ASN Tega Jual Anak, DPR RI Respons Keras
Hukum dan KriminalNews

Ada ASN Tega Jual Anak Kandung Jadi PSK, Anggota DPR Respons Keras

Bagikan:
Asn tega jual anak
Anggota Komisi II DPR RI Mardani Ali Sera mengecam tindakan ASN tega jual anak kandung jadi PSK. (Foto: Dok DPR)

SERAYUNEWS– Seorang aparatur sipil negara (ASN) di Pemerintah Kabupaten Bengkulu Selatan berinisial TS (42), tega menjual anak kandungnya untuk layanan prostitusi. Tindakan tak pantas itu dapat kecaman dari anggota Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Mardani Ali Sera.

Mardani mendorong akar permasalahan dari kejadian memilukan ini ditelusuri. “Kejadian ini musibah, seorang ibu tega menjual anak kandungnya sebagai PSK, karena terhimpit persoalan ekonomi. Sangat miris sekali. Perlu penelusuran akar masalahnya seperti apa, bagaimana personal sang pelaku,” ujarnya.

Dia menjelaskan, apabila persoalan tersebut karena psikologi atau masalah moralnya, maka harus ada penanganan atau terapi. “Tentunya berkesinambungan dengan penegakan hukumnya,” jelas Mardani dalam keterangannya dilansir serayunews.com dari laman resmi dpr.go.id,” Selasa (27/6/2023).

Berdasarkan informasi, dari hasil pemeriksaan, TS mengaku penghasilannya sebagai ASN tidak mencukupi lagi untuk kebutuhannya. TS meraup keuntungan senilai Rp 100.000 – Rp 150.000 dari satu kali transaksi.

Berkaca dari kasus tersebut, Mardani menilai perlu melihat bagaimana sebenarnya kondisi ekonomi dari ASN yang menjual anaknya tersebut. “Perlu melihat struktur gajinya seperti apa. Tapi kasus ini juga menjadi potret permasalahan negeri kita,” beber dia.

Menurutnya, kita belum terbebas dari permasalahan kemiskinan, bahkan di tingkat ASN sekalipun. “Ini artinya ada yang salah dari sistem kita, dan harus ada perbaikan. Secara umum memang perlu penataan komponen gaji ASN dan besarannya,” tuturnya.

Namun begitu, Mardani menekankan agar pelanggaran hukum yang melibatkan setiap pegawai pemerintah harus tetap ada penindakan. Apalagi, menurutnya ini juga termasuk dari tindak pidana perdagangan orang (TPPO).

“Apapun alasannya, tidak ada pembenaran dari tindakan prostitusi. Sekalipun karena masalah ekonomi, menjual anak kandung sebagai PSK sangat tidak bisa ditolerir. Harus ada sanksi tegas,” pinta Mardani.

Editor: Kholil Rokhman

Terkini