More

    Jamu Kuat Paling Laris Ini Ternyata Berbahan Dasar Tepung

    Polisi Gerebek Pabrik Jamu Beromset Ratusan Juta

    Kapolres Cilacap AKBP Djoko Julianto (Dua dari Kiri) menujukan barang bukti berupa jamu berbagai jenis dan merek dari pengungkapan jamu ilegal berbahan kimia obat pada Jumat, 8 Maret 2019)

    CILACAP, SERAYUNEWS.COM- Berbagai jenis dan merek jamu kuat produksi rumahan ini ternyata berbahan dasar tepung, jahe, cabai jawa dan panadol. Meski demikan, permintaan konsumen jenis jamu kuat ini di luar jawa terbilang tinggi. Hal itu terungkap setelah Satuan Reserse Narkoba Cilacap menggerebek sebuah rumah produksi jamu di Desa Kedawung Kecamatan Kroya.

    Kapolres Cilacap AKBP Djoko Julianto mengatakan, dari kasus tersbeut satu pelaku berinisial Sug (42), pada Rabu (6/3), sekitar pukul 17.30 WIB. Warga Desa Kedawung, Kecamatan Kroya, Cilacap ini merupakan produsen jamu ilegal berbahan kimia obat (BKO).

    Barang bukti yang diamankan diantaranya, ribuan bungkus jamu dari berbagai merek siap edar, dua kantong berisi ratusan kapsul kosong, satu karung berisi serbuk warna cokelat, satu plastik besar berisi serbuk warna cokelat yang sudah dicampur dengan bahan kimia obat (BKO), satu plastik ukuran sedang berisi serbuk warna cokelat, satu plastik klip berisi serbuk warna putih, tiga rol aluminium foil kemasan jamu, alat pres, dan sejumlah barang bukti lainnya.

    “Pelaku ditangkap sedang berada di rumah salah seorang pekerja berinisial W, warga Desa Mujur, Kecamatan Kroya,” jelasnya kepada wartawan, Jumat (8/3/2019).

    Salah satu jamu palsu berjenis minuman kesehatan yang paling laris dipasaran luar jawa.

    Lebih lanjut dijelaskan, pelaku sudah menjalankan usahanya selama satu tahun dengan omzet mencapai Rp500 juta per bulan dan pemasarannya menjangkau berbagai kota di luar Jawa. Bahan yang digunakan pada jamu itu hanya terbuat dari campuran-campuran obat yang tidak sesuai dengan aturan kesehatan.

    “Pelaku juga mencampurkan BKO berupa sildenafil atau viagra pada obat kuat yang dibuatnya,” ungkapnya.

    Atas perbuatannya, pelaku dijerat dengan Pasal 196 juncto Pasal 98 ayat 2 dan ayat 3 subsider Pasal 197 juncto Pasal 106 ayat 1 Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara dan denda Rp1,5 miliar.

    Kepada wartawan, pelaku menuturkan obat kimia itu saya peroleh dari teman di Jakarta secara online. “Saya mempekerjakan tiga orang dalam memproduksi jamu,” katanya.

     

    Berita Terkait

    Mengenal Tabebuya Bukan Bunga Sakura, Tanaman Peneduh di Purwokerto

    Purwokerto, Serayunews.com- Memasuki musim kemarau, berbagai jenis bunga mulai bermekaran. Termasuk si kuning di sepanjang jalan Jenderal Soedirman Purwokerto, yakni Bunga Tabebuya. Bunga asal Brasil...

    Kapolres Cilacap Ikut Memasak 1.500 Paket Makanan di Dapur Lapangan Dayeuhluhur

    Cilacap, Serayunews.com-Dapur Lapangan Forkopimda kembali dibangun di Mergo Kecamatan Dayeuhluhur, Selasa (5/5/2020). Dapur umum ini dibangun sebagai bentuk kepedulian dari Forkopimda Cilacap kepada masyarakat...

    Peduli Dampak Covid19, Polisi Bagikan Sembako dan Masker Untuk Pedagang Kaki Lima

    Cilacap, Serayunews.com - Sejak diberlakukannya zona merah karena wabah corona, para pedagang kaki lima serta para pekerja non formal terkena imbasnya. Pembatasan untuk tidak...

    Bupati dan Anggota DPR RI ; Jangan Main Sikat Produsen Jamu Nakal

    Cilacap, Serayunews.com - Sentra produksi jamu berbasis UMKM di Kabupaten Cilacap kerap kali berbenturan dengan berbagai faktor yang menjadi penghambat berkembangnya iklim usaha pada...

    Berita Terkini

    Mengenal Tabebuya Bukan Bunga Sakura, Tanaman Peneduh di Purwokerto

    Purwokerto, Serayunews.com- Memasuki musim kemarau, berbagai jenis bunga mulai bermekaran. Termasuk si kuning di sepanjang jalan Jenderal Soedirman Purwokerto, yakni Bunga Tabebuya. Bunga asal Brasil...

    Agar Tetap Produktif, Pensiunan Pegawai RRI Dibekali Kemampuan Usaha

    Purwokerto, Serayunews.com- Sebagai bentuk kepedulian terhadap pegawai RRI yang sudah purna tugas maupun menjelang purna, Manajemen RRI memberikan pembekalan pelatihan kewirausahaan, agar mereka bisa...

    Sejumlah Anggota Kodim Banyumas Yang Terpapar Covid Kini Dinyatakan Negatif

    Purwokerto, Serayunews.com- Menyusul adanya anggota  yang terkonfirmasi positif Covid-19,  Kodim 0701 Banyumas langsung melakukan swab massal kepada anggotanya. Hasilnya, dari 300 anggota yang diswab, ada yang...

    Tak Efektif Cegah Covid, ASN Banyumas Dilarang Gunakan Masker Scuba

    Purwokerto, Serayunews.com- Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyumas dilarang menggunakan masker scuba. Pasalnya, masker tersebut dianggap kurang efektif untuk menangkal...