Sabtu, 17 April 2021

Kasihan! Sumur Warga Winong Kesugihan Tercemar, Air PDAM dari Subsidi PLTU Terancam Disegel

subsidi air warga winong, subsidi pdam, serayunews, serayu news, berita terkini, berita hari ini
Forum Masyarakat Winong Peduli Lingkungan (FMWPL) Desa Slarang Kecamatan Kesugihan Cilacap beraudiensi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Cilacap

Sejumlah warga dari Forum Masyarakat Winong Peduli Lingkungan (FMWPL) Desa Slarang Kecamatan Kesugihan Cilacap beraudiensi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Cilacap. Mereka meminta agar subsidi air PDAM dari PLTU Karangkandri  tidak dicabut dan dievaluasi.


Cilacap, serayunews.com

Perwakilan FMWPL, Novi Kurniati mengatakan, bahwa sesuai dengan kesepakatan pada tanggal 5 November 2018 tentang subsidi PDAM dari PTLU Cilacap selama kurun waktu dua tahun, selanjutnya dievaluasi.

“Tapi setelah dua tahun ini tidak ada evaluasi tentang PDAM, padahal masyarakat masih membutuhkan,” katanya, Kamis (08/04).

Manurutnya, sebagian warga sudah tidak lagi menerima subsidi PDAM, dan sebagian warga lain terancam dicabut karena tidak mampu membayarnya, karena dari awal tagihan PDAM tersebut disubsidi dari PLTU.

Ditempat yang sama, Riyanto Ketua RT 01 RW 10 Dusun Winong mengatakan, sejumlah petugas PDAM sudah mendatangi rumah warga, karena dianggap telah menunggak tagihan dua bulan di tahun 2021 ini. Petugas pun akan menyegel saluran jika tidak membayar tunggakan tersebut.

“Padahal dalam surat kesepakatan itu berbunyi, selama dua tahun kontrak habis, selanjutnya akan ada evaluasi atau peninjauan kembali,” ujarnya.

Menurutnya, di Dusun Winong ada sebanyak 250 keluarga yang menerima subsidi PDAM karena sumber mata air warga tidak layak dikonsumsi akibat terdampak pembangunan disekitarnya.

Sementara sejak subsidi dicabut awal tahun 2021, sekitar setengah dari jumlah tersebut terpaksa membayar tagihan setiap bulannya, karena takut dicabut.

“Dulu disubsidi Rp 100 ribu setiap bulan, sekarang harus bayar namun banyak yang tidak mampu, padahal jika PDAM tidak ada, mata air di sumur kita tidak enak dikonsumsi, bau, keruh, asin, itu dari tahun 2017 sampai sekarang,” ujarnya.

Sementata itu, Kepala DLH Cilacap Awaluddin Muuri mengatakan, audiensi tersebut baru sebatas menyerap aspirasi dan akan ditindak lanjuti, karena belum dihadiri oleh semua pihak yang terkait.

“Memang kita sudah melangkah ke S2P, waktu itu tim dari Undip untuk evaluasi, minggu depan rencana akan kita pertemukan semuanya, mulai dari Pemerintah Desa, Camat, S2P, DLH, dan Forum Masyarakat Winong, semoga bisa cepat clear,” terangnya.

Menurut Awaluddin, untuk tahun ini belum dilakukan evaluasi karena masih dalam pandemi Covid. Evaluasi yang dulu pernah dilakukan hasilnya memang sumber mata air warga terpengaruh dengan pembangunan.

“Selian subsidi PDAM, perwakilan warga juga meminta agar S2P merealisasikan dukungan perekonomian dengan membantu kelompok melalui ternak ayam petelor, nanti kita konsolidasikan tentang kesepakatannya,” katanya.

Editor :M Amron

Berita Terkait

- Advertisement -

Berita Terkini