuda warga jalan Laban, Kelurahan Kebonmanis Kecamatan Cilacap Utara sempat dilarikan ke Rumah Sakit usai mengkonsumsi minuman keras bercampur Potasium Cyanide. Namun nahas, nyawa pemuda berusia 24 tahun berinsial BP itu tak terselamatkan.

Miras Cilacap, Miras Oplosan
Ilustrasi : Ratusan botol minuman keras dimusnahkan di halaman Mapolres Cilacap

Kapolres Cilacap AKBP Yudho Hermanto melalui Kasubaghumas Polres Cilacap AKP Bintoro R Wasono menjelaskan, kejadian itu bermula ketika korban bersama dua rekannya mengkonsumsi miras pada Jumat (18/8/2017) malam, di Jalan Cendana RT 3 RW 3 Kelurahan Kebonmanis Kecamatan Cilacap Utara. Setelah beberapa kali menambah takaran miras, korban memasukan Potasium Cyanide dan mengajak dua rekannya mengkonsumsi miras lagi.

“Mereka mengkonsumsi miras berjenis Ciu sekitar pukul 19.30 WIB,” ungkapnya, Senin (21/8/2017).

Berselang beberapa saat, kata dia, dua teman korban merasasakan aneh dengan rasa mimunan tersebut. Tenggorokan mereka terasa panas dan juga merasakan mual. Karena reaksi itu, keduanya berusaha menimun air kelapa muda. Hal itu dimaksudkan untuk mengurangi pengaruh alkohol dari miras yang dikonsumsi. Akan tetapi, korban sendiri tidak meminum kelapa muda. Sekitar pukul 00.00 WIB, korban lemas dan merasa sesak nafas.

“Mengetahui korban lemas dan sesak nafas, dua rekan korban kemudian membawa ke Rumah Sakit Islam (RSI) Fatimah. Sekitar pukul 00.30 WIB, korban dinyatakan telah meninggal dunia,” jelasnya.

Ia menambahkan, dari hasil olah TKP dan pemeriksaan saksi, tidak ditemukan tanda tanda penganiyaan pada tubuh korban. Sementara menutur keterangan dokter, korban meninggal dunia dikarenakan keracunan minuman keras oplosan

Mulai Senin, Gratis Denda dan Biaya Balik Nama

0

CILACAP,SERAYUNEWS.COM-Bagi para pemilik kendaraan bermotor baik roda dua maupun empat yang belum membayar pajak atau kendaraan yang masih berplat nomor luar daerah Cilacap, manfaatkan kesempatan ini. Unit Pelayanan Pendapatan Daerah (UPPD) Kabupaten Cilacap atau Kantor Samsat, membebaskan Denda administrasi pajak kendaraan bermotor (PKB) mulai 21 Agustus hingga 30 November 2017. Tidak hanya PKB, tetapi Bea Balik Nama (BBN 2) juga digratiskan mulai 21 Agustus hingga 30 Desember 2017.

Kepala Kantor UPPD Cilacap Purwantoro, melalui Kepala Seksi Pajak, Yudo Firstyono menjelaskan, program ini sesuai dengan Peraturan Gubernur Jawa Tengah nomor 44 Tahun 2017 tentang Tata Cara Pembebasan BBN 2 bagi Kendaraan Dalam dan Luar Provinsi Jawa Tengah dan Pembebasan Sanksi Administrasi PKB. Bagi masyarakat yang memiliki kendaraan dengan nomor polisi luar Cilacap, serta masih memiliki tunggakan pajak sebaiknya memanfaatkan program tersebut.

“Program ini akan diluncurkan secara resmi di Kecamatan Kroya, Senin (20/8/2017),” jelasnya.

Program ini, kata dia, dilakukan dalam rangka HUT RI dan juga untuk mengintensifkan pajak masuk ke daerah. Menurutnya, masih banyak kendaraan dengan nomor polisi dari luar Cilacap pemiliknya berada di Cilacap. Sehingga hal itu merepotkan pemilik kendaraan yang akan membayar pajaknya hingga ke luar daerah. Selain itu, kendaraan berplat nomor luar daerah yang digunakannya setiap hari di Cilacap, pajaknya tidak masuk ke daerah. Sang

“Sangat disayangkan masyarakat yang masih mempunyai kendaraan plat nomor luar daerah Cilacap, pajaknya tidak masuk ke Cilcacap. Karena itu, masyarakat yang ingin menggunakan kesempatan ini langsung melakukan proses mutasi kendaraan bermotor dilanjut dengan permohonan pembebasan sanksi administrasi ke Kantor Samsat Cilacap,” ungkapnya.

Karnaval Pembangunan dan Aksi Terjun Payung digelar Rabu Pekan Ini

0
Ilustrasi : Aksi Terjun Payung akan meriahkan Karnaval Pembangunan dalam rangka HUT RI ke72 di Kabupaten Cilacap

CILACAP,SERAYUNEWS.COM-Dalam rangka memeriahkan Peringatan Kemerdekaan RI, Panitia peringatan HUT RI ke-72 Tingkat Kabupaten Cilacap akan menggelar Karnaval Pembangunan dan kendaraan hias. Berbeda dengan tahun sebelumnya, pada Karnaval kali ini, menurut rencana juga akan digelar atraksi terjun payung dari Detasemen Jala Mengkara (Denjaka) TNI Angkatan Laut. Karnaval pembangunan dan kendaraan hias akan digelar pada Rabu, 23 Agustus 2017.

Ilustrasi : Aksi Terjun Payung akan meriahkan Karnaval Pembangunan dalam rangka HUT RI ke72 di Kabupaten Cilacap

Kepala Bagian Humas dan Protokol Setda Cilacap Taryo Sos MSi mengatakan, karnaval tersebut akan dilepas oleh Bupati Cilacap H Tatto Suwarto Pamuji dari Jalan Setiabudi pukul 13.00 WIB. Rute yang akan dilewati yaitu Jl. Setia Budi (Muhandas) -Jl. Perintis Kemerdekaan-Jl. Gatot Subroto-Jl. S.Parman-Jl. Jend. Sudirman-Finish Alun-alun Kabupaten Cilacap. Sedangkan pesertanya semua SKPD, Perusahaan BUMN, BUMD, Swasta, sekolah dan masyarakat.

“Karnaval pembangunan dan kendaraan hias digelar Rabu (23/8/2017, silahkan bagi masyarakat Cilacap dan sekitarnya yang akan menyaksikan untuk memeriahkan dan menyemarakan kegiatan ini,” ungkapnya.

Dikatakannya, ikut menyemarakan kegiatan karnaval tersebut ada kegiatan terjun payung dari Pasukan Khusus TNI AL Denjaka. Sekitar 5 hingga 10 penerjun akan mendarat di Alun-alun Kabupaten Cilacap. Sementara, gladi bersih acara dilakukan pada Selasa 22 Agustus sekitar pukul 14.00 WIB.

“Untuk panggung kehormatan pada tahun ini berlokasi di depan Taman Zebra. Kegiatan karnaval ini merupakan salah satu kegiatan yang sangat menarik dan selalu menyedot perhatian warga masyarat, terlebih pada tahun ini akan dimeriahkan oleh atraksi terjun payung,” ujarnya.

Mortir Aktif ditemukan di Pengepul Rongsok Tegalkamulyan

0

CILACAP,SERAYUNEWS.COM-Sebuah mortir aktif ditemukan di tempat pengepul barang rongsokan, di Jalan Manunggal RT 02 RW 15 Kelurahan Tegalkamulyan Kecamatan Cilacap Selatan.

Mortir Cilacap
Sebuah Mortir berukuran besar ditemukan di tempat pengepulan rongsok

Kejadian itu bermula ketika Zaenal Mutaqin (35) warga Jalan Bogowonto, RT 03 RW 08 Kelurahan Donan Kecamatan Cilacap Tengah bermain ke rumah Suyatno (51) seorang Pedagang rongsok. Zaenal saat itu curiga dengan sebuah benda yang berada di gudang rongsok milik Suyatno. Setelah dicek, benda tersebut ternyata berbentuk seperti peluru besar. Takut terjadi apa apa, mereka kemudian melapor ke Polres Cilacap.

Kapolres Cilacap AKBP Yudho Hermanto melalui Kapolsek Cilacap Selatan AKP Totok Nuryanto SH, membenarkan kejadian tersebut. Dijelaskannya, sehari sebelumnya yaitu pada Jumat (18/8/2017) sekitar pukul 10.00 WIB, ada seorang laki-laki tidak dikenal datang yang akan menjual bei ke tempat penjual rongsok milik Suyatno. Karena Suyatno tidak berada di gudang, kemudian benda tersebut diterima dan dibayar oleh Roliyah (48), salah satu pekerja di tempat pengepul rongsok itu. Oleh Roliyah, barang tersebut dibayar dengan harga Rp. 50.000.

“Setelah mendapat laporan, kami langsung merespon dengan mendatangi lokasi. Anggota Satreskrim dan Satintel Polres Cilacap juga datang ke lokasi untuk melalukan olah TKP,” jelasnya saat dihubungi serayunews.com, Sabtu (19/8/2017).

Berdasarkan keterangan Roliyah, penjual benda yang dibungkus kertas semen berwarna coklat itu mengaku membeli barang tersebut dengan harga Rp 20.000. Laki laki tak dikenal dengan kisaran umur antara 17 hingga 20 tahun itu meminta agar Suyatno membeli barang tersebut dengan harga Rp 50.000. Setalah menerima pembayaran, lelaki itu kemudian meninggalkan pengepulan rongsok menuju arah barat atau Politeknik Cilacap.

“Oleh si pengepul rongsok, Suyatno tidak dicek dan hanya diletakan begitu saja. Jadi dikira besi biasa,” ungkapnya.

Mortir Aktif
Tim Gegana mengevakuasi mortir yang ditemukan di pengepul Rongsok Kelurahan Tegalkamulyan Kecamatan Cilacap Selatan

Dari penemuan tersebut, kata dia, Polres Cilacap menghubungi tim Penjinak Bom Unit Gegaba Purwokerto. Setelah mendatangi TKP sekitar pukul 13.30, tim kemudian mengevakuasi mortir ke tempat aman.

“Beratnya sekitar 17 kilogram, tinggi 78 sentimeter dengan diameter 41,4 sentimeter. Berbentuk milik peluru bertuliskan RM 49×17/430, S 33/56, T.4.2 M a5/56. Diduga mortir tersebut masih aktif,” pungkasnya.

4 Upacara Unik Memperingati HUT Kemerdekaan RI Ke-72

0
Unik Upacara 17 Agustus
Upacara Unik

CILACAP,SERAYUNEWS.COM-Upacara untuk memperingati Hari Kemerdekaan Indonesia pada tiap tanggal 17 Agustus, merupakan sebuah kewajiban bagi seluruh insntasi pemerintah, sekolah dan sejumlah instansi swasta lainnya. Hakikat upacara bendera adalah bentuk penghormatan peserta upacara kepada bendera yang akan dikibarkan dan mewujudkan rasa nasionalisme.

Umumnya, upacara bendera dilakukan di sebuah lapangan dengan proses resmi protokoler. Namun belakangan, tata cara dan pelaksanaan acara dirubah. Diantaranya yaitu dengan merubah tempat upacara bendera dan tata cara pelaksanaan. Meski tidak seresmi upacara biasa, upacara yang digelar selain di lapangan ini tetap hikmat. Berikut ini rangkuman serayunews.com di Cilacap dan Banyumas,

1. Denjaka TNI AL Upacara di Pantai Teluk Penyu
Denjaka TNI AL, Teluk Penyu, Upacara Unik
Denjaka TNI AL menggelar Upacara HUT Kemerdekaan RI ke 72 di pantai Teluk Penyu Cilacap. Bendera merah putih berukuran besar dikibarkan di Mercusuar di perairan Pantai Teluk Penyu

Detasemen Jalamangkara (Denjaka) TNI Angkatan Laut melaksanakan upacara peringatan HUT Ke-72 Kemerdekaan Republik Indonesia di pantai Teluk Penyu. Satuan elit gabungan dari Komando Pasukan Katak dan Intai Amfibi TNI AL ini mengibarkan bendera besar berukuran 9 x 12 meter pada mercusuar setinggi 20 meter yang berada di tengah Pantai Teluk Penyu. Selain diikuti puluhan prajurit Denjaka, upacara tersebut juga melibatkan prajurit Pangkalan TNI AL Cilacap dan tekong perahu wisata.

 

Denjaka, Pantai Teluk Penyu
76 Prajurit Denjaka Berenang sejauh 10 KM di perairan pantai Teluk Penyu Cilacap sebelum pelaksanaan upacara

Sebelum pelaksanaan upacara, sebanyak 76 prajurit Denjaka berenang dari dan kembali menuju pantai Teluk Penyu Cilacap dengan total jarak yang ditempuh sekitar 10 kilometer. Komandan Denjaka Kolonel Marinir Bambang Wahyuono mengatakan, upacara peringatan HUT Ke-72 Kemerdekaan RI di Pantai Teluk Penyu karena secara bersamaan Denjaka sedang menggelar latihan di Cilacap. Kegiatan latihan di Cilacap merupakan yang pertama kalinya karena kota itu merupakan salah satu penyangga terluar Jakarta

Komandan Denjaka TNI AL Kolonel Marinir Bambang Bambang Wahyuono usai memimpin upacara peringatah HUT Kemerdekaan RI ke 72 di Pantai Teluk Penyu Cilacap

“Ini momentum yang baik bagi kita untuk bisa menunjukkan bahwa kita mempunyai sumber daya laut yang sangat melimpah. Kami juga mendukung program pemerintah dalam mewujudkan Indonesia sebagai poros maritim dunia,” jelasnya kepada serayunews.com

2. Upacara di Kecamatan Kampung Laut menggunakan perahu
Kampung Laut, Upacara Kampung Laut
Ratusan peserta mengikuti Upacara HUT Kemerdekaan RI ke 72 di laguna Segara Anakan Kampung Laut dengan menggunakan perahu. Foto : Kustoro Payau

Di Kecamatan Kampung Laut, Upacara digelar ditengah Laguna Segara Anakan. Ratusan peserta berada diatas perahu saat upacara berlangsung. Pelaksanaan upacara di tengah Segara Anakan menggunakan perahu sudah kelima kalinya sejak 2013 lalu. Saat itu upacara diikuti oleh 4 Desa yang ada di Kampung Laut, instansi, tokoh masyarakat, lembaga serta Himpunan Seluruh Nelayan Indonesian (HSNI). Di Kecamatan yang bersebelahan dengan pulau Nusakambangan itu,  ada 25 pulau yang hanya 5 pulau di antaranya yang dihuni warga. Camat Kampung Laut, Nurindra Wahyu menjelaskan, kegiatan upacara di tengah Segara Anakan untuk menjaga karifan lokal dari masyarakat Kampung Laut. Dengan kegiatan tersebut, diharapkan bisa menjadi daya tarik bagi wisatawan serta bisa menjadi penyemangat bagi masyarakat Kampung Laut.

3. Kades Panisihan Kecamatan Maos Inspeksi Peserta Upacara diatas Kereta Kuda
Kepala Desa Panisihan Jawahir menginspeksi pasukan upacara mengunakan kereta kuda yang dihias seperti kereta kencana

Di Desa Panisihan Kecamatan Maos, upacara peringatan HUT ke-72 Kemerdekaan RI memang berlangsung di lapangan desa. Uniknya, Kepala Desa Panisihan, Jawahir menggunakan kereta kuda saat menginspeksi pasukan. Kereta tersebut dihias seperti kereta kereta kencana kerajaan. Sang kepala desa berdiri diatas kereta dikawal petugas linmas saat berputar mengelilingi lapangan.

4. Ribuan Pendaki Gelar Upacara di Puncak Gunung Slamet
Upacara di Gunung Slamet. Foto Google

Ribuan pendaki dari berbagai komunitas dan organisasi pecinta alam menggelar upacara peringatan HUT ke-72 Kemerdekaan RI di puncak Gunung Slamet. Para pendaki ini berangkat dari basecamp Bambangan, Desa Kutabawa, Kecamatan Karangreja, Purbalingga, pada Rabu (16/8/2017). Pengelola Basecamp Bambangan Gunung Slamet, Slamet Ardiyansah mengatakan, upacara peringatan kemerdekaan ini akan digelar tepat pukul 07.00 WIB. Seusai upacara, ribuan pendaki akan membentangkan bendera mengitari kawah gunung tertinggi di Jawa Tengah ini.

Delapan Mobil Damkar Padamkan Kebakaran di Pabrik Kayu Lomanis

0
Mobil Damka dari Satpol PP Cilacap dan Mobil Watercanon Polres Cilacap Padamkan Kebakaran di Pabrik Kayu Lomanis, Jumat 18 Agustus 2017

CILACAP,SERAYUNEWS.COM-Delapan unit mobil pemadam kebakaran berhasil memadamkan api yang menghanguskan pabrik kayu sekitar pukul 10.00 WIB. Sejumlah barang yang mudah terbakar dan luasnya kondisi bangunan yang terbakar membuat petugas kesulitan memadamkan api. Api pertama kali berkobar di sekitar Cerobong pabrik PT Mitra Karya Usaha yang berada di jalan MT Haryono Kelurahan Lomanis Cilacap pada Jumat (18/8/2017) pagi sekitar pukul 05.00 WIB. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian itu, sementara kerugian ditaksir mencapai ratusan juta.

Mobil Damka dari Satpol PP Cilacap dan Mobil Watercanon Polres Cilacap Padamkan Kebakaran di Pabrik Kayu Lomanis, Jumat 18 Agustus 2017

Salah satu karyawan pabrik, Yusuf mengatakan, api percikan api bersumber dari ketel uap atau boiler yang berada di sekitar mesin pengolah kayu. Api tersebut diduga berasal dari percikan arus pendek listrik. Karena angin yang cukup besar, api merembet ke sejumlah kayu dan peralatan lain yang mudah terbakar.

“Saat itu kondisi pabrik hanya ada beberapa karyawan karena masih libur,” ungkapnya.

Petugas keamanan pabrik kemudian melaporkan kejadian itu ke unit Pemadam Kebakaran Cilacap, yang saat ini berada di bawah Satuan Polisi Pamong Praja (SatopolPP). Tak berselang lama, sejumlah mobil pemadam kebakaran tiba dilokasi memadamkan api. Mobil Water Canon milik Polres Cilacap juga turut memadamkan api.

Kondisi sebagian gudang Pabrik Kayu rusak karena terbakar

Terpisah, Kapolsek Cilacap Tengah AKP Achen Rohman mengatakan, api berhasil dipadamkan seluruhnya oleh 8 unit mobil pemadam kebakaran dari Pemda Cilacap, Water Canon dan RU IV Pertamina. Kerusakan akibat kejadian itu diantaranya enam oven pengolahan kayu mengalami kerusakan, sejumlah kayu olahan terbakar, dan sebagian kecil gudang yang terbakar. Proses pemadaman api yang berlangsung lama, karena kondisi bangunan dan angin yang cukup kencang.

“Tidak ada korban luka maupun korban jiwa dalam kejadian itu. Sementara kerugian materiil masih dalam perhitungan. Bila dilihat dari kondisinya, ditaksir lebih dari 100 juta,” jelasnya.

kebakaran pabrik kayu, pabrik kayu lomanis
Kobaran api pada Pabrik Kayu Lomanis terlihat dari jalan menuju Pelabuhan Lomanis