Besok, Satu SDN di Cilongok Siap Pembelajaran Tatap Muka

 

Satu SD Negeri di Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas siap menggelar pembelajaran tatap muka (PTM) di masa pandemi. Hal itu dilakukan sebagai bentuk uji coba setelah selama 7 bulan mengadakan pembelajaran online.


BANYUMAS, Serayunews.com

Kepala SDN Panambangan Kecamatan Cilongok, Poppy Andhi Utami SPd mengaku siap untuk melakukan uji coba pembelajaran tatap muka. Pihaknya didukung oleh Pemerintah Desa, Korwilcam, orang tua, dan warga sekolah pihaknya melakukan persiapan PTM tersebut.

“Kami mendapat izin kemarin, untuk bisa memulai pembelajaran tatap muka mulai Senin (19/10/2020) besok,” kata dia.

Menurutnya, SDN Panambangan mendapat izin menggelar PTM karena pihaknya sudah mengajukan PTM kepada Bupati lewat Dinas Pendidikan sebelumnya. Selain itu juga telah melakukan sosialisasi kepada warga sekolah yaitu guru, karyawan, penjaga dan khususnya wali siswa.

“Meski siswa melakukan pembelajaran dari rumah, kami sering melakukan rapat koordinasi dengan warga sekolah, pemerintah desa dan kecamatan, korwil serta dinas pendidikan untuk melakukan persiapan fisik sesuai protokol kesehatan,” katanya.

Pihaknya pun sudah melakukan dan membuat simulasi dengan membuat video PTM yang dibantu oleh Dinas Kominfo.

“Persiapan akhir yaitu kerja bakti melibatkan pemerintah¬† desa dan masyarakat, khususnya perwakilan wali murid,” ujarnya.

Untuk mempermudah komunikasi dengan orang tua dan siswa, kata dia, pihak sekolah memberikan informasi melalui media sosial WhatsApp Group.  Melalui grup tersebut, masing-masing guru selalu memberi info maupun tugas terbaru.

Bupati Banyumas, Ir Achmad Husein dalam akun instagramnya mengatakan akan ada uji coba pembelajaran tatap muka yang dilakukan tiga sekolah. Di antaranya SMAN 3 Purwokerto, SMPN 6 Purwokerto dan SDN Panambangan Cilongok.

Ia mengatakan ketiga sekolah tersebut mendapat izin uji coba dengan pertimbangan lokasinya yang jauh dari kota.

“Untuk SDN Panambangan lokasinya yang jauh dari kota, bahkan terletak di lereng Gunung Slamet. Warga sekolah dapat mewujudkan pola hidup bersih dan sehat di lingkungan sekolah. Terbukti mereka berhasil menyabet juara pertama dalam lomba sekolah sehat di tingkat Provinsi Jawa Tengah pada tahun 2018 lalu,” ujarnya.

Berita Terkait

Berita Terkini