Jumat, 2 Desember 2022

Ajaran Islam dalam Alquran Perlu Diimplementasikan dalam Kehidupan Sehari-Hari

Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi (Tiwi) memberikan sambutan dalam peringatan Nuzulul Quran, di Masjid Agung Daarussalam, Senin (18/4/2022). (Joko Santoso)

Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi (Tiwi) menyampaikan Nuzulul Quran diharapkan bisa menjadi momentum untuk meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah. Menurutnya ajaran Islam yang termaktub dalam kitab suci Alquran juga perlu diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari.


Purbalingga, serayunews.com

“Sebagai umat Islam, ,momentum Nuzulul Quran diharapkan bisa meningkatkan keimanan dan kecintaan kita terhadap kitab suci Alqur’an. Tidak hanya cinta dalam membacanya, tapi juga cinta dalam memahami dan mengimplementasikan ke dalam kehidupan sehari-hari,” katanya saat memberikan sambutan dalam peringatan Nuzulul Quran, yang dilaksanakan di Masjid Agung Daarussalam Purbalingga, Senin (18/4/2022) malam.

Bupati Tiwi juga menjelaskan peringatan Nuzulul Quran tahun ini bisa dilaksanakan di Masjid Agung Daarussalam. Dua tahun sebelumnya, peringatan serupa dilaksanakan secara daring karena pandemi Covid-19.

 “Alhamdulilah tahun ini Covid-19 di Kabupaten Purbalingga melandai. Sehingga malam ini kita bisa bersama-sama menjalankan Salat Isya dilanjutkan Salat Tarawih berjamaah disertai peringatan Nuzulul Quran,” tuturnya.

Sementara itu Anggota Komisi Dakwah Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, KH Dr Masrukhin Abdul Madjid, yang menjadi pembicara dalam peringatan Nuzulul Quran mengatakan selain mencintai agama (Hubuddin) setiap warga negara juga harus diimbangi dengan cinta tanah air (Hubbul Wathon).

Dengan keseimbangan itu maka, umat Islam di Indonesia tidak terjadi perpecahan sebagaimana negara-negara di timur tengah yang berkonflik.

 “Muslim harus mengedepankan akhlak dalam menghadapi perbedaan,” ungkapnya.

Umat muslim diminta jangan mudah terprovokasi oleh perbedaan yang tidak seharusnya dipertentangkan. Misalnya, orang Islam harus tahu mana khilafiyah dan mana penyimpangan agama. Jika penyimpangan agama maka wajib diamputasi.

 “Tapi kalau kita ketemu orang yang hanya khilafiyah, maka harus kita toleransi,” ungkapnya.

Dia juga berpesan agar senantiasa berprasangka baik terhadap pemerintah. Karena ketaatan terhadap pemerintah juga bagian dari perintah agama.

Berita Terpopuler

Berita Terkini