Kapal pengangkut raw material (bahan mentah industri) bersandar di kawasan pelabuhan Tanjung Intan Cilacap

Tanggerang, Serayunews.com – Sejumlah produk UMKM seperti hasil laut, beras dan gula kelapa ternyata banyak diminati sejumlah negara Timur Tengah. Mereka menyatakan minat terhadap produk dari UMKM di Kabupaten Cilacap itu dalam pertemuan di Cilacap Business Forum (CBF) di ICE BSD Tangerang, Banten pada Sabtu (19/10/2019). Kegiatan tersebut diprakrasi, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Cilacap bekerjasama dengan Kementerian Perdagangan dan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM).


Expo yang juga digelar dalam kegiatan yang bertema “Let’s Invest to Cilacap” Tourism, Fishery, Agriculture and Plantation”, bertujuan mempromosikan potensi dan peluang investasi sejumlah sektor serta ekspor bagi produk-produk UKM Kabupaten Cilacap. Sedikitnya, enam investor yang berminat menamankan modalnya di Cilacap diantaranya, PT Cilacap Indoferro Perkasa (industri logam baja), PT Berkah Gunung Slamet (pariwisata), PT Kilat Megah Jaya (perhotelan), CV Babakan Sarana Jaya (tambak udang), Sentul Waterpark and Hall (perhotelan).

Sejumlah poin kesepakatan kerjasama perusahaan itu, dituangkan dalam Letter of Intent (LoI) yang ditandatangi Bupati Cilacap Tatto Suwarto Pamuji bersama para investor.

Selain dari sektor wisata dan perhotelan, sejumlah negara asal Timur Tengah seperti Tunisia, Yaman dan Arab Saudi juga menyatakan minatnya terhadap produk asal Kabupaten Cilacap. Pelaku bisnis dari Tunisia misalnya, yang berminat dengan produk tuna dan udang. Kemudian pelaku bisnis dari Arab dan Yaman, tertarik dengan beras dan gula kelapa asal Cilacap.

“Kabupaten Cilacap sebagai pusat perkembangan ekonomi di Jawa Tengah bagian selatan dengan potensi dan peluang investasi yang sangat beragam,” kata Tatto.

Menurutnya, Kabupaten Cilacap memiliki fasilitas yang cukup lengkap dalam menunjang investasi. Dengan pelabuhan alam yang bertaraf internasional mampu mengakses perdagangan negara-negara di benua Australia dan negara-negara lain. Dengan kegiatan ini, mempertemukan para investor dengan pemilik proyek investasi guna memberi peluang kerjasama investasi yang saling menguntungkan, dan bisa berdampak pada kontribusi bagi pengembangan ekonomi daerah.

“Dengan CBF kebijakan Pemkab Cilacap dibidang penanaman modal dan pelayanan terpadu satu pintu dapat disosialisasikan,” ungkapnya.

Sekretaris Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan RI Ganef Judawati, mengapresiasi kegiatan tersebut. Forum investasi bagus untuk mendukung percepatan perekonomian di Indonesia. Pada 2020 mendatang, expo bertaraf internasional juga akan digelar di Dubai. Kemendag akan mengundang Pemkab Cilacap untuk mempromosikan potensi investasi yang ada.

“Ini menjadi salah satu upaya dalam mendorong peningkatan investasi dalam ekspor non migas dan ekspor produk UKM,” ujarnya.

Komentar