Senin, 8 Maret 2021

KKN-T PPC UMP Gelar Pengajian Akbar Virtual di Masjid Muhammadiyah Sibalung

 

 

Wabah virus Corona yang merebak di Indonesia mempengaruhi banyak sektor kehidupan. Ruang gerak masyarakat menjadi terbatas dan segala aktivitas yang dilakukan sekarang tidak seperti biasanya. Salah satu kegiatan yang terhenti yaitu pengajian rutin di banyak masjid, termasuk di masjid-masjid yang ada di Desa Sibalung, Kecamatan Kemranjen, Kabupaten Banyumas.


Banyumas, Serayunews.com

Dalam upaya tetap menghidupkan kegiatan Islami ini, mahasiswa Universitas Muhamadiyah Purwokerto (UMP) yang tengah melakukan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Sibalung, Kecamatan Kemranjen, pada Jumat (19/2) lalu menggelar pengajian akbar secara virtual. Pengajian digelar di Masjid Al-Hilal.

Pengajian akbar virtual seperti ini menjadi program kerja wajib bagi semua mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik Percepatan Penanganan Covid-19 (KKN-T PPC) 2021. Ini seperti yang disampaikan oleh Dr. H. Suwarno, M.Si, selaku Ketua Panitia KKN T PPC UMP 2021 dalam pembukaan kegiatan pengajian akbar tersebut.

Tema dalam pengajian akbar virtual itu adalah “Mencari Keberkahan di Tengah Pandemi”. Bertindak sebagai pembicara Dr. Asep Daud Kosasih, M.Ag. selaku Ketua Lembaga Pengkajian dan Pengamalan Islam (LPPI) UMP. Pengajian dihadiri jemaah Masjid Al-Hilal dan seluruh anggota kelompok KKN Desa Sibalung yang dimulai bakda salat Isya.

Dalam uraiannya, Dr. Asep Daud Kosasih menekankan agar masyarakat tidak memaknai pandemi sebagai suatu musibah. Rasa syukur juga harus tetap diutamakan dalam setiap kondisi meski di tengah musibah.

Definisi bersyukur digambarkan oleh Bapak Asep dalam cerita Uwais Al-Qarny. Intinya adalah, sebuah musibah tidak boleh diratapi sepenuhnya sebagai sebuah keterpurukan. Pun sebuah anugerah juga jangan dimaknai sepenuhnya sebagai anugerah, tetapi bisa jadi itu adalah musibah yang diberikan oleh Allah, SWT.

“Maka, segala sesuatu yang terjadi dalam hidup kita harus dilandasi dengan rasa bersyukur dan bertawakal agar kita dapat menerima semua takdir yang diberikan Allah dengan perasaan ikhlas dan menyakini bahwa hal tersebut merupakan ketetapan terbaik dari Allah, SWT,” kata Dr. Asep Daud Kosasih.

Berita Terkait

Berita Terkini

- Advertisement -