Home Blog Page 40

Mbecak, Taufiq Faiq diantar Ratusan Pendukung ke KPU

0

CILACAP – Ratusan massa pendukung pasangan Taufiq dan Faiq memadati kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Cilacap. Dua massa dari partai pengusung pasangan bakal calon bupati Cilacap ini masing masing berasal dari PDIP dan PPP.

Mereka bersama para pengurus partai turut serta mengatar pendaftaran dan penyerahan berkas persyaratan Taufiq dan Faiq. Taufiq yang mengenakan kemeja putih dan celana katun hitam, diantar mengggunakan becak lengkap dengan bendera partai PDIP.

Sementara Faiq mengenakan kerudung dan gamis didominasi hijau. Menurut rencana, pada hari terakhir pendaftaran Jumat (23/9) ini akan ada dua pasangan bakal calon bupati yan akan mendaftar.

Ketua KPU Kabupaten Cilacap, Sigit Kwartianto mengatakan, sesuai jadwal yang diterima KPU, pasangan Taufiq dan Faiq mendaftar pada pukul 10.00 WIB. Sementara pasangan Frans Lukman dan Bambang Sutanto yang diusung partai Gerindra dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) akan menyusul sekitar pukul 14.00 WIB.

“Walupun kemungkinan massa pendukung dari kedua pasangan calon akan datang ke kantor KPU Namun, Secara persiapan tidak ada perubahan dari hari pertama pendaftaran,” jelasnya.(adi)

Masyarakat Laporkan Tatto Ke KPU

0

CILACAP – Salah satu bakal calon bupati dari unsur Petahana, Tatto Suwarto Pamuji dilaporkan ke Kantor Pemilihan Umum (KPU) Cilacap terkait Mutasi enam pejabat eselon II yang dilakukan pada pertengahan Juni 2016 lalu. Meski mutasi tersebut pada kemudian hari dibatalkan, tetapi KPU Cilacap tetap akan menindaklanjuti laporan tersebut.

Hal itu diungkapkan Komisioner KPU Handi Tri Pujiono, Senin (26/9) siang. Handi mengungkapkan, pihaknya menerima laporan tersebut dalam bentuk surat dari masyarakat. Surat tersebut hanya disertai nama dan alamat pengirim tanpa disertakan identitas pelapor. Atas laporan itu, KPU Cilacap akan berkonsultasi dengan KPU Pusat.

“Kita akan meminta fatwa dari KPU RI. Jadi nanti kita bersurat dan meminta surat maupun konsultasi,” jelasnya kepada serayunews.com

Hal itu, kata dia, akan dilakukan dalam tiga hari kedepan. untuk mendapat petunjuk apa yang akan dilakukan. Menurutnya, laporan tersebut yang secara ketentuan tidak memenuhi syarat. Meski demikan, informasi tersebut penting dan akan ditindaklanjuti.

“Agar semuanya berjalan sesuai dengan ketentuan,” katanya Ia menambahkan, sesuai dengan tahapan peraturan KPU no 7 tahun 2016 bahwa terhitung dari tanggal 23 September 2016, pihaknya membuka tanggapan masyarakat terkait dengan dokumen persyaratan pendaftaran bakal calon bupati.

“Sampai saat ini belum ada laporan atau tanggapan terkait dengan dokumen persyaratan,” pungkasnya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, menurut Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2016 tentang Perubahan kedua atas UU Nomor 1 Tahun 2015 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti UU Nomor 1 Tahun 2014 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati dan Walikota menjadi Undang-Undang.

Dalam pasal 71 ayat 2 disebutkan, Gubernur atau Wakil Gubernur, Bupati atau Wakil Bupati, dan Walikota atau Wakil Walikota dilarang melakukan penggantian pejabat 6 (enam) bulan sebelum tanggal penetapan pasangan calon sampai dengan akhir masa jabatan kecuali mendapat persetujuan tertulis dari Menteri.

Padahal sesuai jadwal di KPU Cilacap, penetapan pasangan calon pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Cilacap pada 22 Oktober mendatang. Sementara sanksi yang disebutkan sebagaimana diatur dalam ayat 5 yang menyebutkan Dalam hal Gubernur atau Wakil Gubernur, Bupati atau Wakil Bupati, dan Walikota atau Wakil Walikota selaku petahana melanggar ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dan ayat (3), petahana tersebut dikenai sanksi pembatalan sebagai calon oleh KPU Provinsi atau KPU Kabupaten/Kota. Tatto Suwarto Pamuji dan Syamsul Aulia Rachman yang diusung koalisi PD, PKB, PAN dan Golkar, resmi mendaftarkan diri ke KPU Cilacap untuk bertarung pada Pilkada Cilacap 2017.(adi)

BMKG Keluarkan Peringatan Cuaca Ekstrim

0
Cuaca Ekstrim

CILACAP – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Cilacap kembali mengeluarkan peringatan dini terkait kondisi cuaca ekstrem Kamis (22/9) siang.

Kepala Kelompok Operasional BMKG Cilacap Teguh Wardoyo menjelaskan, hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai angin kencang dan juga petir berpotensi terjadi pada pukul 15.00 WIB di wilayah Purwodadi, Demak, Pati, Kudus, Boyolali, Sragen dan sekitarnya serta di wilayah Banjarnegara, Purbalingga Purwokerto dan sekitarnya.

Kondisi ini akan berlangsung hingga pukul 17.00 WIB dan berpotensi meluas ke wilayah Salatiga, Ungaran, Cilacap, Brebes, Tegal, Slawi dan sekitarnya.

“Update Peringatan Dini Cuaca Ekstrem Provinsi Jawa Tengah Tanggal 22 September 2016 Pukul 14.40 WIB,” jelasnya. Mengingat kondisi ini, dia meminta masyarakat tinggal di wilayah-wilayah rawan bencana untuk meningkatkan kewaspadaan.

Terpisah, Kepala Pelaksana BPBD Cilacap, Tri Komara mengatakan, hujan deras yang hampir terjadi setiap hari sejak Sabtu (17/9) pekan lalu, menyebabkan banjir yang melanda beberapa desa wilayah Cilacap barat menjadi makin tinggi.

Bahkan wilayah yang tadinya belum banjir, saat ini ikut terendam air, wilayah yang tergenang air tersebar di beberapa desa wilayah Kecamatan Kedungreja dan Sidareja. Antara lain, di Desa Gunungreja dan Sidareja yang ketinggian airnya berkisar antara 70-130 sentimeter, serta Desa Sidamulya dan Tinggarjaya dengan ketinggian air 30-60 sentimeter.

Menurutnya, ketinggian air yang paling tinggi terdapat di Desa Gunungreja Kecamatan Sidareja yang mencapai 80 sentimeter. Banjir di wilayah Sidareja, terjadi akibat topografi wilayah yang berupa cekungan. Sedangkan banjir di di wilayah desa Kecamatan Kedungreja, terjadi akibat meluapnya aliran air Sungai Cibereum.

“Tim dari BPBD, relawan dan sejumlah unsur dari TNI, Polri dan PMI sudah ditempatkan di sejumlah lokasi rawan banjir khususnya di wilayah Barat Kabupaten Cilacap,” ungkapnya.(adi)

Pengungsi Banjir Masih Bertahan di Posko

0

CILACAP-Ratusan pengungsi akibat banjir yang terjadi di wilayah Barat Kabupaten Cilacap, masih bertahan di sejumlah tempat pengungsian. Meski, intensitas hujan pada Rabu (21/9) malam hingga Kamis (22/9) siang ini mulai menurun dan air mulai surut, namun mereka masih enggan untuk kembali ke rumah masing masing.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cilacap, Tri Komara mengatakan, kondisi cuaca yang mendung dan sebagian rumah yang belum bisa ditempati membuat para pengungsi bertahan.

“Air sudah mulai surut, tetapi warga yang mengungsi masih bertahan karena takut hujan deras turun lagi dan banjir lagi. Selain itu, sebagian besar kondisi rumah mereka juga belum bisa ditempati,” ungkapnya saat dihubungi serayunews Kamis (23/9) siang.

Dijelaskannya, total pengungsi saat ini sebanyak 61 Kepala Keluarga (KK) atau sekitar 231 jiwa. Mereka tersebar di empat Posko Pengungsian diantaranya, aula Pendopo Kecamatan Sidareja sejumlah 17 KK atau 60 jiwa, Aula Koramil Sidareja sebanyak 25 KK atau 92 Jiwa, Balai Desa Sidareja sebanyak 17 KK atau 60 jiwa, dan Balai RT 01 RW 05 Desa Sidamulya 2 KK atau 9 jiwa. Pihaknha memastikan ketersediaan makanan, obat-obatan dan selimut untuk pengungsi dan dapur umum.

“Untuk mengantisipasi gangguan kesehatan telah dilakukan pengobatan dari Puskesmas Sidareja. Sedangkan tim penanggulangan bencana masih berada di Pos masing masing, untuk UPT BPBD & Relawan sekitar 25 30 orang,” jelasnya.

Ia menambahkan, kondisi ketinggian air disejumlah lokasi terdampak banjir bervariasi. Ketinggian air terkini pada Kamis (22/9) sekitar pukul 13.00 WIB diantaranya,

  • Desa Gunungreja Jalan desa 60-120cm. Pekarangan rumah 80-14cm.Di dalam rumah 40-50cm.
  • Desa Sidamulya di Jalan desa 40-60cm. Pekarangan rumah 50-70cm, di dalam rumah 20-40cm.
  • Desa Tinggarjaya Jalan desa 30-50cm, Pekarangan rumah 40-70cm di dalam rumah 20-30cm.
  • Desa Kedungreja Jalan desa 40-100cm, pekarangan rumah 60-120cm, dalam rumah 30-50cm.

Sementara itu, Kepala Kelompok Operasional BMKG Cilacap Teguh Wardoyo menyebutkan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai angin kencang, berpotensi terjadi di wilayah Kabupaten Cilacap, Banyumas dan Brebes bagian selatan.

”Kondisi ini berpotensi meluas hingga wilayah Purbalingga, Kebumen, Banjarnegara, Pekalongan bagian Selatan, Wonosobo, Kebumen, Purworwjo bagian Utara, Temanggung dan sekitarnya,” jelasnya.(adi)

Tatto Syamsul Serahkan Berkas Pendaftaran ke KPU

0

CILACAP- Pertarungan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Cilacap dimulai. Diawali dengan pendaftaran Pasangan Tatto Suwarto Pamudji-Syamsul Auliya Rahman kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Rabu (21/9).

Mereka menyerahkan berkas pendaftaran ke KPU Cilacap di hari pertama pendaftaran yang menurut jadwal akan ditutup pada Jumat (23/9) besok. Kedatangan mereka disertai sejumlah pengurus parpol pengusung mereka, sekitar pukul 10.30 WIB. Begitu datang pasangan dan tim pengusung mengisi daftar tamu, mendapat id card, dan masuk ke aula KPU Cilacap.

Di ruangan yang telah disiapkan, KPU memeriksa semua berkas yang harus diserahkan sebagai syarat pendaftaran mereka. Setelah diperiksa, berkas kemudian secara resmi diterima oleh KPU. Pemeriksaan berkas berlangsung lama. Pasalnya, ada beberapa syarat dan ketentuan dari KPU yang belum dipenuhi Pasangan Tatto Syamsul.

Setelah sekitar tiga jam, pemeriksaan selesai, berkas diserahkan dan pasangan calon bupati/wakil bupati itu meninggalkan kantor KPU Cilacap. Pasangan Tatto-Syamsul dalam Pilkada Cilacap 2017 didukung oleh koalisi empat partai, Golkar, PKB, Demokrat, dan PAN. Usai menyerahkan berkas persyaratan pencalonan, Tatto menyatakan siap untuk cuti selama empat bulan.

“Sebagaimana diatur dalam Undang-undang Pilkada, saya siap menjalani cuti dari jabatan Bupati dan segala tanggungan negara selama 4 bulan sejak ditetapkan sebagai calon Bupati mulai 24 Oktober 2016 hingga 13 Februari 2017” kata Tatto.

Lebih lanjut, sebagai petahana dirinya meyakini perangkat pemerintahan di Kabupaten Cilacap sudah siap dan berjalan dengan baik.

“Dengan memperhatikan segala aspek dan perkembangan ada, saya yakin akan mempercayakan kepada perngkat pemerintah yang ada hingga saatnya nanti aktif kembali setelah cuti” ungkapnya.

Dikatakan Tatto, Ia mengingatkan masyarakat dan semua pihak bahwa Pilbup 2017 menjadi ajang memilih pemimpin terbaik.

“Tujuan kita adalah memilih pemimpin yang baik, maka sudah semestinya pemilihan pun dilakukan dengan cara yang baik,” ungkapnya.

Sedangkan, Syamsul yang berstatus sebagai PNS juga menyatakan akan mengajukan surat pengunduran diri.

“Sebagai pak Tatto yang siap mengambil cuti dari Bupati, saya juga siap melepaskan status PNS dengan mengajukaun surat pengunduran diri kepada Bupati,” katanya.

Sementara itu, Ketua KPU Cilacap, Sigit Kwartianto menjelaskan, berkas dari pasangan Tatto Syamsul yang sudah diserahkan nantinya akan diteliti dan dicek ulang. Apabila ada kekurang, berkas tersebut bisa dilengkapi dalam waktu yang sudah ditentukan.

“Waktu pendaftaran pasangan calon peserta Pilkada Cilacap dibuka dari Rabu sampai Jumat besok. Untuk Tatto Syamsul berkasnya kami terima dengan catatan. Yaitu ada ketidaksesusian antara  nama salah satu pengurus partai pengusung,” katanya.(adi)

Masjid Unik Berbentuk Gua Ini ada di Cilacap

0
Masjid Berbentuk mirip gua ini ada di Cilacap
Masjid Berbentuk Gua dihiasi taman bunga di sekitar halamannya ada di Kelurahan Tritih Kulon Cilacap
Masjid Berbentuk Gua dihiasi taman bunga di sekitar halamannya ada di Kelurahan Tritih Kulon Cilacap

 

Tidak banyak yang tahu, bila di Cilacap terdapat sebuah masjid unik berbentuk seperti gua. Tak seperti bentuk masjid pada umumnya, bentuk bangunan masjid yang satu ini, hampir mirip wahana di sebuah tempat wisata.

ADI KURNIAWAN, CILACAP

Masjid yang diberi nama Masjid Taman Hati ini, berlokasi di Jalan Nusantara ikut KelurahanTrtih Kulon Kecamatan Cilacap Utara. Tempatnya, tak jauh dari jembatan Beji. Sebuah setapak dengan jalan menurun, ujungnya ternyata sebuah masjid unik berbentuk seperti batu atau gua. Bentuknya asimetris tak beraturan, namun indah dikelilingi taman. Kubah masjid sendiri berbentuk bulat bertumpuk, berwarna hitam. Sementara di halaman samping dan belakang masjid, terdapat beberapa kolam. Halaman sekitar Masjid itu juga dikelilingi taman, tempat duduk serta pepohonan yang rindang.

Masjid unik itu, didirikan Slamet Marufi pada 2009 lalu. Pria yang berprofesi sebagai pengusaha dan ahli pembuat taman ini mengatakan, ide pembuatan masjid itu muncul ketika mendapat proyek pekerjaan membuat musholla di benteng pendem Cilacap. Pekerjaan itu ternyata menginspirasi dirinya untuk membuat mushola sendiri. Niat baiknya itu ternyata mendapat dukungan dari mertuanya yang kemudian mewakafkan sebidang tanah untuk dibangun masjid.

“Tidak ada maksud lain dalam mendirikan musholla dengan bentuk yang berbeda dari musholla atau musholla pada umumnya. Itu karena pekerjaan sekaligus hobi saya yang suka menata dan membuat taman,” jelasnya.

Usai Ramadhan 2009 silam, kata dia, proyek unik miliknya mulai dijalankan. Setelah jadi, ternyata mendapat banyak tantangan dan kendala. Awalnya Masjid yang baru saja didirikannya belum terpasang saluran listrik. Ternyata hal itu membuat warga sekitar curiga. Ditambah dengan warna bangunan yang didominasi gelap dan berbentuk aneh, membuat warga sekitar menduga bangunan itu digunakan untuk tempat ibadah aliran sesat. Hal itu memicu masyarakat menggerudug masjid itu. Namun, hal itu bisa terselesaikan setelah warga mendapat penjelasan.

“Warga mengira masjid itu tempat berkumpulnya aliran sesat. Ditambah lagi, saat itu sedang maraknya kasus terorisme. Alhamdulilah, setelah dijelaskan permasalahan itu bisa selesai,” ungkapnya.

Dikatakannya, masjid itu sebelumnya dinamkan Hajar Rakhmah artinya Batu Rahmat. Tujuannya, agar musholla yang berbentuk batu tersebut selalu mendapat rahmat dari Allah SWT. Namun dalam perkembanganya, warga sekitar lebih suka memanggilnya sebagai Masjid Taman Hati.

“Untuk beribadah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT, harus dengan pikiran dan hati yang tenang. Semoga, dengan tempat ibadah yang suasanya seperti ini, maka bisa lebih membawa manfaat,” imbuhnya.

Masjid Berbentuk mirip gua ini ada di Cilacap
Masjid Berbentuk mirip gua ini ada di Cilacap

Pembatik Tertua Desa Klumprit Pelopor Batik Nusawungu

0
Sutiyem (82) Pembatik tertua dari Desa Klurmprit Kecamatan Nusawungu yang masih eksis membatik
Sutiyem (82) Pembatik tertua dari Desa Klurmprit Kecamatan Nusawungu yang masih eksis membatik
Sutiyem (82) Pembatik tertua dari Desa Klurmprit Kecamatan Nusawungu yang masih eksis membatik

Pembatik Tertua Desa Klumprit Pelopor Batik Nusawungu

Perempuan tua berbadan gempal ini tak pernah menyerah dengan kerentaanya. Di usianya yang ke 80 tahun, Mbah Sutiyem masih terampil membatik.
Dari jaman penjajahan Jepang Ia sudah menjual karya batiknya. Mbah Sutiyem rela ajarkan ilmu membatik kepada warga desa tanpa pamrih demi lestarinya batik asli Nusawungu.

Serayu News, Cilacap

Memasuki Desa Klumprit Kecamatan Nusawungu, tepatnya di Dusun Nusawaru, disini batik asli Nusawungu tercipta dari tangan terampil para perempuan desa. Di gubuk bambu samping rumah tua seorang perempuan tua tampak asik menggoreskan canting yang berisi malam ke lukisan khas dalam sehelai kain putih. Mbah Sutiyem, begitu orang memanggilnya. Sorot mata perempuan tua ini masih tajam, detail lekuk dan garis dalam sehelai kain putih Ia torehkan dengan lincah dan teliti. Tangan kanannya yang memegang canting terlihat sedikit bergetar saat menggoreskan malam cair dalam canting ke atas kain putih yang membentang di hadapannya. Sambil bercerita, sesekali Ia meniup canting berisi malam.

Gurat-gurat seorang pekerja keras jelas terpancar di kerutan-kerutan wajah Sutiyem. Ia menuturkan, sering membatik sampai subuh pagi, kemudian tidur sebentar dan sebelum matahari memancarkan sinarnya, Ia sudah mulai bekerja membatik. Sutiyem menceritakan, kebiasaan membatik sudah ditekuninya sejak umur sepuluh tahunan.

”Dulu sewaktu saya masih kecil, saya sering menemani Ibu membatik. Tak jarang juga menggoda Ibu yang sedang serius membatik. Waktu itu sekitar umur 10 tahun, akhirnya saya diajari membatik,” ungkap perempuan yang sudah mempunyai 15 cicit ini.

Meski usia Sutiyem sudah senja, namun secara fisik, Sutiyem tampak 20 tahun lebih muda. Hal itu dikarenakan, pola hidup Sutiyem yang rajin bekerja. Dia menceritakan, disamping membatik, sampai saat ini Sutiyem masih melakukan aktifitas di sawah atau membuat kantong dari serabut kelapa.

“Yang paling utama ya membatik, namun pekerjaan lainya seperti menanam atau memanen padi juga saya kerjakan,” ungkap Ibu dari delapan orang anak ini.

Pelopor Para Pembatik di Nusawungu

Para pembatik di Dusun Nusawaru, kebanyakan mendapatkan keahlian membatik berkat belajar dengan Sutiyem.

“Hampir semua warga disini belajar dengan saya dan tidak dipungut biaya sepeserpun. Bagi saya, ada yang mau belajar dan menekuni batik saja sudah syukur,” ungkap Sutiyem. Menurutnya, hal tersebut Ia lakukan dengan ikhlas semata mata untuk membantu para perempuan di Dusun yang mayoritas petani ini agar mempunyai penghasilan tambahan.

Dalam waktu 20 hari, Sutiyem mampu membuat satu helai batik tulis. Menurutnya, proses pengerjaan batik tulis rata rata membutuhkan waktu yang lama, karena detail pola dan motif yang rumit. Setiap helai batik Sutiyem, berharga Rp 300.000 sampai dengan Rp 500.000, tergantung corak dan motifnya. Ia menjual batik pada pengepul batik di Desanya, meskipun tidak jarang para pembeli yang datang langsung ke rumahnya.

Dengan keahlian membatiknya, tidak lantas menjadikan Sutiyem sebagai juragan batik. Tidak ada pembatik yang bekerja khusus untuknya, meski di lingkungan sekitar para pembatik mendapatkan Ilmu darinya. Sutiyem hanya berharap, agar selalu ada penerus yang mau melestarikan batik Nusawungu.

Berburu Pohon Hingga Ke Kuburan

0
Suprapto atau yang akrab di panggi Rama Katol, sering memburu pohon berbentuk unik hingga ke kuburan.
Suprapto atau yang akrab di panggi Rama Katol, sering memburu pohon berbentuk unik hingga ke kuburan.
Suprapto atau yang akrab di panggi Rama Katol, sering memburu pohon berbentuk unik hingga ke kuburan.

Warga Nusawungu Kreasikan Pohon Akar

Dari satu kuburan ke kuburan yang lain, Suprapto berburu pohon beringin yang akan di jadikan tanaman hias. Sampai sampai, Suprapto pernah dijuluki orang aneh di Desanya. Pasalnya, pohon besar yang dianggap angker oleh warga justru Ia tebang dan dijadikan tanaman unik. Suprapto menjelaskan, sebelum menebang pohon, Ia sudah memiliki desain dari apa yang akan dibuatnya nanti.

“Satu pohon beringin dibuat beberapa tanaman akar, ukuran dan bentuknya harus di desain terlebih dahulu. Hal itu juga untuk menentukan besar kecil atau panjang pendeknya potongan setelah menebang,” jelas Suprapto.

Sambil sesekali merapihkan rambut panjangnya yang mulai beruban, Ia kembali bercerita. Menurutnya, proses pembuatan satu rumpun tanaman akar tidaklah mudah. Ia menggunakan mobil derek untuk mengatur posisi dan merangkai akar atau dahan yang akan dijadikan tanaman akar. Sebuah tanaman akar kreasinya, dirancang olehnya agar akar tidak menembus ke tanah. di bawah satu rumpun tanaman akar tersebut tanahnya di ikat dan dilapisi karung goni. Mengenai daun yang tumbuh di antara ranting yang sudah dibentuk, juga memerlukan perlakukan khusus.

“Daun tersebut dipasang dan tetap hidup karena cara pemotongan akar yang khusus,” ungkapnya

Suprapto tidak mematok harga khusus untuk satu rumpun atau satu pohon tanaman akar kreasinya. Menurutnya, harga dari sebuah karya seni tidak ditentukan dari ukurannya.
Ia menuturkan, biasanya satu tanaman akar ditawar oleh calon pembeli berkisar sepuluh juta ke atas. Meski hobi dan kreasi uniknya dari menebang pohon, Ia tidak serta merta merusak alam.

“Hanya pohon yang dikeramatkan atau dianggap angker yang Ia jadikan tanaman akar. Tujuannya, untuk mengurangi pemahaman masyarakat yang menyalahgunakan pohon untuk pemujaan atau ritual tertentu,” pungkasnya.(SN)

Warga Nusawungu ini, Kreasikan Pohon Akar

0
Rama Katol, Seniman Warga Nusawungu Mengkreasikan Berbagai Jenis Pohon dari akar

Hasil Kreasinya di Hargai Hingga Puluhan Juta

Rama Katol, Seniman Warga Nusawungu Mengkreasikan Berbagai Jenis Pohon dari akar
Rama Katol, Seniman Warga Nusawungu Mengkreasikan Berbagai Jenis Pohon dari akar

Seniman dari Desa Karang Putat, Kecamatan Nusawungu ini hanya enam bulan mengenyam pendidikan dasar. Namun, dari tangan terampilnya banyak tercipta kreasi unik. Salah satunya Pohon akar.

Adi Kurniawan, Cilacap

Dahan, Ranting dan akar menjulang tinggi di depan halaman sebuah rumah sederhana persis di depan balai desa Karangputat. Bentuknya tak biasa, aneh tetapi tertata dengan rapih. Seperti di sebuah hutan belantara dengan tanaman yang jarang di temui. Pohon yang dibentuk dengan rangkaian akar itu tak sekedar hiasan, tetapi dari dahan dan rantingnya juga ditumbuhi dengan daun.

Setapak kecil membelah diantara rumpun pepohonan layaknya sebuah taman. Di ujung setapak itu, sebuah akar yang membentuk huruf u terbalik di bentuk sedemikian rupa menjadi sebuah gerbang beranda rumah. Sungguh pemandangan yang eksotis seperti hutan tropis kecil.

Adalah Suprapto yang akrab dipanggil Rama Katol, seorang seniman yang berkreasi dengan kearifan hasil alam. Mengenakan topi baret khas para seniman, Suprapto mulai menceritakan kisahnya berkarya dengan berbagai jenis tanaman. Dia menjelaskan, awal ketertarikanya pada tanaman hias ketika membaca sebuah koran yang memuat tentang harga jual sebuah tanaman yang pada waktu itu terbilang cukup tinggi. “Dulu ketika saya naik bis iseng membaca koran, sebuah pohon serut dihargai dengan harga satu juta rupiah pada tahun 70 an. Harga yang fantastis untuk sebuah pohon,” ungkapnya.

Kakek dari empat orang cucu ini menuturkan, pada awalnya Ia memulai berkarya dengan berbagai jenis tanaman hias. Pada era 80an, Suprapto pernah menciptakan rekor dengan menanam sekitar seribu tanaman obat. Saat itu, namanya mulai terkenal di dunia tanaman hias. “Waktu itu, pernah masuk koran karena saya menemukan dan menanam seribu tanaman obat dan mendapatkan penghargaan dari Provinsi,” kenangnya.

Dirasa tidak begitu populer dan menghasilkan, Suprapto mencoba menggali kemampuanya berkreasi dengan tanaman. Dari berbagai bonsai, Ia mulai terinspirasi membuatnya lebih besar dan lebih unik. Suprapto kemudian memilih pohon beringin karena karakteristik yang menuturnya menarik. Pohon beringin yang Ia peroleh, kebanyakan sebuah pohon yang dikeramatkan oleh masyarakat di kuburan.