Selasa, 24 Mei 2022

Awas Ada Tim Satgas Covid di Pusat Perbelanjaan dan Lokasi Wisata, Ini Kata Kasatpol PP Cilacap 

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpo PP) Cilacap Yuliaman Sutrisno (foto Ulul Azmie)

Menjelang hari raya Idul Fitri, Tim Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Cilacap tingkatkan pengawasan dan patroli di tempat pusat perbelanjaan dan wisata. Hal ini dilakukan untuk mencegah penumpukan pengunjung yang akan berbelanja untuk kebutuhan lebaran.


Cilacap, serayunews.com

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpo PP) Cilacap Yuliaman Sutrisno menyampaikan, pihaknya bersama Tim Satgas akan lebih intensifkan pengawasan dan patroli ditempat yang berpotensi menimbulkan kerumunan tersebut.

Baca juga  Bagaimana Kebijakan Pelonggaran Masker di Cilacap? Ini Penjelasannya

Selain berpatroli rutin tiga kali dalam sehari, pihaknya juga inten memberikan edukasi kepada pengamanan atau satpam setempat agar selalu menghimbau kepada pengunjung untuk menerapkan protokol kesehatan, serta penerapan PPKM berbasis mikro, dengan pembatasan kapasitas ruangan 50% pengunjung.

“Kita upayakan dengan meningkatkan pengawasan dan patroli di tempat potensi kerumunan seperti pusat perbelanjaan, pasar tradisional, tempat ruang publik dan tempat wisata, karena jelang lebaran tempat tersebut ramai dikunjungi warga, sejauh ini belum ada pelanggaran,” ujarnya.

Yuliaman menambahkan, meski jumlah personil terbatas, pihaknya telah menempatkannya di sejumlah posko bergabung dengan unsur lainnya, seperti di posko penyekatan, pengamanan, pelayanan dan posko terpadu.

Baca juga  536 ASN Banjarnegara Naik Pangkat, Bupati Minta Tingkatkan Kinerja

“Kita sudah aktifkan kembali satgas tingkat desa hingga RT RW dengan memaksimalkan peran jogo tonggo, bersinergi dengan satgas tingkat kecamatan dan TNI-Polri, ikut mengawasi para pemudik yang dimungkinkan tiba di kampung halaman, serta pendataan tempat ibadah yang akan menggelar shalat ied,” ujarnya.

Selain itu, pihaknya juga secara masif akan mensosialisasikan kepada kades atau lurah dan camat untuk mengantisipasi hal tersebut.

“Harapannya ada perubahan perilaku dengan sadar diri, bisa menerapkan protokol kesehatan, sehingga tidak dikhawatirkan timbul klaster baru nantinya,” ujarnya.

Editor :M Amron

Berita Terkait

Berita Terkini