
SERAYUNEWS- Menyambut Hari Raya Idul Fitri 2026, umat Islam dianjurkan melakukan berbagai amalan sunnah sebagai bentuk penyempurnaan ibadah setelah menjalani puasa Ramadan selama sebulan penuh.
Salah satu amalan yang sering dilakukan sejak zaman para sahabat adalah mandi sunnah sebelum melaksanakan shalat Idul Fitri.
Tradisi mandi sebelum shalat Id bukan sekadar membersihkan diri secara fisik, tetapi juga memiliki makna spiritual sebagai simbol kesucian dan kesiapan hati menyambut hari kemenangan.
Para ulama menjelaskan bahwa mandi sunnah Idul Fitri merupakan amalan yang dianjurkan sebelum berangkat menuju tempat shalat. Amalan ini bahkan telah dilakukan oleh para sahabat Nabi sejak masa awal Islam.
Selain membersihkan diri, mandi sunnah juga menjadi bagian dari adab merayakan hari besar umat Islam dengan kondisi tubuh yang bersih, rapi, dan wangi. Melansir berbagai sumber, berikut Serayunews sajikan ulasannya:
Mandi sunnah Idul Fitri merupakan salah satu amalan yang dianjurkan bagi umat Islam sebelum melaksanakan shalat Id. Para ulama menjelaskan bahwa mandi ini bertujuan membersihkan tubuh sekaligus mempersiapkan diri secara lahir dan batin untuk menyambut hari raya.
Dalam banyak literatur fikih, mandi sunnah Idul Fitri memiliki kedudukan yang sama seperti mandi sunnah pada hari Jumat. Artinya, meskipun tidak wajib, amalan ini sangat dianjurkan bagi siapa saja yang akan menghadiri shalat Id.
Selain membersihkan tubuh, mandi sunnah juga menjadi simbol kebahagiaan dan rasa syukur atas selesainya ibadah puasa Ramadan. Dengan tubuh yang bersih dan hati yang tenang, umat Islam diharapkan dapat menyambut hari raya dengan penuh kegembiraan dan ketulusan.
Bacaan Niat Mandi Sunnah Idul Fitri Lengkap Arab dan Artinya
Sebelum melakukan mandi sunnah Idul Fitri, umat Islam dianjurkan membaca niat terlebih dahulu di dalam hati. Berikut lafaz niat mandi sunnah Idul Fitri:
نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِعِيْدِ الْفِطْرِ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى
Arab latin: Nawaitul ghusla li ‘iidil fithri sunnatan lillaahi ta’alaa.
Artinya: “Saya niat mandi sunnah Idul Fitri karena Allah Ta’ala.”
Para ulama menjelaskan bahwa niat ini cukup dibaca di dalam hati ketika mulai mengguyurkan air ke tubuh.
Waktu pelaksanaan mandi sunnah Idul Fitri dimulai sejak terbit fajar pada tanggal 1 Syawal hingga sebelum pelaksanaan shalat Id. Waktu yang paling utama adalah pada pagi hari sebelum berangkat menuju tempat shalat.
Para ulama juga menjelaskan bahwa mandi sunnah ini tetap sah dilakukan setelah terbit fajar meskipun seseorang melakukannya lebih awal sebelum menuju masjid atau lapangan tempat pelaksanaan shalat Id.
Karena itu, banyak umat Islam memilih mandi sunnah setelah bangun pagi di hari raya sebagai bagian dari persiapan sebelum mengenakan pakaian terbaik dan berkumpul bersama keluarga untuk berangkat ke tempat shalat.
Mandi sunnah Idul Fitri pada dasarnya dilakukan seperti mandi wajib pada umumnya. Namun terdapat beberapa tata cara yang dianjurkan agar ibadah ini menjadi lebih sempurna.
Berikut tata cara mandi sunnah Idul Fitri:
1. Membaca niat mandi sunnah Idul Fitri.
2. Membasuh kedua tangan terlebih dahulu.
3. Membersihkan bagian tubuh yang kotor atau najis.
4. Berwudhu seperti hendak melaksanakan shalat.
5. Mengguyurkan air ke kepala sebanyak tiga kali.
6. Mengalirkan air ke seluruh tubuh dimulai dari sisi kanan.
7. Menggosok tubuh agar air merata ke seluruh bagian tubuh.
8. Mengakhiri mandi dengan doa dan rasa syukur kepada Allah.
Dengan mengikuti tata cara tersebut, mandi sunnah Idul Fitri diharapkan dapat dilaksanakan secara sempurna sesuai tuntunan ulama.
Selain mandi sunnah, terdapat beberapa amalan lain yang dianjurkan sebelum melaksanakan shalat Idul Fitri. Amalan ini menjadi bagian dari tradisi ibadah yang telah dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW.
Berikut beberapa sunnah sebelum shalat Idul Fitri:
1. Mengenakan pakaian terbaik.
2. Memakai wewangian bagi laki-laki.
3. Makan terlebih dahulu sebelum berangkat shalat Id.
4. Membaca takbir sejak malam Idul Fitri hingga pelaksanaan shalat.
5. Berangkat ke tempat shalat melalui jalan berbeda saat pulang.
6. Memperbanyak doa dan dzikir.
7. Menjalin silaturahmi dengan keluarga dan kerabat.
8. Bersedekah serta memperbanyak rasa syukur.
Amalan-amalan tersebut menjadi bagian dari tradisi yang memperindah suasana hari raya dan memperkuat hubungan sosial di tengah masyarakat.
Mandi sunnah pada hari raya memiliki makna yang sangat mendalam dalam ajaran Islam. Selain sebagai bentuk kebersihan fisik, mandi ini juga menjadi simbol kesucian spiritual setelah menjalani ibadah puasa selama satu bulan penuh.
Umat Islam dianjurkan untuk tampil bersih, rapi, dan harum ketika berkumpul dalam shalat Id. Hal ini mencerminkan nilai keindahan dalam Islam yang selalu menekankan kebersihan dan kerapian sebagai bagian dari iman.
Selain itu, mandi sunnah juga mengajarkan pentingnya mempersiapkan diri secara lahir dan batin sebelum menjalankan ibadah bersama dalam skala besar seperti shalat Idul Fitri.
Mandi sunnah Idul Fitri merupakan salah satu amalan yang dianjurkan sebelum melaksanakan shalat Id. Tradisi ini telah dilakukan sejak masa sahabat sebagai bentuk persiapan menyambut hari raya dengan tubuh yang bersih dan hati yang suci.
Dengan memahami niat, tata cara, dan waktu pelaksanaan mandi sunnah Idul Fitri, umat Islam diharapkan dapat menjalankan amalan ini dengan lebih baik. Meskipun tidak wajib, ibadah sunnah ini menjadi bagian penting dari adab merayakan hari kemenangan setelah sebulan penuh berpuasa.