
SERAYUNEWS – Hari Arafah menjadi salah satu momen istimewa bagi umat Islam, terutama saat memasuki bulan Zulhijah. Simak amalan sunnah di Hari Arafah untuk yang tidak haji.
Banyak orang mengenal Hari Arafah identik dengan puasa sunnah yang dijalankan sehari sebelum Hari Raya Iduladha.
Namun, tahukah Anda bahwa amalan di Hari Arafah tidak hanya terbatas pada puasa?
Bagi umat Islam yang tidak sedang menunaikan ibadah haji, Hari Arafah tetap menjadi kesempatan besar untuk memperbanyak ibadah.
Hari yang jatuh pada 9 Zulhijah ini dikenal sebagai waktu penuh keberkahan dan menjadi bagian dari sepuluh hari pertama Zulhijah yang memiliki keutamaan besar dalam Islam.
Pada hari tersebut, umat Muslim dianjurkan memperbanyak dzikir, doa, takbir, sedekah, serta amal saleh lainnya.
Bahkan sejumlah hadis menyebut Hari Arafah sebagai waktu terbaik untuk memohon ampunan dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Lantas, apa saja amalan sunnah Hari Arafah bagi Anda yang tidak berhaji selain puasa? Berikut ulasan lengkapnya.
Hari Arafah merupakan momentum penting dalam rangkaian ibadah haji. Pada hari ini, jemaah haji melaksanakan wukuf di Padang Arafah, salah satu rukun utama haji.
Namun, keutamaan Hari Arafah tidak hanya diperuntukkan bagi mereka yang sedang berhaji.
Umat Islam di seluruh dunia juga dianjurkan memperbanyak ibadah karena hari ini termasuk waktu mulia yang sangat dicintai Allah SWT.
Dalam berbagai hadis dijelaskan bahwa amal saleh yang dilakukan pada sepuluh hari pertama Zulhijah, termasuk Hari Arafah, memiliki nilai istimewa di sisi Allah SWT.
1. Memperbanyak Dzikir, Takbir, Tahmid, dan Tahlil
Salah satu amalan yang sangat dianjurkan pada Hari Arafah ialah memperbanyak dzikir kepada Allah SWT.
Dalam Al-Qur’an disebutkan:
لِّيَشْهَدُوا۟ مَنَٰفِعَ لَهُمْ وَيَذْكُرُوا۟ ٱسْمَ ٱللَّهِ فِىٓ أَيَّامٍ مَّعْلُومَٰتٍ عَلَىٰ مَا رَزَقَهُم مِّنۢ بَهِيمَةِ ٱلْأَنْعَٰمِ ۖ فَكُلُوا۟ مِنْهَا وَأَطْعِمُوا۟ ٱلْبَآئِسَ ٱلْفَقِيرَ
Artinya:
“Supaya mereka menyaksikan berbagai manfaat bagi mereka dan supaya mereka menyebut nama Allah pada hari yang telah ditentukan atas rezeki yang Allah telah berikan kepada mereka berupa binatang ternak. Maka makanlah sebahagian daripadanya dan (sebahagian lagi) berikanlah untuk dimakan orang-orang yang sengsara dan fakir.”
Ayat tersebut terdapat dalam Al-Qur’an Surah Al-Hajj ayat 28.
Dalam penafsiran yang dinisbatkan kepada Abdullah bin Abbas, hari-hari yang dimaksud termasuk sepuluh hari pertama Zulhijah, termasuk Hari Arafah.
Rasulullah SAW juga bersabda:
“Tidak ada hari yang lebih agung di sisi Allah dan amal di dalamnya lebih dicintai-Nya daripada sepuluh hari ini. Maka perbanyaklah tahlil, takbir, dan tahmid.” (HR Ahmad)
Karena itu, Anda dapat memperbanyak bacaan seperti Subhanallah, Alhamdulillah, La ilaha illallah, dan Allahu Akbarsepanjang Hari Arafah.
2. Memperbanyak Doa di Hari Arafah
Hari Arafah dikenal sebagai salah satu waktu terbaik untuk memanjatkan doa.
Rasulullah SAW bersabda:
“Sebaik-baik doa adalah doa pada Hari Arafah.” (HR Tirmidzi)
Hadis tersebut menjadi pengingat bahwa Hari Arafah adalah waktu istimewa untuk bermunajat.
Anda dapat memohon ampunan dosa, meminta rezeki halal, kesehatan, kemudahan hidup, hingga keselamatan dunia dan akhirat.
Tidak ada batasan doa tertentu. Anda bisa berdoa menggunakan bahasa sendiri dengan penuh kekhusyukan dan harapan.
3. Membaca Doa Arafah
Selain doa pribadi, ada doa yang sangat dianjurkan diamalkan pada Hari Arafah sebagaimana disebut dalam riwayat hadis Imam Tirmidzi.
Berikut bacaannya:
لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ يُحْيِي وَيُمِيْتُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ
Latin:
Laa ilaaha illallaah wahdahu laa syariika lah lahul mulku wa lahul hamdu yuhyii wa yumiitu wa huwa ‘ala kulli syai-in qadiir
Artinya:
“Tidak ada Tuhan selain Allah, Zat yang Esa dan tidak ada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya segala kerajaan dan segala pujian. Di tangan-Nyalah segala kebaikan dan Dia Mahakuasa atas segala sesuatu.”
Doa ini dapat dibaca berulang kali sambil memperbanyak dzikir pada Hari Arafah.
4. Memperbanyak Sedekah dan Amal Saleh
Hari Arafah juga menjadi kesempatan untuk meningkatkan kepedulian sosial.
Rasulullah SAW bersabda:
“Tidak ada hari-hari yang amal saleh di dalamnya lebih dicintai Allah daripada sepuluh hari pertama Zulhijah.” (HR Bukhari)
Amal saleh dapat dilakukan dalam banyak bentuk, mulai dari sedekah, membantu sesama, memberi makan orang membutuhkan, membantu keluarga, hingga memperbanyak ibadah sunnah.
Sedekah pada hari-hari mulia diyakini memiliki nilai pahala besar, terlebih jika dilakukan dengan niat ikhlas.
5. Memperbanyak Takbir
Takbir juga menjadi amalan yang sangat dianjurkan saat Hari Arafah.
Bacaan takbir biasanya mulai dikumandangkan sejak subuh pada 9 Zulhijah hingga akhir hari tasyrik.
Diriwayatkan dari Abdullah bin Umar:
“Kami pagi-pagi bersama Rasulullah SAW dari Mina menuju Arafah, di antara kami ada yang bertalbiyah dan di antara kami ada yang bertakbir.” (HR Muslim)
Takbir bisa dilafalkan di rumah, masjid, kendaraan, atau sela aktivitas sehari-hari sebagai bentuk mengagungkan Allah SWT.
Meski artikel ini membahas amalan selain puasa, puasa Arafah tetap menjadi sunnah utama bagi Muslim yang tidak berhaji.
Dalam hadis disebutkan bahwa puasa Arafah menjadi sebab dihapuskannya dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang.
Karena itu, Hari Arafah dapat menjadi momentum memperbanyak ibadah secara menyeluruh.
Tidak hanya menahan lapar dan haus, tetapi juga memperbanyak doa, dzikir, sedekah, serta amal baik lainnya agar hati semakin dekat kepada Allah SWT.***