Rabu, 25 Mei 2022

Alhamdulillah, Selama Ramadan Sekolah di Purbalingga Berlakukan Pembelajaran Tatap Muka 100%

Pembelajaran tatap muka di salah satu SMP di Kabupaten Purbalingga. (Dok)

Sekolah yang ada di Kabupaten Purbalingga memberlakukan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) 100 persen. Kendati demikian penerapan protokol kesehatan ketat tetap diberlakukan dalam pembelajaran tersebut.


Purbalingga, serayunews.com

“Betul, kami memberlakukan PTM 100 persen selama bulan Ramadan. Salah satu faktornya karena tingkat vaksinasi anak sekolah yang sudah tinggi dan juga kasus Covid-19 yang sudah turun,” kata Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Purbalingga, Tri Gunawan Setyadi, ketika dikonfirmasi serayunews.com, Senin (4/4/2022).

Baca juga  Warga Pemalang Penambang Pasir Tenggelam di Sungai Serayu Adipala

Dia menjelaskan pembelajaran di bulan Ramadan dimulai pada Selasa (5/4/2022). Sebelumnya memasuki awal Ramadan sekolah diliburkan mulai Sabtu (2/4/2022) hingga Senin (4/4/20220. Dia menyampaikan pelaksanaan PTM 100 % dilaksanakan mulai pukul 08.00 WIB.

“Pelaksanaannya selama enam jam pelajaran. Masing-masing pelajaran waktunya 30 menit untuk jenjang Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP). Sedangkan untuk Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Taman Kanak-Kanak (TK) jam pelajaran hanya tiga jam pelajaran masing-masing 30 menit,” terangnya.

Kebijakan tersebut tertuang dalam Surat Edaran (SE) Nomor 421/0852/2022 yang ditandatangani Kepala Dindikbud tertanggal 28 Maret 2022. Pihaknya mengimbau agar SE tersebut ditindaklanjuti oleh masing-masing satuan pendidikan.

Baca juga  Hari ini Ratusan Peserta Mudik Gratis ke Cilacap, Diberangkatkan dari Jakarta

“Dengan demikian bisa dilaksanakan dengan baik,” ujarnya.

Dalam kesempatan terpisah, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Purbalingga dr Jusi Febrianto menyampaikan pelaksanaan PTM 100% didasarkan salah satunya karena kasus harian Covid-19 yang terus menurun di Kabupaten Purbalingga. Hingga 4 April 2022 jumlah pasien positif Covid-19 tinggal 13 orang.

“Perinciannya 6 orang dirawat di rumah sakit dan sisanya menjalani isolasi mandiri,” tandasnya.

Berita Terkait

Berita Terkini