Banjir Banyumas Selatan Terjadi Lantaran Minimnya Daerah Resapan Air

Berkurangnya Resapan Air dan Perbukitan Yang Gundul Jadi Penyebab Longsor, Salah Satu Bukit di Desa Banjarpanenepen Sumpiuh gundul

Fenomena banjir yang terjadi di beberapa kecamatan di Kabupaten Banyumas cukup meresahkan masyarakat. Bahkan banjir di Kecamatan Kemranjen dan Sumpiuh terjadi hampir setiap tahun, hingga menyebabkan genangan air yang cukup dalam selama berhari-hari.


Purwokerto, Serayunews.com

Menurut keterangan Dr Hernayanti MSi Dosen Fakultas Biologi Unsoed dan Kajian Utama tentang Ekotoksikologi Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) banjir yang terjadi di Kabupaten Banyumas terutama di Kecamatan Kemranjen dan Sumpiuh itu disebabkan karena minimnya daerah resapan air. Menurutnya banyak daerah pepohonan yang berubah menjadi daerah pemukiman warga.

“Kalau dulu kan masih banyak daerah resapan air banyak pepohonan di sana. Sekarang sudah dibuat menjadi perumahan, sehingga daerah resapan air sudah tidak ada, karena beralih fungsi,” kata Dr Hernayanti yang juga pengamat lingkungan ini kepada Serayunews.com, Rabu (18/11).

Pernyataannya tersebut dikuatkan, dari kesaksian dirinya saat melintasi wilayah Kecamatan Kemranjen maupun Sumpiuh. Menurutnya beberapa tahun lalu, daerah itu masih memiliki banyak pepohonan dan pada saat itu kasus banjir tidak seperti sekarang ini.

“Kalau zaman dulu masih banyak vegetasinya, sekarang sudah berkurang sekali,” ujarnya.

Selain faktor minimnya daerah resapan air, ada juga faktor lain yang mempengaruhi penyebab banjir yakni faktor cuaca yang tidak menentu.

“Cuaca yang tidak menentu saat ini karena adanya pemanasan global, sehingga cuaca menjadi semakin ekstrem,” kata dia.

Ada sejumlah langkah yang menurut Hernayanti bisa mencegah terjadinya banjir, yakni seperti menyiapkan tempat resapan baru, dengan melakukan reboisasi kembali.

“Ada banyak pohon yang kuat (menjadi resapan air, red) seperti mahoni, jati, trembesi, pohon tebebuya juga bagus. Memang ada kendala memakan waktu yang lama untuk menjadi besar,” ujar dia.

Baca Juga : Banjir di Banyumas, Membuat 500 Hektar Sawah Terendam

Baca Juga : Banjir Terjang 10 Kecamatan di Cilacap, Ribuan Orang Mengungsi

Terkait tanah longsor yang terjadi akhir-akhir ini, menurutnya faktor utama yakni tekstur tanah. Sedangkan banyaknya korban tanah longsor karena rumahnya berdekatan dengan tebing atau perbukitan yang sebenarnya memiliki potensi paling besar terkait bencana tanah longsor.

“Tanah longsor itu alami, tidak bisa diantisipasi. Hanya saja penduduk jangan membangun rumah di perbukitan, karena itu rawan. Namnya bencana alam itu susah diprediksi karena itu tanah bergerak, sekelas pohon pun tidak dapat mencegah tanah longsor itu,” ujar dia.

Berita Terkait

Lokawisata Baturraden Ditutup karena Covid-19 Tak Terkendali

Kasus Covid-19 yang semakin tidak terkendali mengharuskan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyumas kembali menutup sejumlah lokawisatanya terhitung dari tanggal 26 November hingga 10 Desember 2020. Purwokerto,...

Buat Kebijakan Larang Pesta Nikah, Bupati Banyumas Dikritik Kata-kata Kasar

Bupati Banyumas Achmad Husein membuat kebijakan pelarangan pesta pernikahan. Sebab, Covid-19 di Banyumas melonjak. Namun, kebijakan itu menuai panen kritik. Purwokerto, Serayunews.com Bupati Banyumas, Achmad Husein...

Buat Kebijakan Larang Pesta Nikah, Bupati Banyumas Dikritik Kata-kata Kasar

Bupati Banyumas Achmad Husein membuat kebijakan pelarangan pesta pernikahan. Sebab, Covid-19 di Banyumas melonjak. Namun, kebijakan itu menuai panen kritik. Purwokerto, Serayunews.com Bupati Banyumas, Achmad Husein...

Gudang Ketahanan Pangan di Banyumas Bisa Tolong UMKM saat Pandemi

Minggu (22/11/2020) telah dibuka gudang ketahanan pangan di Karangrau, Sokaraja, Banyumas. Gudang ini bisa menolong pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di masa...

Open BO Seorang Pemuda Ditangkap Lantaran Pasangannya Hamil dan Dibawah Umur

Seorang pemuda berinisial HZ (21), warga Kecamatan Karanglewas, Kabupaten Banyumas diringkus aparat kepolisian. Dia dibekuk, setelah open BO terhadap seorang gadis di bawah umur...

Berita Terkini

SBI Menyalurkan Bantuan Paska Banjir di Cilacap Barat

PT Solusi Bangun Indonesia (SBI) Tbk melakukan aksi kemanusiaan terkait banjir di Cilacap. PT SBI pabrik bekerjasama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten...

Dugaan Penyalahgunaan Bansos Panaskan Pilkada Purbalingga

Ketua Tim pemenangan Paslon Muhammad Zulham Fauzi-Zaini Makarim (Oji-Jeni), kembali lapor ke Bawaslu, Jumat (27/11/2020) siang. Dua hal yang dilaporkan, yakni adanya dugaan ketidaknetralan...

Baznas Banjarnegara Tak Hanya Urusi Derma, Tapi Juga Latih Kewirausahaan para Pemuda

Sejumlah 48 remaja usia produktif telah lulus mengikuti Pelatihan Kerja Usaha Ekonomi Produktif yang diselenggarakan oleh Badan Amil Zakat (Baznas) Kabupaten Banjarnegara, Jumat (27/11/2020). Sekretaris...

BI Menilai Sekalipun Pandemi, Ekonomi Purwokerto Relatif Baik

  Tahun 2020 Indonesia dan negara lain harus berjuang membangkitkan perekonomian dari dampak serangan wabah Corona Virus (Covid-19). Sebab, berbagai sektor yang terdampak wabah ini...

Alhamdulillah, RSUD Hj Anna Lasmana Banjarnegara Tambah 19 Bed untuk Pasien Cuci Darah

RSUD Hj Anna Lasmana Banjarnegara terus meningkatkan pelayanan terhadap pasien hemodialisa (HD) atau cuci darah. Salah satu bentuk peningkatan pelayanan adalah dengan menambah 19...

Maling Rakus, Embat Minyak Goreng, Besi, dan Kotak Sumbangan Milik Klenteng di Purbalingga

Sungguh rakus pencuri di Klenteng Hok Tek Bio Purbalingga. Bagaimana tidak, mulai dari minyak goreng, besi, sampai kotak sumbangan dia embat. Alhasil, pihak Klenteng...

Royal Team, Jawara Esports asal Cilacap yang Profesional

Esports memang bukan hal baru di era digital. Namun, di Indonesia, esports baru saja mulai berkembang. Esport makin berkembang karena orang-orang diimbau berada di...

Terus Meningkat, Ada 2.129 Kasus Covid-19 di Cilacap

Angka Kasus penularan Covid-19 di Kabupaten Cilacap terus meningkat. Sampai Jumat (27/11/2020) jumlah kasus ada sebanyak 2.129 orang yang terkonfirmasi positif. Dari jumlah tersebut...