Kasasi Terdakwa Mutilasi Ditolak

Banyumas, Serayunews.com- Setelah divoni hukuman mati oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Banyumas, terdakwa kasus mutilasi yakni Deni Priyanto, warga Kabupaten Banjarnegara mengajukan kasasi. Namun, ternyata hakim PN Banyumas jutru menolaknnya sehingga Deni tetap dihukum mati.

Hal tersebut diungkapkan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Banyumas, Antonius yang juga merupakan Kasi Pidana Umum Kejari Banyumas, menjelaskan bahwa kasasi sudah cofrom dengan putusan pengadilan negeri tersebut.

“Sudah sesuai dengan tuntutan jaksa yang ada, jadi pidana mati,” kata dia.

Ditolaknya kasasi tersebut lantaran Majelis Hakim emgnamnggap bahwa Deni Priyanto secara sah dan meyakinkan telah melakukan tindak pidana pembunuhan berencana, dan membawa serta menghilangkan mayat untuk menyembunyikan kematiannya. Tidak hanya itu Deni juga terbukti melakukan pencurian.

Sehingga dengan menimbang UU Nomor 48 Tahun 2009 tentang kekuasaan kehakiman, UU 49 perubahan kedua atas UU nomor 8 Tahun 1981 tentang Kitab UU Hukum Acara Pidana serta peraturan perundang-undangan yang berkaitan dengan perkaran tersebut, yakni khususnya Pasal 340 KUHP, Pasal 181 KUHP dan Pasal 362 KUHP, tetap menjatuhkan pidana kepada terdakwa Deni Priyanto dengan tetap hukuman mati.

“Dengan putusan yang sudah ada, kami tinggal mengikuti saja, terdakwa itu maunya bagaimana. Banding atau kasasi, jaksa mengikuti,” kata dia.

Kasus pembunuhan sadis yang melibatkan terdakwa terjadi beberapa waktu lalu. Dimana dirinya nekat membunuh seorang wanita bernama Komsatun Wachidah di Bandung, kemudian memutilasi dan membakar jenazahnya yang ditemukan dibeberapa tempat termasuk di Kecamatan Tambak. Atas perbuatannya pada tanggal 2 Januari 2020 lalu, Deni divonis hukuman mati oleh Hakim PN Banyumas.

Berita Terkait

Berita Terkini