Selasa, 6 Desember 2022

Ada Suara Penolakan Vaksin di Purbalingga, Bupati Siap Tepis Kekhawatiran

Bupati Tiwi Siap Divaksin yang Pertama

 

Indikasi penolakan vaksin covid 19 terjadi di wilayah Kabupaten Purbalingga. Tak sedikit masyarakat yang menyuarakan di media sosial, atas kekhawatiran terhadap vaksin tersebut. Ketakutan dan kekhawatiran itu didasari atas informasi yang bergulir tentang efek samping ketika telah divaksin.


Purbalingga, Serayunews.com

Demi meyakinkan masyarakat, Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pertiwi siap menjadi orang pertama untuk divaksin.

“Vaksin ini aman loh, saya juga nanti ini siap yang pertama. Untuk meyakinkan masyarakat, saya jadi contoh. Selaku Bupati saya siap untuk disuntik vaksin yang pertama kali,” katanya, Kamis (07/01/2021) sore.

Dia menjelaskan, bahwa pengadaan vaksin tersebut merupakan salah satu upaya dari pemerintah dalam rangka melakukan pencegahan penyebaran virus Covid-19. Di Kabupaten Purbalingga, rencananya akan mendapatkan jatah vaksin 1.000 buah lebih.

“Untuk datanya memang belum pasti, tapi tadi dari dinas kesehatan menyebutkan sekitar 1000 lebih vaksin yang akan di jatah untuk Purbalingga,” ujarnya.

Ketika sudah datang, diprioritaskan untuk tenaga kesehatan. Mengingat jumlah yang terbatas, maka akan dilakukan secara bertahap. Karena untuk tahap awal Purbalingga kemungkinan hanya mendapatkan jatah sekitar 1.000 vaksin saja.

“Sebab jumlah nakes di Purbalingga kan lebih dari itu. Jadi ya kita bertahap,” ujarnya.

Ketika seluruh nakes sudah divaksin, menurut Tiwi, selanjutnya masyarakat yang membutuhkan terutama kelompok rentan dan para pelaku ekonomi. Sehingga roda perekonomian nanti bisa tetap berjalan dengan baik.

Untuk diketahui, vaksin Covid-19 secara resmi diluncurkan tanggal 13 oleh Presiden kemudian ditindaklanjuti tanggal 14 oleh Gubernur.

Diberitakan sebelumnya, Kabupaten Purbalingga tengah mempersiapkan pelaksanaan vaksin Covid-19. Seperti anjuran pemerintah pusat, yang menjadi sasaran utama adalah para tenaga kesehatan (nakes). Fasilitas kesehatan (fakes) yang akan melayani vaksin sekitar 31, tersebar di RSUD dan swasta, termasuk klinik TNI dan Polri.

Pelaksanaan vaksin, kata Kepala Dinas Kesehatan Purbalingga, drg Hanung Wikantono, nantinya bisa dilakukan di RSUD, RS Swasta, dan Klinik milik TNI dsn Polri. Di Kabupaten Purbalingga, ada 31 nakes yang sudah siap melayani vaksinasi.

“Jumlah faskes yang siap melayani vaksin covid ada 31 termasuk RS pemerintah, swasta dan klinik TNi/POLRI,” katanya.

Dia menambahkan, untuk kebutuhan vaksin belum bisa dipastikan. Pihaknya masih melakukan pendataan. Sedangkan jumlah terus bertambah. Namun, untuk sasaran utama yakni nakes, berjumlah 3768 orang.

“Nakes ada 3768 orang,” ujarnya.

Selain itu, Hanung menyebutkan, data sementara kebutuhan vaksin di Purbalingga yakni, vaksin single dose = 7536 dosis, Sasaran pelayanan publik = 31072, masyarakat rentan = 351.280, masyarakat umum pelaku ekonomi = 136.031, masyarakat renta lainnya atau lansia = 133.572, dan kebutuhan vaksin multi dose = 1.534.009.

Berita Terpopuler

Berita Terkini