Sabtu, 17 April 2021

Hari Pertama PTM di Banyumas, Siswa Dilarang Naik Angkot

larangan siswa ptm banyumas, pembelajaran tatap muka purwokerto banyumas, serayunews, serayu news, berita terkini, berita hari ini
PTM hari pertama di SMP Negeri 9 Purwokerto

Hari pertama pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) di Kabupaten Banyumas, semua siswa dilarang untuk naik kendaraan umum. Larangan tersebut untuk meminimalkan kontak fisik siswa.


Purwokerto, serayunews.com

Kepala SMP N 9 Purwokerto, Heri Nuryanto Widodo mengatakan, banyak aturan yang harus dipatuhi siswa dan wali murid pada PTM hari pertama, antara lain siswa dilarang naik angkot. Sehingga orangtua harus mengantar dan menjemput, atau siswa bisa naik sepeda untuk yang jarak rumahnya tidak terlalu jauh.

“Yang pasti siswa dilarang naik angkot, kemudian datang harus menggunakan masker dan face shield, mencuci tangan menggunakan sabun, lalu dilakukan pengukuran suhu tubuh dan baru diperbolehkan masuk ke kelas bagi yang suhu tubuhnya tidak lebih dari 37,5 derajat celcius,” terangnya, Senin (5/4).

Hari ini siswa yang masuk adalah siswa kelas 7 yang merupakan siswa baru dan baru pernah juga menginjakan kaki di sekolah. Total ada tiga kelas yang masuk pada PTM hari pertama, yaitu kelas 7A, 7B dan 7C. Sedangkan untuk kelas 7D hingga 7H, siswa diminta menyimak secara daring.

“Sebenarnya hari ini kita ingin semua kelas 7 masuk, tetapi karena kita mengikuti PTM provinsi dan aturannya jumlah siswa hanya diperbolehkan antara 70 sampai dengan maksimal 110 siswa, maka kita bagi, sebagian masuk dan sebagian masih daring,” jelas Kepala SMP N 9.

Untuk PTM hari pertama ini, menurut Heri Nuryanto belum diberikan materi pelajaran. Masih fokus pada pengenalan lingkungan sekolah, serta pengenalan dengan guru dan untuk materi diberikan sosialisasi tentang Covid-19.

“Pembelajarannya tentang Covid-19, jadi siswa diberikan penjelasan cara pencegahan, serta aturan-aturan selama di sekolah terkait protokol kesehatan dan lain-lain seputar Covid-19,” katanya.

Pelaksanaan PTM hari pertama juga sempat molor, yang semula dijadwalkan pukul 07.00 WIB, baru dimulai pukul 09.30 WIB, karena semua guru harus menjalani rapid tes antigen terlebih dahulu. Total ada 49 guru dan karyawan SMP Negeri 9 yang dirapid.

Berita Terkait

- Advertisement -

Berita Terkini