Cilacap, serayunews.com – Pemerintah Kabupaten Cilacap melalui Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Kabupaten Cilacap memastikan, normalisasi Kaliyasa akan dilanjutkan pada 2019 ini. Dari total kebutuhan Rp 29 milliar, untuk tahun ini pemerintah pusat baru menurunkan sebesar Rp 9 milliar.

Kepala Dinas PSDA Kabupaten Cilacap, Saeful Hidayat mengaku belum mengetahui teknis proyeknya seperti dari anggaran yang turun sebesar Rp 9 milliar itu. Hal tersebut masih menjadi kewenangan pemeritah pusat. Saat ini masih dalam proses perencanaan untuk melanjutkan normalisasi Kaliyasa.

“Saya belum tahu, nanti dikerjakan seperti apa, karena menjadi wewenang dari pusat,” jelasnya kepada wartawan.

Ia memaparkan, normalisasi Sungai Kaliyasa yang memiliki panjang sekitar 14 kilometer itu harus diawali dengan penyusunan Detail Engineering Design (DED). Saat ini, kata dia DED sudah ada, hanya tinggal revisi saja. Sehingga dampaknya akan lebih kelihatan. Apabila normalisasi dilaksanakan secara tuntas, maka akan menjadi kebanggaan Kabupaten Cilacap sebagai water front city yang bisa dinikmati masyarakat. Selain itu juga sebagai pengendali banjir dan alur pelayaran kapan nelayan.

“Target berapa tahun tidak tahu, karena anggaran dari pusat. Kita hanya mengusulkan supaya tuntas sepanjang 14 km sampai Kalisabuk. Harapan saya pembangunan multiyears, agar berkelanjutan,” katanya.

Selain persoalan anggaran, kata dia, kondisi di sekitar lokasi Kaliyasa juga menjadi makin rumit. Dengan padatnya rumah penduduk di bantaran sungai, akses masuk alat berat ke pinggir sungai menjadi sulit. Padahal dibutuhkan lahan sekitar 8 meter untuk akses alat berat.

“Idealnya, harus ada jalan masuk, agar manuver alat berat bisa kerja dengan leluasa,” ungkapnya.

Komentar