Sabtu, 29 Januari 2022

60 Orang Eks Pekerja Migran di Cilacap Dilatih Pengembangan Bisnis Berbasis Digital, Untuk Apa?

Bupati Cilacap Tatto Suwarto Pamuji saat membuka Trematic Academy IT untuk Eks Pekerja Migran Cilacap (Ulul)

Sebanyak 60 orang eks Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Cilacap dilatih ilmu teknologi berbasis digital. Thematic Academy yang di selenggarakan oleh Balai Pengembangan Sumber Daya Manusia dan Penelitian Komunikasi Informatika (BPSDMP Kominfo) Yogyakarta bertujuan untuk meningkatkan kemampuan dan keterampilan berbisnis digital. Pelatihan digelar selama 4 hari di Cilacap.


Cilacap, serayunews.com

Acara Thematic Academy Ilmu Teknologi (IT) untuk eks pekerja migran dibuka oleh Bupati Cilacap Tatto Suwarto Pamuji, pada Senin (08/11/2021) di Hotel Fave Cilacap. Acara pembukaan diihadiri Kepala Diskominfo Cilacap M Wijaya, Kepala Disnakerin Cilacap Dikdik Nugraha, Kepala BPSDMP Kominfo Yogyakarta Zulkurnain, Akademisi Unsoed Purwokerto dan 60 peserta eks PMI Cilacap.

Baca juga  Pemuda Korban Tabrak Lari di Kawunganten Akhirnya Wafat, Polisi Buru Pelaku

Bupati Cilacap Tatto Suwarto Pamuji mengatakan, melalui kegiatan tersebut, ilmu yang dimiliki oleh eks pekerja migran semasa bekerja atau menuntut ilmu di luar negeri bisa dikolaborasikan untuk membangun daerah. Menurut Bupati dengan modal pengalaman dan materi bisa dikembangkan dalam bentuk usaha yang mandiri.

“Mempersiapkan mereka menjadi enterpreneur digital dengan mengkolaborasikan keahlian bekerja melalui digital, menjadi wira usaha dengan teknologi, sehingga bisa memangkas jarak dan waktu, siapa yang menguasai informasi ini maka akan sukses,” ujar Bupati usai membuka acara.

Kepala Badan Litbang SDM Kominfo Hary Budiarto, yang hadir secara virtual menyampaikan, Kementerian Komunikasi dan Informatika berupaya mendorong inovasi produk dan pemanfaatan teknologi digital untuk pengembangan usaha produktif oleh eks pekerja migran. Targetnya untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan eks pekerja migran.

Baca juga  Banjarnegara Dapat 32 Ribu Alokasi Sertifikat Tanah

“Program ini sebagai upaya mendorong dan membekali peserta untuk menjadi wirausahawan yang memiliki ide ide dalam menjalankan bisnis agar memiliki keterampilan untuk masuk dan menerapkan bisnis digital dengan teknologi informasi,” ujar Hary.

Kepala BPSDMP Kominfo Yogyakarta  Zulkurnain mengatakan, pelatihan bertujuan untuk menyiapkan pengusaha tangguh yang memanfaatkan platform digital, serta melatih peserta dalam mengembangkan proses bisnisnya melalui digitalisasi kelembagaan dan manajemen keuangan, pemasaran, serta inovasi produk secara digital.

“Pekerja migran yang pulang ke Indonesia membawa bekal berupa eksperimen, pengalaman kerja yang berbeda disini dan diadaptasikan di daerah, selain itu mereka juga membawa materi, sehingga perlu diarahkan dari pada bigung dalam mengelola keuangannya untuk pengembangan, sehingga tidak habis secara konsumtif,” ujarnya.

Baca juga  Tri Gunawan Pimpin Kwarcab Kabupaten Purbalingga Periode 2022-2026

Sementara itu, salah satu peserta pelatihan Eka Trisna yang merupakan eks pekerja migran asal Desa Adipala telah kembali dari Hongkong sejak beberapa tahun lalu, mengaku terbantu dengan adanya pelatihan tersebut, diharapkan dapat mengembangkan usaha makanan yang sudah dirintisnya tiga tahun terakhir.

“Pelatihan ini sangat membantu dari yang tidak tahu menjadi tahu, tadinya iseng usaha makanan kini sudah diseriusi, untuk bisnis juga sudah masuk, jadi nanti (setelah pelatihan) akan jadi lebih tahu,” ujarnya.

Editor :M Amron

Berita Terkait

Berita Terkini