Gas Melon Langka? Ini Kata Pemda Cilacap

Pengawasan Elpiji Bersubsidi ditarik Ke Pusat, Pemkab Tak Bisa Berbuat Banyak

1053

CILACAP,SERAYUNEWS.COM-Dalam beberapa hari terakhir, masyarakat di Kabupaten Cilacap mulai mengeluhkan kelangkaan elpiji 3 kilogram. Epiji tabung hijau yang sering disebut Gas melon itu seperti menghilang dari peredaran. Warung dan kios yang biasanya banyak menyediakan elpiji, mendadak tidak tersedia. Para kaum ibu hingga pedagang kaki lima yang biasanya membeli gas melon itu, harus berburu keliling dari satu warung ke warung yang lain. Bahkan di pusat kota, di sekitar alun alun Cilacap, warga sekitar hingga pedagang kaki lima mengeluhkan sulitnya mendapatkan gas melon.

Warga di Kroya membuat replika Elpiji saat karnaval peringatan Hut Kemerdekaan RI di Kroya. Foto : Jaka Mentari

Terlebih lagi di wilayah ujung timur hingga barat Kabupaten Cilacap, saking sulitnya mendapat gas elpiji, masyarakat menumpahkan keluhannya ke media sosial. Seperti di salah satu group media sosial facebook, Jaringan Informasi Publik Cilacap. Salah satu netizen, Jaka Mentari yang mengungah foto replika gas melon berukuran besar menjadi perbincangan hangat di grup tersebut. Dalam postingannya di grup yang beranggotakan sekitar 30 ribu lebih netizen, Jaka Mentari.

“Aksi keren dihari kemerdekaan
Gara – gara GAS warga kroya buat replika GAS untuk diarak pawai kemerdekaan
banyak komentar lucu tentang kejadian ini, ada yang menyarankan pakai kayu, dan lainya..
Apa pendapatmu tentang kelangkaan GAS ?”

Meski respon netizen beragam, tetapi sebagian netizen mengeluhkan kelangkaan elpiji 3 kilogram. Misalnya salah satu netizen, Enoel Welahan.

“Banyak orang mondar mandir bawa tabung gas kosong kasihan. Kemana gas nya ya ko langka,”

Pengawasan ditarik Ke Pusat, Pemda Cilacap Tak Bisa Berbuat Banyak

Menanggapi persoalan itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian (Disnakerin) Kabupaten Cilacap, Kosasih mengakui sudah mendengar isu kelangkaan elpiji yang kian santer dalam beberapa hari terakhir. Namun, keterbatasan kewenangan Pemda Cilacap membuat pihaknya tidak bisa berbuat banyak. Saat ini kewenangan pengawasan gas bersubsidi ditarik ke pusat.

“Kami sudah mendengar itu, apakah ada yang bermain di lapangan dan dugan lain, kami tidak bisa mengawasi karena tidak punya wewenang lagi. ┬áSudah ada undang undangnya dari Kementrian. Bahwa urusan Migas ditarik ke Kementrian, demikan juga dengan pertambangan dan ketenagakerjaan yang ditarik ke Provinsi. Jadi kalaupun ada penyimpangan, penimbungan, kami tidak bisa berbuat apa apa,” jelasnya.

Meski demikan, kata dia, pihaknya masih berkoordinasi dengan Pertamina dan Himpungan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi (Hiwana) terkait dengan ketersediaan stok. Pada 2017, kuota untuk kabupaten Cilacap terus ditambah. Hingga Agustus, ketersediaan stok kabupaten Cilacap masih 50 persen dari kuota sebanyak 15 juta tabung.

“Kemarin juga sudah dikeluarkan lagi. Mungkin karena ada kekurangan di lapangan ditambah lagi jadi untuk tahun 2017 tingga 40 persen,” ungkapnya.

Berdasarkan Peraturan Menteri ESDM no 26 tahun 2009, tentang penyediaan dan pendistribusian LPG, maka peruntukan LPG 3 kg hanya bagi sektor rumah tangga dan usaha mikro. Secara nasional, pemerintah memangkas subsidi LPG ukuran 3 kilogram untuk anggaran tahun 2017. Subsidi LPG 3 kg tahun 2017 sebesar Rp 20 triliun yang akan digunakan untuk 26 juta rumah tangga tepat sasaran dan 2,3 juta usaha mikro. Semula pemerintah mengusulkan subsidi LPG 3 kg Rp 28,68 triliun.

Terkait dengan pengalihan elpiji bersubsidi ke gas elpiji 5,5 kilogram atau Bright Gas, Kosasih mengatakan, , ketersediaan gas tersebut masih rendah. Sehingga tidak bermasalah dengan kelangkaan gas elpiji yang tiga kilogram.

“Pengalihan ke gas elpij memang masih berproses. Tetapi untuk Kabupaten Cilacap ketersediannya masih rendah,” ujarnya.

Terpisah, Koordinator Daerah Elpiji Cilacap, Indria Widya Waskita menjelaskan, alokasi regular elpiji 3 kilogram di Cilacap pada bulan Agustus 2017 sebayak 1.181.600 tabung. Kemudian pihaknya menambah alokasi melalui kuota fakultatif 44.000 tabung.

“Untuk menunjang ketersediaan stok, alokasi bulan ini ditambah 44.000 tabung, atau setara satu alokasi harian,” katanya.

Penambahan stok, disebabkan Tingkat kebutuhan berpotensi meningkatdi lapangan dengan adanya Hari libur Nasional, berupa peringatan HUT ke-72 Kemerdekaan RI.

Berdasarkan hal tersebut, maka dilakukan penambahan alokasi elpiji, melalui kuota fakultatif.

“Tujuannya agar bisa menunjang ketersediaan stok, agar kebutuhan konsumen tetap
tercukupi,” ujarnya.

Komentar