
SERAYUNEWS– 121 rumah terdampak bencana banjir dan longsor di Kabupaten Purbalingga. Bangunan milik warga tersebut mengalami rusak ringan, rusak berat, hingga roboh.Terkait kondisi tersebut, Pemkab Purbalingga akan mengupayakan bantuan.
Kepala Badan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bapelitbangda) Purbalingga Nugroho Priyo Pratomo, Jumat (30/1/2026) mengatakan bantuan penanganan rumah warga terdampak bencana akan dimintakan ke Kementerian Perumahan Rakyat dan Pemprov Jateng. “Kami memastikan penanganan pascabencana terus dilakukan secara terpadu lintas sektor hingga seluruh kebutuhan dasar warga benar-benar pulih,” ujarnya.
Dalam kesempatan terpisah Bupati Purbaingga Fahmi Muhammad Hanif mengatakan sejumlah langkah telah dilakukan Pemkab pasca bencana. Antara lain pembersihan akses jalan utama dari lumpur, evakuasi warga terdampak yang diperkirakan mencapai sekitar seribu jiwa, pendirian dua dapur umum, penyediaan layanan kesehatan, air bersih, pakaian, selimut, serta obat-obatan.
Berdasarkan pantauan kondisi lapangan sudah ada perkembangan, sejumlah jalur yang tadinya terisolir akibat jembatan putus mulai dipulihkan sementara menggunakan jembatan darurat. “Semua unsur bergerak bersama. TNI, Polri, relawan, dan masyarakat bahu-membahu agar penanganan darurat ini berjalan cepat dan warga bisa segera pulih,” ujarnya.
Sementara itu jumlah warga terdampak tinggal di pengungsian. jumlah pengungsi tercatat 1.133 jiwa yang tersebar di Desa Serang dan Desa Sangkanayu.
Di Desa Serang, jumlah pengungsi mencapai 1.004 jiwa, terdiri atas 160 jiwa di Vila Serang, 199 jiwa di Sambas, serta 645 jiwa yang mengungsi secara mandiri di rumah warga. Sementara di Desa Sangkanayu, tercatat 129 jiwa mengungsi, dengan 51 jiwa berada di Sangkanayu Hills dan 78 jiwa tersebar di rumah warga.