Jumat, 2 Desember 2022

Baznas Banjarnegara Beri Pelatihan Pemuda dari Bikin Magot sampai Rias Pengantin

Pelatihan usaha ekonomi produktif oleh Badan Amal Zakat Infak dan Sedekah (Baznas) Kabupaten Banjarnegara. (Maula)

Peran serta Badan Amal Zakat Infak dan Sedekah (Baznas) Kabupaten Banjarnegara dalam pertumbuhan ekonomi dan pengentasan kemiskinan terus dilakukan, termasuk dengan menggelar pelatihan bagi generasi muda.


Banjarnegara, serayunews.com

Pelatihan keterampilan ekonomi produktif dilakukan di gedung Sasana Bhakti Praja mulai, Selasa (9/11/2021) dengan melibatkan 40 peserta ekonomi kreatif. Mereka mendapatkan aneka pelatihan mulai dari membikin magot sebagai pakan ikan, montir sepeda motor, menjahit, hingga rias pengantin.

Ketua Baznas Banjarnegara Sutedjo Slamet Utomo mengatakan, sebagai lembaga, Baznas akan terus hadir di tengah masyarakat dalam memerangi kemiskinan, khususnya di wilayah Banjarnegara. Tujuan pelatihan ini untuk memberikan mereka ketrampilan dan skill sebagai bekal bekerja, bahkan membuka lapangan pekerjaan sendiri.

“Pelatihan ini kami nilai lebih efektif, sebab para generasi muda ini nantinya memiliki keterampilan yang siap untuk masuk dunia kerja, tidak hanya itu bahkan mereka bisa membuka peluang usaha sendiri dan tentunya akan mengurangi angka pengangguran di Banjarnegara,” ujarnya.

Adapun untuk periode ini, total peserta 40 orang dibagi dalam 4 kejuruan, sehingga masing-masing kelompok kejuruan berjumlah 10 orang. Mereka dipilih dari empat wilayah kecamatan yang ada, mulai dari Kecamatan Susukan, Klampok, Mandiraja dan Purwanegara.

“Tak hanya sampai pelatihan, peserta juga dibantu peralatan kerja seperti mesin jahit lengkap dengan dinamo, peralatan perbengkelan lengkap dengan kompressor, peralatan rias pengantin dan media pembuatan magot. Jadi saya mohon peserta nanti bisa bersikap gemi, titi, gemati, lan taberi,” ujarnya.

Asisten Sekda Banjarnegara bidang Ekbang Kesra Tursiman sangat mengapresiasi langkah Baznas yang tak henti-hentinya selalu membantu Pemerintah dalam memerangi kemiskinan. Kepada peserta, Tursiman meminta untuk mengikuti pelatihan ini dengan saksama dan serius.

“Tantangan kita ke depan adalah persaingan dengan tenaga kerja asing dan pesatnya teknologi. Yang bisa menghadapinya adalah orang-orang yang kreatif dan inovatif. Jika tidak, lama-lama kita akan tergilas. Manfaatkan betul kesempatan pelatihan ini,” ujarnya.

Berita Terpopuler

Berita Terkini