More

    Ini kata Bupati Purbalingga, Soal Syarat Sekolah Gelar Pembelajaran Tatap Muka

    Purbalingga, serayunews.com – Peserta didik SD dan SMP di Kabupaten Purbalingga bisa kembali melaksanakan kegiatan belajar secara tatap muka (Tapka). Selain penerapan protokol kesehatan, pelaksanaan Tapka juga harus memenuhi beberapa persyaratan. Hal tersebut berdasar pada surat edaran Bupati Purbalingga, nomor 440/14694/2020 tanggal 8 Juli 2020 mengenai panduan penyelenggaraan pembelajaran pada tahun ajaran 2020-2021 di masa pandemi Covid-19.

    “Menindaklanjuti Surat Edaran Bupati Purbalingga, dengan mengeluarkan SE nomor 420/1291/2020 tanggal 03 Agustus 2020 yang ditujukan kepada Kepala SMP Negeri dan Swasta di Kabupaten Purbalingga, Koordinator Wilayah Kecamatan (Korwilcam) Dindikbud se-Kabupaten Purbalingga,” kata
    Kepala Dindikbud Kabupaten Purbalingga, Setiyadi, Rabu (12/08/2020).

    Dijelaskan, dalam surat edaran disampaikan beberapa persyaratan, untuk pelaksanaan Tapka. Masing-masing satuan pendidikan harus memperhatikan berbagai pedoman. Sekolah wajib membentuk Tim Gugus Tugas Penanganan Covid- 19 di tingkat satuan pendidikan. Selain itu, sarana prasarana harus sesuai prosedur tetap di lapangan. Tapka juga harus mendapat persetujuan Gugus Tugas Covid-19, kemudian harus ada ceklis kesiapan, dan ada persetujuan orang tua siswa.

    “Kita sarankan harus ada persetujuan orang tua atau wali siswa. Teman- teman SMP sudah membuat semacam angket, ada grup wali atau wali murid, nanti menanyakan di situ. Karena apa, tetap saja ada beda pendapat sebagian besar minta tatap muka ada sebagian kecil yang menolak, jadi sebaiknya tetap ditanyakan kepada orang tua siswa,” katanya.

    Untuk penerapan social distancing, maka harus diterapkan sistem sihift. Pelaksanaan jam belajar juga dikurangi, dari kondisi normal, media belajar seperti buku juga tidak diperkenankan untuk bergantian.

    “Jadi teknisnya, di sekolah wajib mengikuti protokol kesehatan, guru dan siswa yang bersuhu badan di atas 37, 5 derajat Celcius tidak diizinkan mengikuti pembelajaran dan segera menghubungi petugas kesehatan setempat,” ujarnya.

    Kepala Bidang (Kabid) Pembinaan Sekolah Menengah Pertama (SMP), Joko Sumarno mengatakan, bahwa untuk Tapka memang sudah boleh. Hanya saja tetap dengan kewaspadaan demi keamanan dan kenyamanan.

    “Ya sudah diperbolehkan, hanya saja untuk Kabupaten Purbalingga masih zona kuning, masih harus hati-hati tetap waspada,” katanya.

    Ia menjelaskan, pengajuan permohonan surat keterangan aman dari Covid-19 untuk dapat menyelenggarakan pembelajaran, ditujukan kepada Ketua Gugus Tugas Kecamatan untuk jenjang SMP.

    Kepala Bidang (Kabid) Pembinaan Sekolah Dasar (SD) Agustinus Indradi, mengatakan tim gugus dari sekolah, harus berkoordinasi dengan Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid- 19 Desa/Kelurahan setempat.

    “Nah, Gugus Tugas itu yang memberikan surat keterangan kepada sekolah untuk pembelajaran tatap muka,” ungkapnya.

    Ia menambahkan, sarana protokol kesehatan yang harus dilaksanakan diantaranya sekolah harus memiliki thermo gun, mewajibkan guru dan siswa bermasker, tersedia tempat cuci tangan, tidak memperbolehkan duduk berhadapan, perlengkapan belajar yang digunakan oleh siswa di upayakan tidak bergantian dan pengawasan dengan tidak membiarkan ada pedagang.

    “Kalau sudah berjalan, kami dari Dindikbud memerintahkan Korwilcam dan Pengawas Sekolah untuk memantau pelaksanaannya. Kegiatan tatap muka tersebut bisa dihentikan sewaktu-waktu apabila sekolah tidak melaksanakan protokol kesehatan, kemudian ada protes keberatan dari orang tua murid, atau ada kasus yang terjadi di sekitar. Otomatis langsung dihentikan,” katanya. (Amin)

    Berita Terkait

    HUT Ke 75 PMI, Ratusan Warga Donor Darah Untuk Kemanusiaan

    BANJARNEGARA, Serayunews.com-Memeringati hari PMI ke 75, ratusan warga mengikuti kegiatan donor darah yang dilaksanakan di sekretariat PMI Cabang Banjarnegara. Kegiatan tersebut digelar sebagai wujud...

    Saling Mendukung Usaha Sesama Alumni, Ganesa Gelar Pelatihan Usaha 

      Purbalingga, Serayunews.com-Tidak sedikit alumnus SMA N 1 Purbalingga yang menekuni usaha mikro, kecil, menengah (UMKM). Namun, banyak juga yang belum menerapkan manajemen usaha yang...

    Wajib Terapkan Protokol Kesehatan,  Pasangan Calon Bupati  Boleh Kampanye Terbuka

    Purbalingga, Serayunews.com - Tahapan kampanye Pilkada Kabupaten Purbalingga akan dilaksanakan pada 26 September sampai 5 Desember mendatang. Para pasangan calon pun tetap diperbolehkan menggelar...

    Uang Retribusi Sampah dan BBM Senilai Ratusan Juta Diduga Dikorupsi, 30 Orang Dari DLH Diperiksa Kejaksaan

    Purbalingga, serayunews.com - Uang retribusi sampah dari masyarakat diduga dikorupsi oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Purbalingga. Tak hanya itu, anggaran dana BBM operasional...

    Berita Terkini

    HUT Ke 75 PMI, Ratusan Warga Donor Darah Untuk Kemanusiaan

    BANJARNEGARA, Serayunews.com-Memeringati hari PMI ke 75, ratusan warga mengikuti kegiatan donor darah yang dilaksanakan di sekretariat PMI Cabang Banjarnegara. Kegiatan tersebut digelar sebagai wujud...

    Barisan Politisi Kampung Targetkan Raup Suara 80 Persen Untuk Pasangan Tiwi-Dono

    Purbalingga, Serayunews.com - Dukungan kepada pasangan bakal calon Bupati-Wakil Bupati Tiwi-Dono bertambah. Kali ini, dukungan datang dari para politisi kampung. Mereka bersatu dan membuat...

    DPRD Apresiasi Serapan Anggaran APBD, Banjarnegara Masuk 10 Besar Tingkat Nasional

    BANJARNEGARA, Serayunews.com-Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Banjarnegara menyetujui Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) APBD perubahan Kabupaten Banjarnegara Tahun Anggaran 2020. Persetujuan atas Raperda ini tercermin...

    Korsleting di Kandang Ayam, Ruko Terbakar

    Cilacap, Serayunews.com-Kebakaran terjadi di Dusun Petenangan Desa Bantarsari Kecamatan Bantarsari, Sabtu (19/9/2020) sekitar Pukul 13.30 WIB. Kebakaran diduga diakibatkan adanya korsleting di kandang ayam...