Fotonya Dicolong untuk Kampanye Oji-Jeni, Istri Eks Bupati Purbalingga Laporkan Pemilik Akun ke Bawalsu

Erni Widyawati bersama Kuasa Hukum Herlinda, saat melapor ke Bawaslu, Selasa siang.

Foto Kader PDIP Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Purbalingga Erni Widyawati dicatut dan disalahgunakan oleh pemilik facebook akun Yanto Priyanto untuk kepentingan pasangan calon (paslon) yang tidak diusung PDIP. Merasa dirugikan, Erni melaporkan perihal tersebut kepada Bawaslu Kabupaten Purbalingga, Selasa (24/11/2020). Erni adalah istri mantan Bupati Purbalingga Tasdi.


Purbalingga, Serayunews.com

Erni menyampaikan, bahwa foto dirinya yang ada di galeri Instagram diambil tanpa izin. Parahnya, foto tersebut digunakan untuk kampanye paslon Muhammad Zulhal Fauzi-Zaini Makarim (Oji-Jeni). Dimana paslon Oji-Jeni merupakan rival paslon yang diusung PDIP.

“Saya melaporkan bahwa foto saya diambil tanpa izin, dan malah dipakai untuk kampanye 01,” kata Erni didampingi kuasa hukumnya Herlinda, Selasa siang.

Dijelaskan, ada beberapa foto yang diambil dan diupload oleh pemilik akun Facebook Yanto Priyanto. Satu foto Erni bersama Ganjar Pranowo dan istri dan foto Erni bersama suaminya, Tasdi. Dalam foto tersebut, Erni diapit Ganjar dan istri dengan pose mengacungkan jari telunjuk. Seolah sedang kampanye mendukung Paslon nomor urut 01.

“Foto tanpa izin diambil, dan tambah ada atribut Paslon 01 (Oji-Jeni, red) di pojok foto. Nah itu malah sudah ramai di sosmed, saya tahu juga karena ada yang WA kirim gambar,” kata dia.

Erni menambahkan, adanya foto tersebut dinilai Erni membelot. Karena tidak turut mendukung paslon Dyah Hayuning Pratiwi-Sudono (Tiwi-Dono), yang diusung oleh PDIP. Tentunya, tudingan itu merugikan dirinya.

“Ini kan mencemarkan nama baik dan mengganggu privasi saya, karena di internal partai saya dinilai membelot,” katanya.

Baca Juga : Paslon Oji-Jeni Penuhi Panggilan Bawaslu Purbalingga, Terkait Kartu Kontroversi

Baca Juga : Debat Paslon Pilkada Purbalingga Pindah Tempat dan Tanpa Simpatisan

Kuasa hukum Herlinda menambahkan, bahwa sebelum ke Bawaslu, pihaknya sudah melapor ke Polres Purbalingga. Namun oleh polres diarahkan ke Bawaslu terlebih dahulu. Sebab, persoalan itu terkait kampanye, karena ada unsur atribut paslon.

“Sebelumnya sudah ke Polres, namun karena terkait kampanye maka diarahkan ke Bawaslu. Tergantung nanti hasilnya seperti apa, apakan masuk ranah Gakkumdu atau tidak,” katanya.

Sementara itu, Komisioner Bawaslu Joko Prabowo yang menerima laporan menyampaikan, pihaknya akan mengkaji terlebih dahulu laporan tersebut. Bawaslu memiliki waktu 2×24 untuk mengkaji. Hasilnya seperti apa nanti akan memberikan laporan ke pelapor.

Berita Terkait

Berita Terkini