Senin, 23 Mei 2022

17 Desa di Banyumas Sudah 8 Hari Terendam Banjir, Ratusan Warga Masih Bertahan di Pengungsian

dokumentasi BPBD Kabupaten Banyumas

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyumas mencatat, hingga hari ini Selasa (22/3/2022) 17 desa masih tergenang air akibat banjir. Ratusan warga desa di empat kecamatan meliputi Kecamatan Tambak, Sumpiuh, Kemranjen dan Wangon itu, sudah 8 hari bertahan di pengungsian.


Purwokerto, serayunews.com

Bupati Banyumas, Achmad Husein memastikan, kondisi pengungsi di masing-masing desa cukup terjamin. Dapur umum yang didirikan relawan masih beroperasi, distribusi obat-obatan juga terus dilakukan.

Di Kecamatan Tambak ada lima desa yang masih terendam banjir yakni Desa Prembun, Palngkap, Gebangsari, Gumelar Kidul dan Karangpetir. Sedikitnya ada 8.956 jiwa yang terdampak, serta ratusan lainnya masih mengungsi ke posko pengungsian.

Baca juga  40 Napi Nusakambangan Terima Remisi Hari Raya Waisak

Kemudian untuk Kecamatan Sumpiuh ada tujuh desa yang terdampak, yakni Desa Karanggedang, Pandak, Kemiri, Lebeng, Selandaka, Kuntili dan Nusadadi, dengan 5.266 jiwa yang terdampak. Untuk Kecamatan Kemranjen ada tiga desa yang terdampak, Desa Sirau, Kedungpring dan Grujugan dengan 2.083 jiwa yang terdampak.

“Kecamatan Wangon ada di dua desa yakni Pengadengan dan Rawaheng, dengan jumlah KK yang terdampak 258 atau 974 jiwa,” kata dia, Selasa (22/3/2022).

Untuk memenuhi kebutuhan makan masyarakat terdampak, ada delapan dapur umum yang didirikan yakni untuk di Kecamatan Tambak berada di Kantor Kecamatan Tambak, Balai Desa Plangkap , PAUD Al-Falah Desa Gebangsari, Balai Desa Karangpetir, Banser dan Flayat Desa Plangkapan. Kemudian di Kecamatan Sumpiuh ada di Kantor Kecamatan Sumpih dan di Kecamatan Wangon ada di Desa Pengadengan dan Desa Rawaheng masing-masing di rumah warga.

Baca juga  Penghuni Rumah Kos di Banjarnegara, Ditemukan Meninggal Dunia di Kamar

Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banyumas, Gatot Eprie mengatakan, saat ini bantuan yang dibutuhkan sumber daya manusia (SDM) personil relawan klaster posko, klaster shelter atau penanganan pengungsi dan klaster pendamping psikososial.

“Logistik kebutuhan pokok, perlengkapan bayi, pampers lansian dan perlengkapan kebersihan, perlatan kami masih membutuhkan bantuan perahu evakuasi dan distribusi,” ujarnya.

Kondisi masyarakat terdampak saat ini dalam kondisi baik-baik saja, hanya ada beberapa yang mengalami penyakit kulit.

“Tadi IDI (Ikatan Dokter Indonesia, red) juga telepon, mau suplai obat-obatan. Kalau saat ini memang tidak hanya masyarakat, relawan juga ada yang sakit, seperti magh, kulit, karena mereka sering berendam apalagi ini sudah hari ke delapan,” kata dia.

Baca juga  Hari Buruh, Ganjar Beri Sembako

Sedangkan untuk kondisi banjir saat ini masih situasional, yakni jika hujan dengan intensitas cukup tinggi kembali mengguyur wilayah-wilayah tersebut, tentunya air akan kembali menggenang wilayah tersebut.(san)

Berita Terkait

Berita Terkini