Selasa, 9 Maret 2021

Daftar Pelayan Publik di Cilacap yang Akan Divaksin Tahap II pada Termin Pertama, Cek Siapa Saja? 

Kepala Dinas Kesehatan Cilacap Pramesti Griana Dewi

Vaksinasi tahap II di Cilacap akan menyasar 42.106 sasaran dari sembilan kelompok pelayanan publik. Namun pada termin pertama,  sementara yang akan mendapat vaksin hanya 6.750 sasaran dengan alokasi dua dosis vaksin. Sehingga termin pertama belum menyasar semua kelompok pelayan publik, termasuk pedagang pasar dan tenaga pendidik.


Cilacap, Serayunews.com

Kepala Dinas Kesehatan Cilacap Pramesti Griana Dewi menyampaikan vaksinasi tahap II di Cilacap, termin pertama belum menyasar sembilan kelompok pelayan publik. Pasalnya pada termin pertama ini, vaksinasi untuk Cilacap mendapat jatah hanya cukup diberikan untuk 6.750 sasaran.

“Tadi malam jam 00.00 ada (Satgas) yang berangkat ke Semarang untuk mengambil vaksin, jumlah pertama baru untuk 6.750 sasaran,” ujar Pramesti saat dihubungi, Senin (22/02/2021).

Dijelaskan, secara bertahap distribusi vaksin akan dilakukan setelah  tiba di Cilacap, dan dijadwalkan pelaksanaan vaksin bisa dilakukan pada senin (22/02)  sore. Menurutnya, vaksinasi akan dilakukan terutama di wilayah Kota Cilacap, namun belum menyasar semua kelompok sasaran dari pelayan publik.

“Iya, nanti (senin, 22/2) sore untuk wilayah kota dulu, prioritas sasaran termin pertama tokoh agama, keamanan, aparat kecamatan dan desa, sebagian ASN,” jelasnya.

Dijelaskan lebih lanjut, untuk kelompok pelayan publik lain seperti pedagang pasar dan tenaga pendidik, belum masuk daftar vaksinasi pada termin pertama ini. Sebab alokasi jatah vaksin baru dapat diberikan untuk 6.750 sasaran dengan dua sosis vaksin. Artinya jumlah vaksin yang akan diterima Cilacap adalah 13.500 dosis vaksin.

“Harapannya sasaran tahap ke 2 untuk bisa berpartisipasi aktif, sedang yang belum mendapat giliran supaya bersabar,” imbuhnya.

Seperti diketahui, berdasarkan perkiraan alokasi sasaran, vaksinasi tahap II di Cilacap ada sebanyak 42.106 sasaran dari sembilan kelompok pelayan publik meliputi, tenaga pendidik sebanyak 11.885 sasaran, pedagang pasar sebanyak 9.393, tokoh agama 157, wakil rakyat 49, pegawai pemerintah (ASN pusat dan daerah) 6.706, keamanan (TNI, Polri, Satpol PP) 2.352, pelayanan publik (Damkar, BPBD, BUMN, BPJS, Perangkat Desa) sebanyak 8.624, transportasi 2.930 dan wartawan 11 sasaran.

Editor :Redaksi

Berita Terkait

Berita Terkini

- Advertisement -