Kamis, 29 September 2022

50 Warga Cilacap yang Langgar Perda Divonis Bayar Denda, Ini Besarannya

50 orang Pelanggar Perda di Cilacap jalani sidang Tipiring, (Ulul)

Sebanyak 50 orang di Cilacap jalani sidang tindak pidana ringan (Tipiring) di Gedung Sumekar Cilacap, Rabu (29/12/2021). Peserta sidang adalah mereka yang terjaring Operasi Yustisi dan penertiban pedagang kali lima (PKL). Dari putusan hakim, mereka dijatuhi sanksi berupa denda.


Cilacap, serayunews.com

Sidang Tipiring dipimpin seorang hakim dari Pengadilan Negeri Cilacap Ahmad Yuliandri Erria Putra, dengan menghadirkan penyidik dari Satpol PP dan Polres Cilacap, serta dihadiri 50 peserta sidang dari para pelanggar Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten

Kapala Satpol PP Cilacap Luhur Satrio Muchsin menyampaikan, sidang Tipiring terkait dengan penegakan Perda Nomor 5 Tahun 2020 tentang penanggulangan penyakit dan Perda Nomor 5 Tahun 2004 tentang PKL.

“Pelanggar prokes ada 22 orang sanksi berupa denda mulai dari 30 ribu hingga 50 ribu dan PKL 23 orang, disanksi berdasarkan Perda maksimal Rp 2 juta, tapi pak Hakim memberikan denda sekitar Rp 50 ribu,” ujar Satrio saat dikonfirmasi.

Satrio mengatakan, bahwa pihaknya akan lebih menggalakkan kembali operasi Yustisi, mengingat varian Omicron sudah masuk tanah air. Serta berupaya menekan peredaran Covid hingga zero kasus terutama pasca libur Natal dan Tahun Baru.

“Mari bersama-sama agar bisa menahan diri tidak keluar rumah untuk tetap di tempat. Dan perayaan Tahun Baru ini sudah harga mati tidak boleh ada perayaan apapun dan kegiatan apapun dalam perayaan Tahun Baru 2022,” ujarnya.

Sementara itu, di tempat yang sama, salah satu pelanggar prokes Kristian mengaku bersalah dengan tidak memakai masker saat keluar rumah. Namun setelah adanya pembinaan dan sanksi dari persidangan, ia tidak lagi mengulangi perbuatannya itu dan akan taat prokes.

“Tadi karena buru-buru mau ke rumah sakit jadi lupa bawa masker, jadi kena razia di jalan. Setelah ini saya akan terus pakai masker demi keselamatan bersama,” ujarnya.

Sementara, peserta sidang yang lain dari PKL Anisa Dariyah yang biasa berjualan di Jalan Ahmad Yani mengaku pasrah dan disanksi membayar denda Rp 50 ribu. Namun ia belum tahu mau membuka lapak dimana lagi, karena di tempat yang lama sudah mulai ada pelanggan.

“Saya biasanya jualan di Jalan Ahmad Yani, tapi ini kena razia jadi tidak tahu mau jualan dimana, coba nanti cari lokasi lainnya, kalau bisa ditempat yang ramai,” ujarnya.

Sementara itu, dari hasil persidangan diputus 22 pelanggar tidak memakai masker dengan total denda Rp 1.038.000 dan biaya perkara Rp 22.000. Serta diputus 23 pelanggar PKL dengan total denda Rp 862.000 dan total keselurahan biaya perkara Rp 23.000.

Editor :M Amron

Berita Terpopuler

Berita Terkini