Cilacap Dikepung Bencana, Dari Banjir Bandang Hingga Tanah Longsor Ancam Pemukiman Warga

bencana banjir di enam kecamatan, yakni Cipari, Bantarsari, Kedungreja, Gandrungmangu, Sidareja, dan  Kroya

Hujan yang mengguyur wilayah Kabupaten Cilacap menyebabkan bencana banjir di sejumlah kecamatan. Tercatat banjir terjadi di enam kecamatan, yakni Cipari, Bantarsari, Kedungreja, Gandrungmangu, Sidareja, dan  Kroya.


Cilacap, Serayunews.com

Kepala Pelaksana Harian BPBD Kabupaten Cilacap Tri Komara Sidhy mengatakan, akibat hujan deras yang terjadi semalam, menyebabkan meluasnya genangan air.

Bencana yang terjadi pun tidak hanya banjir, akan tetapi juga ada pohon tumbang dan tanah longsor.

Untuk wilayah Sidareja dan sekitarnya, terjadi banjir Bandang di Desa Pegadingan Kecamatan Cipari, Desa Cikedondong, Desa Kedungwadas Kecamatan Bantarsari, dan Desa Kertajaya Kecamatan Gandrungmangu.

Selain itu juga ada tanah longsor di Desa Karanganyar, Desa Karanggintung Kecamatan Gandrungmangu, dan di Desa Sidasari Kecamatan Cipari. Serta ada rumah tertimpa pohon tumbang di Desa Kutasari Kecamatan Cipari dan di Desa Karanggedang Kecamatan Sidareja.

“Untuk ketinggian air  saat ini sekitar 10-100 cm di pemukiman warga,” ujarnya.

Sementara itu, di Kecamatan Kroya banjir juga meluas sampai lima desa, mulai dari Dusun Karang Desa Gentasari, Dusun Pecangakan Desa Mujur Lor, Desa Buntu, Kedawung dan Sikampuh.

“Untuk Desa Gentasari, Mujur Lor dan Kedawung sudah ada tanggap darurat, dan untuk desa lain masih dalam pengecekan,” katanya.

Banjir semakin meluas, karena hujan yang terjadi sejak Senin pukul 22.00 WIB sampai Selasa (17/11/2020) sekitar pukul 05.15 WIB.

Baca Juga : Belum Genap Sebulan, Rumah Warga di Desa Gentasari Sudah Kebanjiran Dua Kali

Baca Juga : Kroya dan Maos Kembali Banjir Setelah Diguyur Hujan Lebat, Puluhan Warga Mengungsi

“Hujan dengan intensitas tinggi mengakibatkan air dari area pesawahan dan sungai disekitar desa meluap ke wilayah rumah penduduk. Ketinggian air saat ini rata-rata 30-150 cm,” katanya.

BPBD dan juga relawan juga telah melakukan evakuasi tanggap darurat terhadap warga yang rumahnya sudah terendam air banjir.

“Sementara pengungsian di Desa Gentasari berada di MI Muhammadiyah Karag Gentasari sekitar 4 kepala keluarga dengan 10 jiwa,” katanya.

Berita Terkait

Berita Terkini