Sabtu, 17 April 2021

Diduga Terlilit Utang, Perempuan Muda Nekat Terjun Ke Sungai Klawing

Perempuan Loncat ke Sungai Klawing dari Jembatan Desa Jetis

Seorang perempuan muda nekat meloncat ke Sungai Klawing, dari jembatan di wilayah Desa Jetis Kecamatan Kemangkon, Rabu (07/04/2021) sore. Diduga, perempuan tersebut hendak melakukan aksi bunuh diri. Namun, saat itu ada warga yang mengetahui peristiwa itu dan langsung melakukan penyelamatan.


Kemangkon, serayunews.com

Kapolsek Kemangkon AKP Damar Iskandar mengatakan peristiwa perempuan melompat dari jembatan ke Sungai Klawing terjadi sekitar pukul 15.45 WIB. Aksi perempuan tersebut diketahui warga yang sedang melintas dan memberikan pertolongan.

“Warga yang mengetahui itu ikut terjun ke sungai mengevakuasi perempuan itu menuju ke daratan. Saat dievakuasi kondisinya masih hidup,” kata Kapolsek, Rabu petang.

Disampaikan, bahwa perempuan tersebut sudah sempat hanyut kurang lebih 300 meter dari titik loncat. Saat dievakuasi kondisinya masih dalam keadaaan hidup. Kemudian dibawa menggunakan mobil dinas Polsek Kemangkon ke rumah sakit.

“Perempuan tersebut kemudian kita bawa ke rumah sakit menggunakan mobil pribadi, kebetulan saya saat itu melintas,” ujarnya.

Akp Damar menjelaskan, dari pemeriksaan di lokasi kejadian ditemukan sepeda motor jenis Vario bernomor polisi R-6902-HV. Sepeda motor tersebut diduga kuat milik perempuan tersebut.

Dari jenis dan nomor kendaraan akhirnya identitas perempuan tersebut berhasil diketahui. Perempuan tersebut berinisial DS (20) warga Kecamatan Bukateja, Kabupaten PurbaIingga.

“Saat ini perempuan tersebut masih dalam perawatan intensif di rumah sakit. Belum diketahui secara pasti apa motif perempuan tersebut nekat terjun ke sungai,” kata dia.

Kapolsek menambahkan, setelah didalami, diperoleh keterangan dari pihak keluarga. Bahwa DS telah mencoba meninggalkan rumah sajak Senin (06/04/2021) siang. Hingga malam hari tak kunjung pulang. Suami pun akhirnya mencari keberadaanya.

“Informasi dari keluarga, DS juga pernah mencoba melakukan aksi bunuh diri dengan menyayat pergelangan tangan, tetapi diketahui dan akhirnya digagalkan oleh suami,” katanya.

Diketahui, aksi nekad DS itu ternyata dilatarbelakangi permasalah ekonomi. Dia terjerembab hutang koperasi tempat dia bekerja. Sedangkan jatuh temponya pada hari ini. “Katanya ada hutang di koperasi perusahaan, dia karyawan pabrik. Nah jatuh temponya hari ini,” kata Kapolsek.

Berita Terkait

- Advertisement -

Berita Terkini