Minggu, 28 Februari 2021

Belum Ada Wajib Rapid Test Antigen di Hari Pertama Penyekatan Perbatasan Banyumas

Operasi di wilayah perbatasan Banyumas – Purbalingga

Hari pertama dilakukannya penyekatan warga luar daerah yang masuk dan keluar Kabupaten Banyumas, Rabu (20/1) belum berjalan maksimal. Petugas belum memberlakukan aturan wajib rapid test antigen, sehingga operasi di perbatasan hanya sebatas pemeriksaan protokol kesehatan.


Banyumas, Serayunews.com

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Banyumas, Eko Heru Surono mengatakan, operasi hari pertama digelar di perbatasan Banyumas-Purbalingga yaitu di daerah Jompo, Kecamatan Sokaraja. Dalam operasi tersebut, petugas hanya memeriksa penggunaan masker saja.

“Hari ini belum mulai diberlakukan aturan wajib rapid test antigen. Jadi titik beratnya masih pada penerapan protokol kesehatan, seperti penggunaan masker,” katanya.

Sedangkan untuk operasi pada empat titik pintu masuk Kabupaten Banyumas lainnya, yaitu di wilayah Tambak, Lumbir, Pekuncen, dan Somagede, belum dilaksanakan razia.

Saat dilakukan uji coba awal di perbatasan Banyumas – Purbalingga, juga belum melibatkan tim gabungan penyekatan perbatasan. Petugas yang diturunkan masih tim dari wilayah setempat.

“Untuk penerapan kewajiban rapid test antigen, kita masih menunggu hasil koordinasi dengan kabupaten tetangga dan instruksi dari bupati. Tadi sudah dirapatkan dan disepakati akan mulai diterapkan besok,” jelas Eko Heru.

Saat penyekatan berlangsung efektif, pihaknya sudah berkoordinasi dengan pihak desa dan kecamatan untuk membantu melakukan penyekatan di jalur-jalur tikus, keluar-masuk Banyumas. Satgas Covid-19 pada tiap RT dan RW dan desa juga akan diaktifkan kembali untuk turut mengawasi.

“Untuk pengawasan dan pengamanan wilayah masing-masing desa dam kelurahan, kita libatkan Satgas Covid-19 setempat, termasuk para petugas program jogo tonggo yang sudah berjalan di Banyumas,” tegasnya.

Sementara itu, dalam operasi yang berlangsung di Jompo tersebut hanya dilaksanakan sekitar dua jam saja dan melibatkan forkompincam Sokaraja dan tenaga medis Puskesmas Sokaraja.

Terpisah, Bupati Banyumas, Achmad Husein mengatakan, agar penyekatan di perbatasan berjalan efektif, pihaknya menggandeng kabupaten tetangga.

“Untuk lokasi baru diputuskan lima tempat, serentak, dan mengajak bekerja sama dengan kabupaten tetangga. Tujuannya biar lebih efektif untuk menekan penyebaran Covid-19,” katanya. (Hermiana)

Berita Terkait

Berita Terkini

- Advertisement -