Sabtu, 17 April 2021

Jalur Kereta di Banyumas Tertimbun Longsor, Ini Dampaknya

Petugas Daop V Purwokerto membersihkan sisa longsor di jalur Notog – Kebasen, Banyumas. Foto : Istimewa

Tanah longsor yang terjadi antara Stasiun Notog-Kebasen tepatnya di depan terowongan, menyebabkan tiga perjalanan kereta api (KA) terhambat. Namun, dengan penanganan yang cepat terhambatnya laju KA hanya memakan waktu 20 menit.


Banyumas, Serayunews.com

Manager Humas PT KAI Daop 5 Purwokerto, Supriyanto mengatakan, pada Rabu (28/10/2020) sekitar pukul 22.50 WIB, Pusat Pengendali KA Daop 5 Purwokerto mendapat informasi dari masinis KA Dwipangga. Disebutkan, di antara stasiun Notog-Kebasen, tepatnya di depan terowongan ada tanah longsor.

“Pusat pengendali segera menghubungi petugas di lapangan, dan dilakukan penutupan jalur KA. Petugas segera membersihkan jalur KA yang tertimbun longsoran. Pukul 00.45 jalur hulu sudah bisa dilewati KA dengan kecepatan normal. Sehingga semua KA baik arah Purwokerto-Kroya maupun sebaliknya, dilewatkan jalur hulu yang aman,” ujar dia.

Meski berhasil dibersihkan, beberapa KA sempat terganggu perjalanannya, yakni KA Gajayana relasi Gambir – Malang terganggu 20 menit, KA Bengawan, relasi Lempuyangan-Pasar Senen terganggu 20 menit, KA Bima, relasi Malang – Gambir terganggu 15 menit.

“Petugas flying gang kemudian segera melanjutkan pembersihan jalur hilir yang masih tertimbun tanah. Sekitar pukul 08.45 WIB, jalur KA sudah normal semuanya, dan sudah bisa dilewati KA dengan normal. PT KAI menyampaikan permohonan maaf atas gangguan perjalanan KA tersebut. Saat ini petugas terus melakukan normalisasi dan pembersihan tanah di lokasi serta melakukan perkuatan di tebing,” katanya.(san)

Berita Terkait

- Advertisement -

Berita Terkini