Kamis, 21 Oktober 2021

69 Penderita Thalassemia Terima Bantuan dari Pemkab Purbalingga

Kepala Seksi Pencegahan Penyakit Tidak Menular Dinkes purbalingga Wahyu Alam Mardika menyerahkan bantuan kepada perwakilan Thaler di ruang Thalassemia, komplek sebelah barat RSUD dr. R. Goeteng Taroenadibrata Purbalingga, Minggu (26/9/2021). (Joko Santoso)

Pemkab Purbalingga menyalurkan bantuan sosial untuk penyandang Thalassemia (Thaler). Dana hibah sebanyak Rp. 162.000.000 untuk 69 Thaler ini dialokasikan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja daerah (APBD) Kabupaten Purbalingga tahun 2020.


Purbalingga, serayunews.com

“Tahun ini kami salurkan bantuan uang transportasi dan lauk pauk sebanyak Rp.162.000.000 untuk 69 orang thaler. Semoga ini dapat sedikit membantu meringankan beban para orang tua yang setiap bulan harus dikeluarkan,” ungkap Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Purbalingga Hanung Wikantono didampingi Kasie Pencegahan Penyakit Tidak Menular Wahyu Alam Mahardika, saat menyerahkan bantuan secara simbolis di ruang Thalassemia, komplek sebelah barat RSUD dr. R. Goeteng Taroenadibrata Purbalingga, Minggu (26/9/2021).

bantuan ini disalurkan kepada para thaler melalui Perhimpunan Orangtua Penyandang Thalassemia Indonesia (POPTI) Purbalingga “Kepada para orang tua terus memberikan semangat positif kepada thaler agar selalu termotivasi menjalani kehidupan,” ungkapnya.

Diungkapkan, pihaknya akan terus berupaya membantu POPTI untuk mengedukasi kepada masyarakat tentang penyakit thalassemia. Karena, hingga kini belum ada obatnya. Satu-satunya cara mencegah dan menekan jumlah penderita thalasemia adalah dengan menghindarkan sesama pembawa thalasemia minor menikah.

“Nanti kita awali dengan Publik Hearing. Ini satu cara untuk mengetahui apa dan bagaimana sebenarnya tingkat pemahaman, respon, dan ekspektasi publik. Kita pastikan minta masukan dari POPTI,” katanya

Ketua Umum POPTI Purbalingga, Akhmad Khamid Supriyono menuturkan, mewakili para orangtua thaler, pihaknya memberikan apresiasi kepada Pemkab Purbalingga yang telah mengalokasikan dana hibah kepada para thaler.“Sudah kali keempat kami dibantu. Tahun ini baru melalui Dinkes. Bantuan ini sangat berarti bagi pembiayaan tranportasi kami. Karena, untuk seorang thaler, satu bulan harus rutin menjalani tranfusi. Ada thaler yang melakukan 3-4 kali dalam sebulan. Untuk biaya tranfusinya mencapai Rp. 5.000.000, itu ditanggung BPJS,” ungkapnya

Dia mengatakan, pihaknya akan terus memberikan pengetahuan mengenai penyakit Thalassemia sebagai langkah pencegahan. Edukasi tentang penyakit Thalassemia yang bersifat genetik dan diturunkan, serta kasus ”carier” nya di masyarakat.

“Kepada para orantua, terus bersemangat. Yakinlah ini merupakan tiket surga bagi kita. Ingatkan dan pacu semangat anak-anak kita. Jangan lalai tranfusi secara rutin dan minum obat,” imbuhnya.

Editor :M Amron

Berita Terkait

Berita Terkini