Jawab Keresahan Masyarakat Banyumas, Pengecer Judi Togel ditangkap

Praktik Judi Togel di Banyumas Resahkan Warga

Kapolresta Banyumas Kombes Pol Whisnu Caraka SIk tunjukan barang bukti kasus togel di Banyumas

Purwokerto, Serayunews.com-Polresta Banyumas menjawab keresahan masyarakat Banyumas tetang maraknya praktik perjudian.  Polisi berhasil mengamakan empat orang pengecer judi toto gelap (togel) yang selama ini dianggap meresahkan masyarakat. Dari penangkapan itu, polisi terus mengembangkan untuk memburu para bandar togel di Banyumas.


Dari keempat orang tersebut polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti uang tunai hingga lembaran kupon togel, Senin (20/1).

Keempat tersangka tersebut diantaranya Waryanto, warga Kelurahan Arcawinangun, Kecamatan Purwokerto Timur, Soebijanto, warga Kelurahan Purwokerto Lor, Kecamatan Purwokerto Timur, Agus Wagino warga Kelurahan Grendeng, Kecamatan Purwokerto Utara dan Andi Prayitno warga Kelurahan Purwokerto Kulon, Kecamatan Purwokerto Selatan.

“Keempatnya merupakan pemain baru dalam penjualan togel. Mereka sebagai pengecer semua, untuk bandarnya masih dalam proses penyelidikan kami,” ujar Kapolresta Banyumas, Kombes Pol Whisnu Caraka SIk.

Kapolres menceritakan awal mula penangkapan keempat penjudi tersebut, setelah pihaknya mendapati informasi dari masyarakat bahwa ada praktik judi togel. Mendapati informasi tersebut pihaknya langsung melakukan pencarian terhadap sejumlah pelaku.

“Semalam (Minggu, red) kami berhasil menangkap keempatnya di rumahnya masing-masing. Keempat pelaku ini pekerjaannya wiraswasta dan menjual togel jenis hongkong,” kata dia.

Dari tangan keempat pelaku polisi berhasil mengamakan sebuah kupon judi togel, serta uang tunai ratusan ribu rupiah. Mereka kemudian dijerat dengan Pasal 303 Ayat (1) ke-2 KUHP jo Pasal 2 ayat (1) UU RI No 7 Tahun 1974 tentang penertiban perjudian. “Para tersangka diancam dengan hukuman maksimal 10 tahun penjara,” kata dia.

Penangkapan para tersangka ini juga untuk menjawab keresahan masyarakat Kabupaten Banyumas yang mana sebelumnya mereka sempat merasa resah dengan adanya praktik judi togel.

Seperti yang disampaikan Rektor Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) Drs Anjar Nugroho, yang mengaku togel di Banyumas merupakan implementasi dari keterbelakangan, kebodohan dan tingkat kesejahteraan masyarakat yang masih rendah.

“Semua pihak harus turun tangan untuk mengatasinya, dan seharusnya juga ditopang oleh aparat yang mampu bertindak tegas,” ujarnya.(san)

Komentar