Selasa, 7 Februari 2023

Banjir di Cilacap Dampak Hujan Ekstrem, Begini Analisis BMKG

Teguh Wardoyo, Kepala Kelompok Teknisi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Tunggul Wulung Cilacap. (Ulul Azmi/Serayunews)

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Tunggul Wulung Cilacap menganalisa dampak hujan ekstrem di wilayah empat kabupaten. Dampak hujan ekstrem itu yang menyebabkan banjir di Cilacap, Banyumas dan sekitarnya.


Cilacap, serayunews.com

Kepala Kelompok Teknisi Stasiun Meteorologi Tunggul Wulung Cilacap Teguh Wardoyo menyampaikan, bahwa empat kabupaten yang dilanda hujan lebat hingga ekatrem yakni Cilacap, Banyumas, Purbalingga dan Banjarnegara.

Menurutnya, berdasar pantauan hujan dari Stasiun Meteorologi Tunggul Wulung Cilacap pada tanggal 8 Oktober 2022 tercatat secara rinci untuk Cilacap curah hujan di Kedungreja 97 mm, Sidareja 165 mm, Jeruklegi 345 mm, Stamet Cilacap 115 mm dan Dayeuhluhur 52 mm.

Untuk Kabupaten Banyumas, wilayah Jatilawang 183 mm, Bendung ketenger 123 mm, Rempoah 132 mm, Sumbang 135 mm dan Wangon 297 mm.

Wilayah Banjarnegara di Mandiraja 197 mm, Susukan 194 mm, Purwanegara dan Klampok 195 mm. Kemudian wilayah Purbalingga di Losari 243 mm dan Kalimanah 122 mm.

“Hujan lebat hingga ekstrem menyebabkan banjir di beberapa wilayah di Cilacap, Banyumas dan sekitarnya,” ujar Teguh, Sabtu (8/10/2022).

Teguh menambahkan, dari pantauan dinamika atmosfer, terlihat signifikan terhadap peningkatan hujan di wilayah Indonesia.

Suplai uap air dari wilayah Samudera Hindia ke wilayah Indonesia bagian barat juga signifikan (aktivitas pembentukan awan di wilayah Indonesia bagian barat signifikan).

Adapun gelombang atmosfer Rossby Ekuatorial, terdapat di sebagian wilayah Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara dan Maluku bagian selatan.

Untuk Tipe Low, terdapat di sebagian wilayah Sumatera, Kalimantan, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Sulawesi, Maluku dan Papua bagian selatan.

Menurutnya, SST anomali +1.0 s/d +4.1 °C ada potensi penguapan (penambahan massa uap air).

“Hal ini yang menyebabkan hujan lebat terjadi, dan masih berpotensi terjadi pada beberapa hari ke depan. Imbauan tetap waspada terhadap bencana banjir dan longsor yang masih berpotensi terjadi,” ujarnya.

Berita Terpopuler

Berita Terkini