Jumat, 30 September 2022

Berangkat dari Keresahan, Kelompok Tani Muda Desa Kalimanah Wetan Purbalingga Produksi Pupuk Organik 

Sidik, Ketua Kelompok Tani Muda Desa Kalimanah Wetan, Purbalingga, saat berada di Rumah Kompos, tempat produksi pupuk organik, Selasa (20/09/2022). (Foto: Kominfo Purbalingga)

Dunia pertanian sudah menjadi bagian dari hidup Sidik Saefudin, warga Desa Kalimanah Wetan, Purbalingga. Selama menekuni pertanian, pupuk menjadi hal yang banyak membuat petani resah. Berangkat dari kondisi tersebut, dia dan beberapa rekannya di Kelompok Tani Muda mencoba memproduksi pupuk sendiri.


Purbalingga, serayunews.com

Selain karena keresahan para petani, pasar pupuk organik juga masih terbuka lebar. Setidaknya, hal itu yang memperkuat niat dan semangat Kelompok Tani Muda Desa Kalimanah Wetan, untuk memproduksi pupuk. Bahan-bahan yang untuk membuat pupuk mudah mereka dapatkan.

Awal pergerakannya sejak tahun 2019 secara mandiri. Seiring berjalannya waktu dan sudah terlihat keberhasilannya, di tahun 2021 oleh pemerintah desa setempat diajak untuk berkolaborasi mengolah pupuk organik milik Pemdes. Hingga tercetus “Serbumas” seruan budi daya mandiri sejahtera.

“Kelompok tani muda Serbumas selain disupport dari pemdes setempat, juga ada bantuan dari BPP (Balai Penyuluhan Pertanian, red) Desa Kalimanah Wetan. Juga mendapat pendampingan dari Dinas Pertanian Kabupaten Purbalingga melalui program-programnya,” kata Sidik, Selasa (20/09/2022).

Bangunan rumah kompos kas desa, menjadi tempat aktivitas sehari-hari sidik bersama 4 orang pemuda setempat. Bahan-bahan di antaranya komposisi beberapa unsur limbah antara lain, dedak afkir yang sudah dicampur kapur pertanian, eceng gondok, kotoran sapi dan domba, sekam bakar.

“Ada juga obat-obatan non sintetis untuk mempercepat proses fermentasi,” ujar sidik.

1 Ton

Saat ini dalam sekali produksi, bisa mencapai 1 ton. Setiap pekan, mereka memproduksi pupuk di rumah kompos dengan 4 kotak penampungan.

Sampai saat ini usaha Didik bersama kelompoknya, sudah mulai menampakan hasilnya Hal itu terlihat dengan adanya konsumen yang memesan pupuk hasil olahannya dengan brand Green Pattern yang mereka klaim cocok untuk semua jenis tanaman.

“Alhamdulillah kemarin kita baru saja kirim untuk tanam padi di Kutasari, itu 7 ton dan untuk bunga/tanaman hias juga cocok. Kita juga sudah bekerja sama dengan beberapa florist yang menggunakan pupuk kami dan ikut memasarkannya,” kata Sidik.

Menurut Sidik, pasar pupuk organik ini masih sangat luas. Produk pupuk yang selama ini mereka produksi, penjualannya ke konsumen dengan harga eceran per kilonya Rp750. Ada juga kemasan 20 kilo dengan harga Rp15 ribu. Pemesanan paling jauh dari luar kota Purbalingga, yakni Adipala Cilacap dan Tegal.

“Pemasaran yang selama ini lebih banyak melayani luar Desa Kalimanah Wetan, antara lain Kutasari, Bojongsari, Serang Pratin, dan juga melayani perorangan secara COD,” katanya.

Selain produksi pupuk, kelompok Tani muda ini juga menekuni pembiakan domba dan sapi.

Sidik berharap, ke depannya untuk mewujudkan pertanian regeneratif dan pupuk organik hasil produksinya bisa digunakan secara menyeluruh khususnya di Desa Kalimanah Wetan dan secara umum di wilayah Purbalingga dan sekitarnya. Bahkan, tidak menutup kemungkinan bisa merambah pasar Nusantara.

Berita Terpopuler

Berita Terkini