Jumat, 30 September 2022

Ada 500 Kiai Doa Agar Kemakmuran Indonesia Bertambah

Sejumlah kiai jemaah Majelis Dzikir Ats Tsawab melakukan doa bersama di di Pondok Pesantren Al Khoiriyah Banjaran, Kesongo, Tuntang, Kabupaten Semarang, Minggu (14/8/2022) malam. (Dok Majelis Dzikir Ats Tsawab)

Sebanyak 500 kiai jemaah Majelis Dzikir Ats Tsawab melakukan doa agar kemakmuran di Indonesia, Jawa Tengah khususnya terus bertambah. Doa bersama berlangsung di Pondok Pesantren Al Khoiriyah Banjaran, Kesongo, Tuntang, Kabupaten Semarang, Minggu (14/8/2022) malam. Doa itu juga sebagai bentuk rasa syukur untuk memperingati HUT ke 72 Provinsi Jawa Tengah dan HUT Kemerdekaan RI ke 77.


Tuntang, serayunews.com

Ketua Umum Majelis Dzikir Ats Tsawab Pusat, KH Muhammadun Sya`roni menuturkan kegiatan doa bersama dalam rangka dua hal. Pertama, bentuk kepedulian terhadap Kesatuan Republik Indonesia yang merayakan HUT ke 77. Kedua, kepeduliah terhadap Provinsi Jawa Tengah yang merayakan HUT ke 72.

“Kita mendoakan para pejuang dan semua yang telah berkorban untuk kemajuan negara dan daerah kita,” ujarnya.

Baginya, mendoakan adalah bentuk balas budi kepada para pejuang yang telah mendahului. Selain itu, rasa syukur atas kenikmatan yang dapat dirasakan generasi saat ini.

“Kondisi Indonesia, terutama Jawa Tengah dari segi ekonomi alhamdulillah baik. Dan, keamanan dalam kondisi aman, masyarakat senang dengan kepemimpinan Pak Ganjar. Sehingga perbuatan baik para pejuang maupun yang saat ini masih berjuang di pemerintahan patut ada balasan yang setimpal. Setidaknya kita mendoakan mereka,” paparnya.

Dalam kegiatan malam itu, ratusan jemaah Ats Tsawab khidmad dan khusyuk mengikuti serangkaian acara. Mulai dari pembacaan Rotib Alhaddad hingga Surat Al Kahfi secara bersama-sama. Meski sampai tengah malam, antusias jemaah tidak berkurang.

Majelis Dzikir Ats Tsawab sendiri, ungkap Sya`roni, merupakan cikap bakal untuk membuat Ikatan Dzikir Indonesia. Nantinya, Majelis Dzikir Ats Tsawab menjadi ruang silaturahmi bagi semua majelis dzikir yang ada di Indonesia.

“Kalau thoriqoh sudah ada dan ponpes juga ada (organisasi/ikatan), sedangkan majelis dzikir belum ada yang merajut untuk persaudaraan. Sehingga Majelis Dzikir Ats Tsawab ya untuk para santri para Gus membikin bersama majelis dzikir,” paparnya.

Saat ini, Majelis Dzikir AtsTsawab sudah tersebar di beberapa provinsi di Indonesia. Di antaranya Jawa, Bali, NTB dan Kalimantan.

“Anggota sudah ada dari Jawa Tengah, Jawa Barat, Banten, Jakarta, Jawa Timur, Bali, NTB, dan terakhir saya meresmikan di Kalimantan Selatan. Harapannya nanti bisa menjangkau di desa-desa, sehingga ke depan bisa menggelar doa bersama di tiap selapanan atau 35 hari sekali di seluruh titik-titik itu. Ya mendoakan mudah-mudahan pemimpin yang adil dan bijaksana serta untuk kemaslahatan rakyatnya,” tandasnya.

Berita Terpopuler

Berita Terkini