SERAYUNEWS – Tahukah Anda bagaimana bacaan Sayyidul Istighfar yang benar? Sayyidul Istighfar dikenal sebagai “raja” dari segala istighfar (permohonan ampun), dan merupakan salah satu doa terbaik yang diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW untuk memohon ampun kepada Allah SWT.
Doa ini sangat istimewa karena mencakup pengakuan atas kekuasaan Allah, pengakuan dosa, dan permohonan ampun yang tulus. Berikut ini adalah bacaan Sayyidul Istighfar yang benar sesuai ajaran Rasulullah SAW:
Sayyidul Istighfar sangat baik dibaca kapan saja, namun ada waktu-waktu tertentu yang lebih dianjurkan untuk membacanya, yaitu:
Disarankan untuk membaca Sayyidul Istighfar setelah shalat Subuh atau pada waktu pagi hari. Bacaan ini berfungsi sebagai permohonan ampun dan perlindungan kepada Allah dalam memulai hari.
Bacalah Sayyidul Istighfar pada sore hari, setelah shalat Zuhur hingga malam hari, atau lebih diutamakan setelah Maghrib. Waktu ini juga ideal untuk memohon ampunan sebelum beristirahat malam.
Artinya: “Ya Allah, Engkau adalah Rabbku, tidak ada Rabb yang berhak disembah kecuali Engkau. Engkaulah yang menciptakanku. Aku adalah hamba-Mu. Aku akan setia pada perjanjianku dengan-Mu semampuku. Aku berlindung kepada-Mu dari kejelekan yang kuperbuat. Aku mengakui nikmat-Mu kepadaku dan aku mengakui dosaku. Oleh karena itu, ampunilah aku. Sesungguhnya tiada yang mengampuni dosa kecuali Engkau.” (HR. Bukhari no. 6306)
Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Bukhari, Rasulullah SAW bersabda:
“Barangsiapa mengucapkannya pada siang hari dengan keyakinan, lalu dia meninggal pada hari itu sebelum waktu sore, maka dia termasuk penghuni surga. Dan barangsiapa mengucapkannya pada malam hari dengan keyakinan, lalu dia meninggal sebelum waktu pagi, maka dia termasuk penghuni surga.” (HR. Bukhari no. 6306)
Hadis ini menegaskan bahwa membaca Sayyidul Istighfar dengan keyakinan yang tulus bisa menjadi kunci untuk meraih surga.
Sayyidul Istighfar adalah bentuk pengakuan dan permohonan ampun yang sangat dalam kepada Allah SWT.
Dengan membacanya, seorang hamba menunjukkan kerendahan hati dan kebutuhannya terhadap ampunan Allah. Ini adalah langkah penting dalam taubat dan penyucian diri dari dosa-dosa.
Membaca istighfar secara umum memiliki keutamaan menghapus dosa-dosa kecil. Namun, Sayyidul Istighfar memiliki kedudukan yang lebih tinggi karena di dalamnya terdapat pengakuan nikmat dan dosa yang lebih mendalam, sehingga peluang diampuni lebih besar.
Selain itu, dengan dihapusnya dosa-dosa ini, rezeki pun akan semakin dipermudah, karena perbuatan dosa bisa menjadi penghalang rezeki.
Sayyidul Istighfar adalah bacaan yang penuh makna dan keutamaan. Sebagai umat Islam, kita dianjurkan untuk sering-sering membaca doa ini sebagai bentuk pengakuan terhadap dosa dan permohonan ampun kepada Allah SWT.
Dengan membiasakan diri membaca Sayyidul Istighfar, kita berharap bisa mendapatkan ampunan dari Allah dan meraih surga-Nya di akhirat kelak.
Mari mulai rajin mengamalkan bacaan Sayyidul Istighfar!***