
WONOSOBO, SERAYUNEWS- Masyarakat yang sedang mencari agenda menarik di wilayah Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah pada minggu ini tak perlu bingung.
Salah satu event budaya terbesar di Kabupaten Wonosobo, Rakanan Giyanti ke-271, siap digelar dengan menghadirkan beragam tradisi, kesenian, hingga ritual adat yang berlangsung selama sepekan di Desa Wisata Giyanti.
Festival budaya tahunan tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi ke-201 Kabupaten Wonosobo. Ribuan warga dan wisatawan diperkirakan akan memadati Desa Wisata Giyanti untuk menyaksikan berbagai atraksi budaya yang telah diwariskan secara turun-temurun.
Rangkaian kegiatan berlangsung mulai 3 hingga 12 Juli 2026, dengan puncak kemeriahan Karnaval Budaya pada 5 Juli serta acara utama pada 8-12 Juli 2026.
Rakanan Giyanti bukan sekadar festival hiburan. Tradisi ini merupakan upacara adat tahunan masyarakat Desa Wisata Giyanti yang digelar sebagai bentuk rasa syukur kepada Tuhan sekaligus penghormatan kepada para leluhur.
Hingga kini, masyarakat tetap mempertahankan berbagai prosesi adat yang sarat makna. Mulai dari bersih desa, kirab budaya, ritual nyadran, pertunjukan seni lengger, hingga pagelaran wayang kulit yang menjadi penutup rangkaian acara.
Tradisi tersebut juga menjadi salah satu atraksi budaya unggulan Desa Wisata Giyanti yang dikenal luas di tingkat nasional.
Salah satu agenda yang paling ditunggu adalah Karnaval Budaya pada Minggu, 5 Juli 2026.
Parade budaya ini menampilkan berbagai kesenian tradisional dari desa-desa sekitar Giyanti. Peserta mengenakan busana adat, menampilkan tarian tradisional, hingga membawa hasil bumi sebagai simbol rasa syukur masyarakat terhadap limpahan rezeki.
Karnaval budaya selalu menjadi daya tarik utama karena menghadirkan perpaduan antara tradisi, kreativitas masyarakat, dan kekayaan budaya lokal yang masih lestari hingga sekarang.
Selain karnaval budaya, pengunjung juga akan disuguhi berbagai kegiatan budaya khas Wonosobo.
Mulai dari Kirab Tenong, Simpuh Lengger, Festival Budaya, Pentas Lintas Kecamatan, Festival Mesusi Beras, Jamasan Lengger, pertunjukan Tari Kuda Kepang, Kobol-Kobol, hingga pagelaran Wayang Kulit semalam suntuk.
Tak kalah menarik, masyarakat juga dapat menyaksikan prosesi Wisuda Lengger, sebuah tradisi sakral yang menjadi simbol lahirnya penari lengger baru sebagai penerus kesenian tradisional Wonosobo.
Panitia telah menyusun rangkaian kegiatan selama hampir sepuluh hari, yaitu:
Jumat, 3 Juli 2026
– Bersih Desa (09.00 WIB-selesai)
Sabtu, 4 Juli 2026
– Pembekalan Wisuda Lengger (09.00 WIB-selesai)
Minggu, 5 Juli 2026
– Karnaval Budaya (08.00-16.00 WIB)
Rabu, 8 Juli 2026
– Bersih Makam dan Gotong Royong (09.00 WIB–selesai)
Kamis, 9 Juli 2026
– Tari Kuda Kepang dan Lengger (13.00-24.00 WIB)
– Doa Lintas Agama (19.00-21.00 WIB)
Jumat, 10 Juli 2026
– Punjung Luhur (07.00-09.00 WIB)
– Kirab Tenong (09.00-11.30 WIB)
– Simpuh Lengger (09.00-11.30 WIB)
– Festival Budaya (09.00-11.30 WIB)
– Pentas Lintas Kecamatan (13.00-17.30 WIB)
– Kobol-Kobol (19.00-21.00 WIB)
– Wayang Kulit (21.00-04.00 WIB)
Sabtu, 11 Juli 2026
– Jamasan Lengger (09.00 WIB-selesai)
– Festival Mesusi Beras (12.00-16.00 WIB)
– Wayang Kulit Ruwat Dusun (13.00-17.00 WIB)
– Wisuda Lengger (20.00-22.00 WIB)
– Wayang Kulit (22.00 WIB-selesai).
Desa Wisata Giyanti selama ini dikenal sebagai salah satu pusat pelestarian budaya di Kabupaten Wonosobo. Selain memiliki panorama alam pedesaan yang masih asri, desa ini juga aktif mempertahankan berbagai kesenian tradisional, khususnya tari lengger.
Melalui penyelenggaraan Rakanan Giyanti, masyarakat tidak hanya menjaga warisan leluhur, tetapi juga mengembangkan potensi pariwisata berbasis budaya yang mampu menarik wisatawan dari berbagai daerah.
Penyelenggara mengajak masyarakat, wisatawan, maupun pecinta budaya untuk datang langsung ke Desa Wisata Giyanti dan menikmati seluruh rangkaian acara.
Selain menjadi hiburan, festival ini diharapkan dapat memperkuat kecintaan generasi muda terhadap budaya lokal sekaligus mendorong pertumbuhan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Kabupaten Wonosobo.
Dengan deretan acara yang berlangsung selama hampir sepuluh hari, Rakanan Giyanti ke-271 menjadi salah satu event budaya terbesar sekaligus agenda menarik Wonosobo minggu ini yang sayang untuk dilewatkan.