Selasa, 24 Mei 2022

Begini Pesan Bupati Cilacap saat Pimpin Upacara Hari Pendidikan Nasional 2022

Bupati Cilacap saat pimpin upacara Hari Pendidikan Nasional 2022. (Irfan)

Pemkab Cilacap, menggelar upacara bendera dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional tahun 2022 yang mengangkat tema ‘Pimpin Pemulihan, Bergerak Untuk Merdeka Belajar’, di halaman Pendapa Wijayakusuma Cakti Cilacap, Jumat (13/5/2022).


Cilacap, serayunews.com

Bupati Cilacap, Tatto Suwarto Pamuji dalam amanatnya mengatakan, pada peringatan Hari Pendidikan Nasional tahun ini diharapkan menjadi awal kebangkitan dunia pendidikan di Indonesia. Di mana selama dua tahun terakhir, banyak sekali tantangan yang harus dihadapi dan pada akhirnya menghambat proses belajar dan mengajar.

Baca juga  Begini Cara Pemkab Cilacap Menjamin Kelancaran Belajar di Tengah Ancaman Wabah Hepatitis Akut

“Selama Covid-19 kemarin, siswa-siswi dipaksa untuk belajar secara mandiri, walaupun pada akhirnya bisa memperoleh pendidikan berkualitas secara bertahap,” katanya, Jumat (13/5/2022).

Meski begitu, lanjutnya, kualitas pendidikan yang diperoleh para pelajar selama pandemi tergolong baik. Keberhasilan tersebut tak terlepas dari program Kurikulum Merdeka yang dicanangkan oleh pemerintah. Di mana Kurikulum Merdeka, merupakan upaya untuk membantu para guru dan murid di masa pandemi.

“Dan terbukti mampu mengurangi dampak hilangnya pembelajaran. Kini Kurikulum Merdeka sudah diterapkan di lebih dari 140.000 satuan pendidikan di seluruh Indonesia,” tuturnya.

Baca juga  65 Warga Binaan Banjarnegara Dapat Remisi, 1 Langsung Bebas

Menurutnya, hal itu berarti bahwa ratusan ribu anak Indonesia sudah belajar dengan cara yang jauh lebih menyenangkan dan memerdekakan. Para pelajar juga tidak perlu lagi khawatir dengan tes kelulusan, karena Asesmen Nasional yang sekarang digunakan tidak bertujuan untuk menghukum guru atau murid, tetapi sebagai bahan refleksi agar guru terus terdorong untuk belajar.

“Selain itu kepala sekolah juga termotivasi untuk meningkatkan kualitas sekolahnya, menjadi lebih inklusif dan bebas dari ancaman dosa besar pendidikan,” jelasnya.

Berita Terkait

Berita Terkini