Cegah Pencurian Telur Penyu, Nagaraja Patroli Malam


Cilacap, Serayunews.com-Bulan Juli, Agustus dan September menjadi waktu bagi penyu bertelur di sekitar pantai Cilacap. Akan tetapi, masih ada masyarakat yang tidak bertanggungjawab melakukan pencurian telur-telur penyu.

“Masyarakat seringkali masih mengambil telur penyu, untuk dikonsumsi ataupun diperjualbelikan, karena menurut masyarakat memiliki khasiat untuk kesehatan laki-laki, tapi untuk induk penyu akan dilepas liarkan,” kata Koordinator Konservasi Penyu Nagaraja Cilacap Jumawan.

Untuk itu, hampir setiap malam, Nagaraja melakukan patroli penyu di sepanjang pantai sekitar Kecamatan Adipala. Patroli dilakukan untuk mengamankan telur penyu.

Penyu-penyu ini bertelur beberapa titik seperti di Pantai Sodong, Pantai Srandil, Pantai Glempang Pasir, sampai Jetis. Sepinya lokasi tersebut pada malam hari, menjadikan penyu mendarat untuk bertelur.

“Penyu merupakan binatang unik, meski sudah berkeliling ke berbagai tempat, ketika bertelur, mereka akan mendarat dan kembali di daerah dilahirkan, untuk di sekitar Cilacap Penyu biasa mendarat pada Bulan Juli, Agustus dan September, atau memasuki musim kemarau dan cuaca dingin,” ujarnya.

Patroli dilakukan juga untuk mencegah adanya pencurian telur penyu untuk diperjualbelikan. Selanjutnya telur-telur penyu akan ditangkarkan oleh kelompoknya di Pantai Sodong. Setelah menjadi tukik akan dilepasliarkan kembali.

Pada tahun 2020 ini, sudah ada pendaratan penyu untuk bertelur pada tanggal 4 April lalu. Ada sebanyak 84 telur yang diamankan, meskipun ada sebanyak 15 yang menetas. Menurutnya, hal ini terjadi karena beberapa faktor, diantaranya pada saat ditemukan oleh nelayan, mereka mencuci telur ke air tawar. Padahal, jika langsung dilaporkan kepada komunitas ini, maka tingkat menetas telur bisa mencapai 70-90 persen.

Sedangkan pada tahun 2019 kemarin komunitas tersebut melepas liarkan sebanyak 32 tukik, berusia 3 bulan dan 2 tukik berusia 5 bulan.

Pihaknya juga terus melakukan sosialiasi kepada nelayan dan juga masyarakat, untuk menyelamatkan telur-telur penyu maupun indukan penyu. Agar pelestarian penyu tetap terjaga.

“Jika telur diambil terus maka tidak ada kelangsungan hidup, dan jika indukan mati maka ama-mala akan punah. Ini yang perlu dijaga dan disosialisasikan ke masyarakat,” katanya.

Komentar