Senin, 23 Mei 2022

Aksi Teror dan Penjarahan Warnai Simulasi Kebakaran Depot LPG Cilacap

Simulasi Tim OKD dan Damkar saat lakukan pemadaman di area filling shed dan limbah B3 (Ulul Azmi)

Pertamina (Persero) Integrated Terminal Cilacap menggelar simulasi kebakaran di area Depot LPG yang berada di Jalan MT Haryono, Kawasan Industri Cilacap, Selasa (29/3/2022). Dalam simulasi kebakaran itu, terjadi aksi teror dan penjarahan tabung LPG.


Cilacap, serayunews.com

Simulasi kebakaran diikuti para pegawai dan pekerja setempat menggambarkan insiden kebakaran terjadi di area filling shed (tempat pengisian LPG) dan limbah B3 (bahan berbahaya beracun) berada di dalam area Depot LPG Cilacap.

Mengetahui adanya kebakaran tersebut, petugas membunyikan sirine dan mengevakuasi para pekerja ke titik kumpul yang lebih aman. Selain itu, seluruh kendaraan pengangkut tabung LPG hingga kendaran tangki pun dievakuasi keluar dari area berbahaya.

Untuk memadamkan api yang muncul di area filling shed dan limbah B3, tim organisasi keadaan darurat (OKD) Integrated Terminal Cilacap LPG bertindak cepat untuk melakukan pemadaman, dibantu armada Damkar Cilacap. Tak selang lama, api bisa dikendalikan dan dinyatakan padam.

Baca juga  Puluhan Sapi di Purbalingga, Terindikasi Terjangkit Wabah PMK

“Dengan kesigapan tim OKD ITC LPG kebakaran bisa segera ditangani dan api bisa dipadamkan, satu titik api bisa di padamkan 15 menit,” kata Yuliarto Adiwibowo, Integrated Terminal Manager Cilacap.

Yuliarto mengatakan, meskipun kebakaran tergolong kecil, namun sekecil apapun jenis kebakarannya itu bisa berakibat fatal karena berada di area pengisia gas LPG yang mudah terbakar.

“Meskipun kebakaran kecil tidak bisa disepelekan, apalagi di lokasi gas LPG yang mudah meledak, jadi kita tetap anggap serius dengan penanganan menggunakan standar operasional prosedur (SOP),” ujarnya.

Yuliarto Adiwibowo (tengah) Integrated Terminal Manager Cilacap bersama jajaran pegawai (Ulul Azmi).
Baca juga  Perkuat Kebhinnekaan, UMP Jalin Kerjasama dengan Puhua School

Dalam insiden kebakaran tersebut, terdapat sejumlah pekerja yang terluka, bahkan beberapa di antaranya pingsan karena menghirup banyak asap. Para pekerja yang terluka juga alami patah tulang kaki sehinga dilarikan ke rumah sakit dengan ambulans.

Saat petugas lakukan pendinginan, tiba-tiba ada teror lemparan sebuah benda yang mengeluarkan api, beruntung benda tersebut jatuh di luar pagar.

“Ada pelemparan, kita belum bisa memastikan tapi itu api, bisa dipadamkan dengan Apar, lokasinya diluar pagar dan bukan area berbahaya,” ujarnya.

Bahkan situasi juga tambah mencekam, dimana sejumlah mobil pengangkut tabung LPG dijarah oleh orang tak dikenal. Karena aksinya diketahui sopir, pelaku nekat mengancam dan hendak melukai korban. Namun akhirnya pelaku bisa diringkus polisi dan security yang sedang berjaga.

“Ada oknum yang memanfaatkan situasi, karena saat kebakaran semua kendaraan pengangkut tabung diarahkan keluar lokasi, ada orang yang mau menjarah tabung, karena ketahuan jadi pelaku mengancam dan sempat menyandera korban, namun bisa ditangani oleh security dan tim pengamanan obfit dari kepolisian,” ujarnya.

Baca juga  Polres Banjarnegara, Siapkan Fasilitas Vaksinasi di Pospam Lebaran
Simulasi aksi penjarahan tabung LPG di sekitar lokasi kebakaran (Ulul Azmi)

Yuliarto menambahkan, fasilitas pemadam kebakaran di wilayah Integrated Terminal Cilacap terus ditingkatkan setiap tahunnnya. Bahkan kesigapan tim OKD pun terus dilatih, baik secara praktek maupun teori, mulai dari penggunaan Apar hingga penggulungan selang pemadam.

“Diharapkan kesiapan tim OKD dan mitigasi jika terjadi seperti kebakaran atau pencemaran lingkungan, ataupun kebocoran gas, jadi kita siapkan tim OKD yang siap kapan pun,” ujarnya.

Sementara, untuk penyebab kebakaran di area Depot LPG tersebut belum bisa dipastikan penyebabnya karena menunggu hasil investigasi petugas. Meski demikian, penyaluran dan penerimaan tabung LPG masih aman dan tidak terganggu.

Berita Terkait

Berita Terkini